Boss tahu kepalanya akan pusing jika ibunya memulai percakapan di pagi hari dengan 'ibu bicara dengan P'Cake hari ini'. Nama itu. Sahabat ibu Boss, sama-sama penggila acara selebriti.
Erangan keras yang keluar dari mulut Boss setelah mendengar ibunya dan meletakkan garpu di atas meja, meninggalkan kuenya untuk sementara waktu. Boss tahu bahwa kue bukanlah sarapan terbaik, tapi ia sangat membutuhkan sesuatu yang manis.
" Ada apa lagi sekarang? ", Boss bertanya, mempersiapkan diri untuk yang terburuk.
" Kamu tahu kalau dia sangat suka menonton berita selebriti sama seperti ibu, kan? Yah.. dia menelepon ibu pagi ini untuk memberitahu bahwa anak tersayangku muncul di berita pagi ini juga ", ucap wanita paruh baya itu, dengan suaranya yang rendah. Dia menuangkan segelas air dingin sebelum melanjutkan, " Ibu nggak tahu kamu makan malam dengan seseorang kemarin "
" Itu hanya makan malam biasa ", jawab Boss. Dia merasa kemarin tidak ada paparazzi, dan restoran itu cukup jauh dari rumah dan kantornya, tidak akan ada yang mengenalinya, tapi Boss tidak ingin berbohong kepada ibunya.
Jujur Boss sama sekali tidak peduli dengan keadaan sekitarnya malam itu. Tidak peduli juga jika misalnya ada paparazzi yang tidak ada bahan berita sehingga harus membuntuti Boss kemana pun ia pergi. Noeul adalah prioritas utamanya kemarin, dan ia benar-benar lupa bahwa ia harus berhati-hati dengan orang yang ingin mengambil gambar mereka sembarangan, yang akhirnya akan dikirim ke media.
" Kekasihmu? Atau teman? ". Ibu Boss sedikit mendengus dan memutar matanya.
" Teman. Noeul hanya seorang teman, bu ", ucap Boss. Namun kemudian ia teringat senyum sedih Noeul dan wajah kecewanya yang tidak membiarkan Boss tidur nyenyak sepanjang malam, disertai dengan kata-kata Noeul yang membuatnya terjaga sepanjang waktu.
Dia merasa bersalah tanpa henti karena membiarkan Noeul kecewa. Sebenarnya ia tidak harus merasa seperti itu ketika mereka berdua tidak mengenal satu sama lain. Noeul hanya seorang pria yang Boss ingin ajak bercinta, dan Boss bertekad untuk menjadi temannya dulu jika itu berarti Noeul akan tidur dengannya pada akhirnya.
Hal paling bijaksana yang bisa Boss lakukan adalah melepaskan mimpinya untuk membuat Noeul mendesahkan namanya di kamar tidurnya setelah kemarin ia menyadari Noeul tidak akan berubah pikiran tidak peduli apapun usaha yang Boss lakukan.
Namun, bukannya melepaskan, Boss hanya berpikir tentang bagaimana minta maaf pada Noeul.
" Ibu belum pernah mendengar nama ini sebelumnya " kata ibunya, menyipitkan matanya, masih curiga.
" Itu karena kita baru saja menjadi teman baru-baru ini ", Boss menjelaskan, kata itu masih meninggalkan rasa pahit di lidahnya. " Dari Fort "
" Oh, dia berteman dengan Fort? Kalau begitu dia pasti pria muda yang baik ". Ekspresi wajah ibunya segera berubah setelah mendengar nama Fort, dan Boss terkekeh. Gambaran tentang Fort yang diciptakan ibunya dalam pikirannya agak lucu, karena Fort adalah kebalikan dari yang ditunjukkan selama ini.
" Ya.. Begitulah " jawab Boss.
" Kamu harus memperkenalkannya pada ibu. Ibu ingin tahu orang macam apa yang berteman denganmu ". Wanita itu menelan tetesan terakhir air dalam gelasnya dan berjalan ke arah Boss. Sang CEO bahkan tidak terkejut ketika ibunya mengambil garpu dan memotong sepotong kue milik anaknya.
" Ibu bilang Boss harus memperkenalkan semua teman Boss? Teman Boss banyak bu. Itu konyol ". Boss menggelengkan kepala, mengambil garpu dari tangan ibunya ketika hendak memotong bagian yang lebih besar.
" Tidak semua temanmu. Hanya mereka yang 'makan malam berdua' denganmu ". Wanita paruh baya itu menekankan tiga kata itu, sambil tertawa pelan. " Selain itu, Fort pasti senang karena sekarang kalian punya teman yang sama "
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
