Boss hampir tertidur di meja kerjanya dengan jari-jari yang masih di keyboard ketika Fort masuk ke kantornya, sama sekali tanpa pemberitahuan dan membuka pintu dengan keras, mengejutkan Boss sehingga sang CEO tersebut melompat dari kursinya. Rasa kantuk yang dia rasakan beberapa waktu yang lalu benar-benar hilang, dan Boss mengernyit marah.
" Apa yang sedang kamu kerjakan? ", tanya Fort sama sekali mengabaikan cara Boss menatapnya lalu duduk di sofa.
" Masih pada e-mail bodoh ini ", jawab Boss kesal karena Fort menghindarinya dan kembali melihat ke layar komputer, menghela napas dalam-dalam.
Ada sebuah perusahaan yang ingin bekerja sama dan meminta iklan untuk produk terbaru mereka, tapi Boss dengar dari ayahnya bahwa ada rumor tertentu tentang perusahaan tersebut yang dapat membawa nama buruk untuk perusahaannya jika mereka bekerja sama.
Rumor itu mengatakan bahwa perusahaan ini memiliki hubungan dengan mafia, dan Boss tidak ingin mengambil resiko menjadi bagian dari setiap bisnis underground. Dan menolak tawaran mereka juga sulit, karena ia harus memikirkan cara yang baik untuk menolak mereka dengan sopan, berarti ia tidak bisa hanya menulis 'saya, atas nama Sermsongwittaya Corp Advert, tidak bisa menerima tawaran anda karena adanya rumor tentang anda bekerja dengan mafia. Hati-hati, bye'. Boss membutuhkan alasan yang baik untuk menolak tanpa menghina mereka, dan ia harus berfikir dengan cepat.
" Sebenarnya, aku punya ide untuk menolak mereka ", ucap Fort dengan bangga. " Aku melihat di berita beberapa hari yang lalu bahwa Pingmuang Group dan Aydin Group sedang dalam konflik "
" Ya, aku juga sudah membacanya ". Boss menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya, memberikan perhatian penuh pada Fort.
" Sedangkan kita memiliki hubungan yang sangat baik dengan Aydin Group. Jadi kamu tahu kan apa maksudku? ". Fort melontarkan pertanyaan sambil mengangkat alisnya pada Boss. Mereka berpandangan satu sama lain dalam diam untuk beberapa saat dan Boss baru paham beberapa saat kemudian.
" Fort, kamu jenius! ", Boss berseru, melompat keluar dari kursinya dengan gembira dan berjalan ke sofa di mana temannya berbaring dengan nyaman. Tidak ada waktu bagi Fort untuk melarikan diri saat Boss menimpanya dengan tubuh berototnya. Dengan putus asa, Fort mencoba mendorong CEO-nya, tapi itu tidak membantu. Satu-satunya pilihan yang dimiliki Fort sekarang adalah menerima kenyataan bahwa dia akan tetap berada di bawah Boss seperti ini untuk sementara waktu — kedengarannya aneh, tapi oke — biarkan Boss memeluknya dengan rasa syukur. Boss selalu menjadi orang yang sangat ekspresif, dan Fort sudah terbiasa dengan hal itu selama bertahun-tahun, jadi dia tidak keberatan.
" Haruskah aku mentraktirmu makan siang karena membantuku menemukan jalan keluar? ", tanya Boss, suranya sedikit teredam karena kepalanya terkubur di leher Fort.
" Aku nggak bisa. Aku harus bertemu dengan Noeul ", Fort menolak dengan sopan, menepuk punggung Boss untuk memberitahunya bahwa sekarang dia benar-benar tidak bisa bernapas. Namun sedetik kemudian, Fort sadar dia tidak perlu melakukan itu karena setelah mendengar nama Noeul, Boss segera bangkit dan melotot kebingungan.
" Noeul ada di sini? ". Cara suaranya keluar terdengar terlalu antusias. Dalam pikirannya Boss menegur dirinya sendiri, membersihkan tenggorokannya dan mengulangi pertanyaan dengan suara yang lebih mantap kali ini. Fort memutar matanya, sudah hafal sikap sahabatnya itu.
" Nggak. Belum ", jawab Fort datar sembari melihat arlojinya. " Tapi dia akan di sana dalam sepuluh menit, jadi aku harus pergi sekarang "
Fort kemudian berdiri dan meluruskan kemejanya. Setelah dirasa cukup rapi dia menatap Boss yang terdiam menunduk. Ada apa dengan anak ini, pikir Fort. Tapi ia tidak peduli dan mulai berjalan ke pintu. Tangannya sudah di gagang pintu ketika Boss berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
