Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Curahan Hati Brunet

252 30 4
                                        

Noeul berbaring di tempat tidurnya sementara First duduk dengan punggung bersandar ke dinding, jari-jarinya bergerak cepat melintasi keyboard. Suara samar dari televisi memenuhi udara bersama dengan suara ketikan First, dan keduanya menikmati keheningan yang nyaman saat mereka melakukan kegiatan masing-masing. Noeul tidak terlalu memperhatikan televisi lagi, dan sejujurnya dia telah berhenti fokus pada film beberapa waktu yang lalu meskipun dia menganggapnya menarik di awal. Namun, dia tahu jika First sedang melakukan sesuatu yang penting, dilihat dari ekspresinya yang sangat serius, dan Noeul tidak ingin mengganggunya, jadi dia hanya diam dan membiarkan matanya berkeliaran di sekitar ruangan.

Kedua bola matanya jatuh di bola kaca salju yang ada di meja samping tempat tidurnya, dan sudut bibir Noeul tertarik ke atas tanpa sadar untuk membentuk senyum manis saat dia mengambilnya. Setelah sedikit mengguncang benda bulat itu, salju putih di dalamnya mulai bergerak ke atas lalu perlahan jatuh ke tanah lagi. Dia mengulangi gerakan itu setidaknya selama tujuh kali sampai dia puas, bola matanya mengikuti kepingan salju-salju palsu. Ketika salju mengendap kembali, Noeul menatap keindahan rumah miniatur dengan empat pohon yang ada di dalamnya, mengagumi detail lanskap miniatur tersebut.

Bola kaca salju itu adalah hadiah natal yang dia dapatkan dari Boss saat mereka berada di kampung halaman Noeul, dan si brunet terus memainkannya saat ada kesempatan. Hal itu membuat Noeul terkekeh karena dia mengingat betapa gugupnya Boss saat mereka bertukar hadiah, jari-jarinya sedikit gemetar saat dia menusukkan bola salju ke tangan Noeul yang lebih kecil. Boss bahkan mulai mengoceh ketika si brunet terus menatap hadiahnya tanpa berkata apa-apa, takut Noeul tidak menyukainya, padahal kenyataannya ia sangat menyukainya.

Namun, Noeul juga tidak bisa mengolok-olok Boss, karena kenyataannya si brunet juga tidak merasa tenang saat itu. Sebelum Natal, Noeul sangat menantikan untuk memberikan hadiah itu pada Boss karena jika Noeul bisa mengatakannya, hadiahnya untuk pria tinggi itu adalah kesempurnaan. Soalnya, waktu pertukaran hadiah datang, Noeul takut Boss kecewa dengan pemberiannya, karena hadiah itu dimaksudkan untuk menjadi lelucon sejak awal. Noeul sebenarnya merasa tidak enak karena memberi Boss hadiah yang begitu jelek sementara sang CEO memberinya sesuatu yang sangat cantik dan menakjubkan, tetapi sudah terlambat untuk menukar hadiah itu dengan sesuatu yang berbeda.

Noeul masih merasakan kehangatan menyebar di sekujur tubuhnya saat bayangan senyum Boss muncul di benaknya dan mengingat perasaan lega yang datang setelah Boss mengatakan dia menyukai hadiah itu.

Akhir-akhir ini, Noeul banyak memikirkan Boss.

Dia telah memikirkan cara Boss tertawa dengan seluruh tubuhnya yang bergerak, bahkan terkadang sampai jatuh ke lantai. Setelah itu, Boss akan merasa malu karenanya, mungkin berpikir bahwa dia terlihat seperti orang idiot, dan dia akan menghindari mata Noeul untuk sementara waktu. Dan sementara Noeul mengakui bahwa Boss terlihat sangat konyol saat dia tertawa seperti itu, si brunet menganggapnya lebih imut daripada yang lainnya.

Noeul memikirkan betapa Boss peduli padanya, selalu memastikan bahwa dirinya baik-baik saja, apa pun situasinya. Berkat sifatnya yang begitu perseptif, dia memperhatikan hal-hal terkecil sekalipun. Misalnya, ketika Noeul menggigil, Boss segera bertanya apakah dia kedinginan dan memastikan untuk menghangatkan Noeul. Ketika mereka berada di luar ruangan, Boss membelikannya minuman panas, dan ketika mereka berada di dalam ruangan, Boss membawakannya selimut dan membuat teh hangat. Tindakan ini tidak hanya membuat tubuhnya terasa hangat, tetapi juga hatinya.

Dia telah memikirkan cara tiang bodoh itu selalu menemukan sesuatu untuk menggoda Noeul, sebagian besar mengolok-olok tinggi si brunet. Setelah mengucapkan beberapa komentar tentang Noeul yang pendek, Boss akan melangkah lebih dekat dengannya dan menertawakan bagaimana si brunet harus menjulurkan lehernya jika dia ingin melakukan kontak mata. Pada awalnya, Noeul merasa tidak nyaman dan menyebalkan, tapi sekarang dia entah bagaimana menyukai Boss yang menjulang di atasnya dengan seringai bodoh di wajahnya.

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang