Noeul bangun keesokan paginya dalam pelukan kuat Boss, tubuh telanjang mereka saling menempel erat dengan kaki terjalin di bawah selimut. Ketika dia perlahan membuka matanya, dia tidak melihat apa pun selain dada Boss. Dia menekan ciuman ke dada yang kencang dan rileks dalam cengkeraman Boss, lalu senyum muncul di wajahnya saat pikirannya mengingat apa yang terjadi semalam. Noeul bahagia hanya memikirkannya, hatinya meledak kegirangan sambil memeluk Boss yang masih tidur, ingin merasakan lebih banyak kehangatan yang memancar dari tubuh yang lebih tinggi.
Dia ingat berpikir bagaimana bisa bangun di samping seseorang yang dicintai, menikmati hubungan seperti Ja dan First, dan sekarang dia tahu bagaimana rasanya memulai hari baru dengan pelukan kekasih. Pikirannya begitu tenang, hanya memikirkan Boss dan tidak ada yang lain.
" Noeul, Boss! Ayo bangun! ", teriak Fort. Noeul memutar matanya kesal karena Fort hanya berdiri di luar tenda mereka dan haruskah berteriak-teriak seperti orang gila? Noeul menghela nafas kesal saat melihat bayangan siluet Fort tepat di depannya.
Noeul mencari ponselnya dan buru-buru mencari nama Fort disana. " Apa harus teriak keras-keras, hah? Ini masih pagi, Fort! ". Noeul sedikit berbisik namun masih berusaha marah agar Fort tahu telah mengganggu paginya.
" Ya, ini udah sifatku. Lagian matahari sudah tinggi, Eul. Cepat bangun atau kalian kutinggal! ". Fort memutus sambungan begitu saja, membuat Noeul menggerutu.
Noeul cemberut tetapi memutuskan untuk mendengarkan Fort, siap melepaskan diri dari Boss tanpa membangunkannya. Tapi saat dia bergerak sedikit menjauh, sang CEO mengencangkan pelukannya dan membawanya lebih dekat lagi, bahkan melemparkan satu kaki ke pinggang Noeul untuk memastikan bahwa kekasihnya tidak dapat melarikan diri.
" Abaikan saja " kata Boss pelan, bergumam di atas kepala Noeul, lalu mencium si brunet di sana. Di bawah sentuhan Boss dan mendengar suara dalam dan seraknya, Noeul melupakan Fort dengan cepat, hanya fokus pada Boss.
" Selamat pagi ". Noeul menyapa Boss, mendongak dan bertemu dengan mata yang masih setengah tertutup. Boss tersenyum padanya, menyatukan kening dan hidung mereka bersentuhan. Noeul terkejut ketika jantungnya tidak berdetak kencang seperti sebelumnya setiap kali Boss menyentuhnya, atau bahkan menatapnya. Sekarang, jantungnya berdetak dengan tenang, napasnya juga teratur bahkan saat dia menatap lurus ke mata Boss. Dia merasa seperti berada di rumah, hanya karena pelukan Boss.
" Selamat pagi, Noeul ", bisik Boss dan napas hangat itu terasa di depan bibir Noeul, membuatnya merinding. Cara Boss menyebut namanya begitu sensual, Noeul suka suara Boss saat bangun tidur, terutama ketika namanya yang sedang diucapkan.
" Apa tidurmu nyenyak? ", tanya Noeul, meletakkan satu tangan di pipi Boss dan membelainya dengan lembut. Boss mendekatkan pipinya dan tersenyum lembut.
" Sangat " jawab Boss, dan detik berikutnya bibirnya menempel di bibir Noeul, menciumnya perlahan dan bergerak dengan kelembutan dan cinta. Noeul pun segera membalasnya, mengikuti cara Boss dan menempelkan bibirnya ke bibir kekasihnya secara sensual, menikmati kelembutan yang disampaikan. Noeul sebenarnya sudah lama memimpikan bibir penuh itu, dan sekarang saat akhirnya dia bisa merasakannya, Noeul akan menikmati setiap saat.
Boss kemudian naik ke atas Noeul, memperdalam ciuman, tidak bisa menarik diri. Noeul merasakan hal yang sama, mencium Boss dengan lebih bersemangat, lengannya melingkar di punggung tegap sang CEO, membawanya lebih dekat. Helaan napas lembut keluar dari bibir Noeul ketika tubuh telanjang mereka kembali bersentuhan dan tangannya bergerak lebih rendah, meluncur ke sisi Boss. Tetapi sesi percumbuan mereka terputus sekali lagi saat suara Fort menembus udara, " Ayolah! Ini sudah jam dua belas, kita harus pulang! "
Boss melepaskan diri dan mengerang, kepalanya jatuh ke ceruk leher si brunet. Noeul tertawa dan mengangkat tangannya ke rambut Boss, megusap kepala kekasihnya. " Dia benar, kita harus pergi ", bisik Noeul. Tidak peduli betapa dia ingin tetap seperti itu dan melanjutkan sesi bercumbu mereka, dia tahu bahwa mereka harus pergi. Lagi pula, Boss dan Fort mungkin masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan, Noeul tidak ingin egois.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
