Tiga puluh satu Desember. Orang-orang sangat bersemangat untuk tahun baru yang akan datang, dan pasti sudah membuat rencana untuk malam ini. Beberapa akan merayakannya bersama keluarga, beberapa dengan kekasih mereka, beberapa dengan teman terdekat mereka, dan Boss... dia akan pergi ke pesta.
Tentu saja dia juga merayakan dengan teman terdekatnya karena sang CEO telah mengundang Ja, First, Sunny, dan Noeul ─ Fort tidak perlu karena dia panitia acara. Pada awalnya, Boss takut mereka akan menolak karena Fort bilang bahwa mereka berempat biasanya merayakan bersama, tetapi pada akhirnya semua orang setuju untuk pergi. First sangat gembira, Ja tidak terlalu, Sunny senang tapi tidak setingkat First, dan Noeul... sangat netral tentang hal itu. Boss merasa agak bodoh karena begitu bersemangat untuk mengundang mereka semua ketika Noeul hampir tidak menunjukkan antusiasme, tetapi First menyuruhnya untuk tidak keberatan.
Boss selalu cenderung cukup sentimental di hari terakhir setiap tahun, melihat kembali tiga ratus enam puluh lima hari yang berlalu begitu lambat tetapi begitu cepat pada saat yang bersamaan. Dia memikirkan semua hal yang telah terjadi selama setahun dan tentang semua perubahan yang dibawa tahun ini. Tahun ini, dia memikirkan banyak hal yang berhubungan dengan pekerjaan, karena perusahaan keluarganya maju dengan sangat baik dan Boss merasa sangat bangga pada dirinya sendiri.
Namun, dia tidak dapat menyangkal bahwa sembilan puluh persen pikirannya masih kembali saat bertemu First, Ja dan Sunny. Sementara Ja masih menatap Boss dengan tatapan tidak percaya dari waktu ke waktu, Boss benar-benar akur dengan First dan Ja. Agak lucu karena Boss selalu ingat pertemuan pertamanya dengan First ─ pria itu melemparkan tatapan setajam belati ke arahnya ketika Boss menawarkan untuk merawat Noeul saat si brunet pingsan. Dia berpikir bahwa sahabat Noeul itu akan membencinya selamanya, dan menjadi sebuah kejutan besar ketika mereka berdua mulai akur.
Setelah itu datang Sunny, yang awalnya tidak disukai Boss karena alasan yang tidak diketahui. Sekarang ketika Boss berdamai dengan perasaannya terhadap Noeul, dia tahu mengapa dia tidak terlalu menyukai Sunny, tapi selain itu, Boss sangat senang bisa bertemu dengan penari itu. Sunny dan dirinya menjadi teman begitu cepat, dan lagi-lagi mengejutkan Boss, bahkan Sunny adalah satu-satunya yang bisa Boss ajak keluar saat dia luang dan Noeul masih bekerja.
Dan kemudian ada Noeul. Pria yang pernah bertemu Boss di saat yang tidak baik. Kejadian kopi itu masih jelas dalam ingatannya, dan Boss ingat betapa marahnya dia saat itu. Saat itu, dia ingin membunuh Noeul di tempat, tetapi setelah mereka berpisah, Boss tidak pernah berpikir bahwa dia akan bertemu pria itu lagi, atau jatuh cinta padanya.
Dua bulan terakhir itu adalah perjalanan roller-coaster untuk Boss, tapi dia tidak menyesalinya sedikit pun. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia bisa merasakan bagaimana jatuh cinta berkat Noeul, dan Boss mendapati dirinya tersenyum sambil memikirkan seberapa jauh mereka telah melangkah.
Boss masih ingin menampar dirinya sendiri karena bertingkah seperti brengsek pada Noeul selama minggu-minggu pertama mereka saling mengenal, merasa malu dengan komentar seksualnya yang bodoh. Tapi sungguh, dia sangat ingin bercinta dengan Noeul, dan Boss berpikir jika dia bertindak dominan dan mengintimidasi, dia akan bisa membuat Noeul menyerah. Oh, betapa salahnya dia. Sekarang Boss sangat ingin kembali ke masa lalu dan menghapus kenangan saat dirinya membungkuk untuk mencium Noeul setelah malam pertama mereka keluar, karena kekecewaan di mata Noeul masih tergambar sangat jelas.
Saat itu, dia benar-benar bodoh, dan dia sangat membenci dirinya sendiri karena sangat mengecewakan Noeul. Dia senang bahwa mereka entah bagaimana menjadi teman baik seperti sekarang.
Lucu, betapa serakahnya Boss sebenarnya. Pertama, dia hanya menginginkan tubuh Noeul, lalu pengampunan, persahabatan, dan kepercayaannya, dan jika itu tidak cukup, sekarang dia juga menginginkan hati Noeul. Meskipun sang CEO sudah mendapat persetujuan Fort, dia masih merasa tidak pantas untuk Noeul.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
