Satu setengah bulan kemudian.
Mereka pindah ke apartemen yang dibeli Boss untuk mereka. Noeul sangat gugup karena dia sangat sadar bahwa ini adalah langkah besar dalam hubungan mereka. Dia tahu bahwa jika hidup bersama tidak berhasil, hubungan mereka kemungkinan besar akan berantakan, dan itu membuatnya merasa tidak hanya stres tetapi juga takut. Dia bahkan tidak ingin membayangkan aturan baru ini tidak berhasil, karena tidak bisa membayangkan masa depan tanpa Boss lagi, hatinya sakit memikirkannya.
Namun, sepertinya Noeul tidak mengkhawatirkan apa pun, karena hidup bersama berjalan dengan sangat baik. Noeul bahkan mulai belajar banyak resep baru karena dia ingin menyambut Boss dengan makan malam rumahan yang hangat setidaknya beberapa kali seminggu setelah sang CEO pulang kerja, dan dia terlalu menikmatinya ketika Boss memberinya ciuman penuh kasih setiap kali si brunet memasak untuknya.
Boss terkadang bekerja lembur, dan pulang sangat larut, tapi Noeul baik-baik saja dengan itu. Tentu saja dia ingin Boss berada di rumah dan menghabiskan waktu bersamanya, tetapi dia juga mengerti jika Boss perlu bekerja. Pria tinggi itu memiliki tanggung jawab dan hal-hal yang harus dia urus. Selain itu, mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama daripada sebelumnya ketika Boss harus pergi ke apart Noeul jika dia ingin bertemu dengannya setelah bekerja. Jadi, meskipun Boss pulang terlambat dan mereka hanya langsung tidur, Noeul tidak keberatan. Ia bersyukur dengan setiap detik bersama kekasihnya.
Noeul sering khawatir membayar tagihan karena apartemen baru mereka yang super bagus. Dia juga ingin membayarnya karena tidak ingin terlalu bergantung pada Boss. Masalahnya, Boss tetap membayar semuanya dan memberi tahu Noeul jika dia harus menghemat uang untuk hal-hal lain ─ seperti universitas misalnya. Jadi, mereka setuju Boss yang membayar tagihan dan Noeul membayar semester di universitas, walaupun si brunet masih berpikir itu tidak dibagi rata. Sang CEO membayar hampir semua hal, bahkan mengambil bagian dalam membayar setengah dari hutang Noeul setiap bulan. Awalnya si brunet merasa hanya hidup dari Boss, dan sang CEO cukup sulit menjelaskan bahwa jumlah uang yang dia bayarkan sama berharganya dengan selama ini yang Noeul bayarkan, karena niat mereka sama-sama baik.
Hal hebat lainnya tentang hidup bersama adalah mereka bangun bersama setiap pagi, anggota badan yang bergumul dan tubuh tertutup saat mereka saling berpelukan. Rutinitas mereka berkembang dalam waktu singkat. Boss lebih suka menghabiskan seluruh harinya dengan Noeul di tempat tidur mereka, berpelukan atau melakukan hal-hal yang lebih kotor, ciuman yang mereka bagikan sebelum berpisah membuat mereka berdua sangat bahagia sehingga mereka semangat menjalani hari di tempat kerja.
Teman-teman mereka juga sering berkunjung, terutama Sunny karena merasa agak kesepian dengan Pakfaii yang kembali ke China. Noeul dan Sunny masih bertengkar satu sama lain seperti biasa, sebagian besar waktu membuat Boss cemburu, tapi Noeul selalu segera menebusnya setelah Sunny pergi, jadi Boss tidak mengeluh berkepanjangan.
Semuanya kembali normal dan tidak ada lagi yang mengungkit kebodohan Boss di masa lalu. First satu-satunya yang masih menjaga jarak dari Boss, entah bagaimana masih tidak mempercayai pria itu bahkan setelah melihat Noeul bahagia di sisi sang CEO. Si brunet telah mencoba berbicara dengan sahabatnya, tetapi First tidak sepenuhnya mau mendengarkan. Boss sendiri mencoba untuk mendapatkan kembali kepercayaan First padanya, tapi sama sekali tidak berjalan baik.
Yang paling membuat Noeul selalu bersyukur tiap harinya adalah betapa baiknya ibu Boss padanya, selalu mengobrol dengannya dengan penuh semangat ketika wanita itu berkunjung. Pada awalnya Noeul gugup, tidak tahu harus memulai pembicaraan seperti apa dengan wanita berkelas itu, tetapi menjadi lebih baik seiring waktu meskipun dia masih berhati-hati dengan hal-hal yang dia katakan. Bahkan ada satu kali ibu Boss bertemu dengan nenek Noeul saat berkunjung secara kebetulan, dan itu berjalan baik. Bahkan Boss terkejut dengan perubahan perilaku ibunya, tetapi tidak mempertanyakannya, jauh di lubuk hatinya ia tahu jika ibunya tidak berubah. Wanita tua itu selalu seperti ini meskipun ada tembok tinggi yang dia bangun di sekitar dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
Fan-FictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
