Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Holiday (2)

282 33 4
                                        

Noeul memang menunjukkan kekuatannya beberapa menit kemudian, meninju bahu Boss tepat setelah sang CEO keluar dari kamar mandi. Si brunet tahu jika kekasih tingginya tidak membawa pakaian dalam untuk berganti ke kamar mandi, terlalu sibuk melarikan diri dari kemarahannya sebelumnya. Boss, meskipun lengannya sedikit sakit karena pukulan itu, hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya yang lucu dan keluar dari kamar dengan cepat.

Setelah Boss berpakaian mereka akhirnya siap untuk pergi. " Aku nggak usah sarapan ", ucapnya.

" Kalo gitu aku juga. Aku akan makan kalau sudah sampai ", sahut Noeul.

" Hei! Nggak boleh! Kamu harus makan. Aku tau semalam kamu nggak makan karena nggak ada piring kotor ". Noeul membuka mulutnya mencoba membantah tapi, " Jangan mencoba untuk bohong "

" Kamu hampir seperti nenekku ". Noeul merengut, sedikit membanting barang-barang yang ia masukkan ke dalam mobil.

Setelah semua siap, sabuk pengaman sudah dipasang dan barang-barang yang mereka kemas sudah rapi di belakang mobil, Boss menoleh ke arah Noeul sambil menyalakan mobil. " Siap untuk pergi? ", tanyanya , tersenyum ketika melihat Noeul masih menggerutu. " Jangan merengut gitu. Nanti manisnya hilang ".

Noeul berdecih mendengar rayuan Boss, namun sudut bibirnya tertarik, senang dipuji seperti itu. " Udah, berangkat aja ", katanya.

Perjalanan dimulai dengan semangat membara. Segera setelah mereka baru satu menit jalan, Noeul menyambung ponselnya ke music player di mobil Boss dan mulai memilih lagu untuk dimainkan. Sama seperti terakhir kali mereka bepergian, namun kali ini hanya suara Noeul yang menggema di dalam mobil.

Biasanya Boss suka marah jika Fort bernyanyi di dalam mobilnya, namun sang CEO tentu tidak akan jengkel jika kekasihnya yang bernyanyi kan? Lagipula suara Noeul jauh lebih enak didengar daripada Fort. Boss bahkan berkali-kali tertawa ketika Noeul mulai menggerakkan badannya mengikuti irama lagu, atau menirukan koreo dari sang penyanyi.

Setelah sepuluh lagu, Boss mendengar perut Noeul menggerus keras sementara ada keheningan di antara lagu-lagu itu, dan sang CEO tidak menunggu sedetik pun sebelum berkata, " Ada dua sandwich di dalam tas, makan satu. Atau dua-duanya sekalian "

" Boss... ", rengek Noeul. " Aku nggak bisa bernyanyi dengan mulut penuh "

" Bahkan superstar juga butuh istirahat. Ayo makan dulu ". Boss mendesaknya, menjentikkan paha Noeul ketika si brunet tidak bergerak ke arah tas yang penuh dengan makanan yang tergeletak di kursi belakang, malah bertingkah seolah-olah dia tidak mendengar Boss dan malah melihat daftar lagu di ponselnya. " Noeul... ", helanya dalam-dalam, melirik Noeul sejenak. " Makan "

" Ya Tuhan, kamu benar-benar seperti Yaa ". Noeul kesal sambil memutar matanya, namun pada akhirnya tetap mendengarkan Boss dan membuka sabuk pengamannya, meraih tas dan mencari sandwich. Boss tersenyum puas saat Noeul duduk kembali ke tempat duduknya dengan sandwich di tangannya, lalu mengenakan sabuk pengaman lagi.

" Itu nggak sulit kan? "

" Diam! ", sahut Noeul, sambil membuka bungkus plastik sandwich. Gerutuannya membuat Boss tertawa keras, sungguh seperti anak kecil.

Noeul kembali mengambil ponselnya sambil makan, terus melihat-lihat playlist-nya untuk menemukan lagu yang tepat. Keheningan itu kemudian Boss gunakan untuk menceritakan segala kegiatannya karena mereka tidak punya waktu untuk mengobrol selama tujuh hari terakhir.

" Kemarin aku sempat kesal dengan sekretarisku ", ucap Boss mengawali.

" Oh ya? Kenapa? "

" Klien bermasalah tahun lalu kembali lagi, dan seolah mau membuka luka lama, sekretarisku malah menyetujui tanpa memberitahuku. Tentu aku marah. Orang itu sudah ada dalam blacklist, tapi katanya kali ini dia janji akan menuruti semua keputusan yang perusahaan buat, tapi aku masih sanksi dengannya "

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang