Kertas yang tersebar di mana-mana di atas meja tidak cukup untuk menggantikan tempat tidur hangat dan bantal yang lembut, tapi itu juga tidak menghentikan Boss dari membiarkan kepalanya jatuh di atas meja dan tertidur di ruang tamu sekitar jam sepuluh malam, air liur menetes dari mulutnya yang sedikit terbuka dan jatuh pada dokumen. Namun, tidurnya terganggu tidak begitu lama setelah matanya tertutup. Suara yang membangunkannya tidak terlalu keras, hanya suara kursi yang mendecit di lantai.
Boss perlahan membuka matanya dan hanya menatap lurus untuk sementara waktu, melawan kantuk saat ia mencoba untuk memfokuskan penglihatannya, berkedip beberapa kali. Ketika dia menegakkan tubuhnya dan menggosok wajah dengan punggung tangannya, dia merasakan sesuatu jatuh dari punggungnya. Boss mengerutkan kening, bingung dan alisnya terangkat kaget ketika dia melihat selimut hitam di sofa di belakangnya. Bagaimana bisa ada di sini? Dia tidak ingat menyelimuti dirinya sendiri.
Tidak ambil pusing, Boss kemudian mengalihkan pandangannya dan tertuju pada dapurnya yang menyala. Tapi Boss kebingungan lagi, karena ia seratus persen yakin telah mematikan lampu dapur setelah membaringkan Noeul petang tadi. Boss bangkit dari sofa dan membiarkan selimut terjatuh sepenuhnya, menggosok matanya yang lelah saat dia berjalan ke dapur dengan langkah kecil, menyeret kakinya.
Matanya jatuh pada sosok kecil Noeul, yang duduk di kursi dan makan sisa pizza. Pria itu mengisi mulutnya dengan gigitan lain meskipun dia belum selesai makan potongan yang sudah ada di mulutnya.
Boss tidak habis pikir betapa lucunya Noeul, memasukkan beberapa potong pizza sekaligus ke dalam mulutnya yang kecil itu tanpa tersedak. Dan hal tersebut membuat kejantanan Boss berdenyut tiba-tiba. Entah kenapa itu membuat Boss sedikit marah pada dirinya sendiri karena memiliki pikiran jorok tentang Noeul. Anehnya lagi, Noeul tidak mungkin tau hal itu jika Boss tidak memberitahunya, tapi Boss merasa seperti dia mengkhianati kepercayaan Noeul lagi dengan pikiran mesumnya.
" Kenapa kamu nggak tidur? ", tanya Boss sambil bersandar di dinding karena dia merasa seolah kakinya akan ambruk jika dia terus menempatkan begitu banyak tekanan.
Noeul yang tidak melihat Boss datang, terkejut dan melompat di kursinya. Boss baru sadar bahwa itu adalah ide yang buruk karena tiba-tiba berbicara di tengah ruangan yang sepi karena Noeul mulai tersedak makanannya, dan Boss dengan cepat mengambil air di atas meja dan menyodorkan ke depan wajah Noeul. Setelah sempat panik dan sesak nafas, Noeul menghela nafas keras dan bersandar di kursi. " Kamu ngagetin tau! "
" Maaf ", ucap Boss dan duduk di kursi sebelah Noeul. Sebuah desahan lega keluar dari bibirnya dan rasa kantuk Boss sudah hilang sekarang. Tapi sebenarnya ia ingin bangun di pagi hari nanti, karena setelah ini dia pasti tidak bisa tidur sampai ayam berkokok dan pada akhirnya stres di kantor.
" Kamu harus tidur ", ucap Noeul.
" Kamu juga " Boss menyuruhnya kembali, tangannya merapikan rambutnya yang berantakan, sambil menutup matanya lagi sementara waktu. Tapi kemudian, Boss ingat selimut yang ada di atas tubuhnya ketika dia tidur di ruang tamu, dan matanya langsung terbuka, pastinya Noeul yang menutupinya dalam perjalanan ke dapur. Dengan segera sebuah perasaan hangat menyebar ke seluruh tubuhnya, dan Boss juga merasakan panas merayap ke wajahnya.
" Ahu apar ". Noeul mengambil pizza lain di tangannya dan memasukkan ke seluruh mulutnya seolah dia tidak tersedak sedetik yang lalu.
" Tuhan, jangan bicara dengan mulut penuh ", ucap Boss saat melihat potongan pizza yang keluar-keluar dari mulutnya. Lalu Boss mengambil tisu dan mengusap bibir Noeul, memastikan agar makanan itu tidak jatuh mengotori piyamanya. " Aku nggak ngerti kamu bilang apa "
" Aku bilang... " Noeul menelan potongan pizza terakhir sebelum melanjutkan, " Aku nggak bisa tidur kalau aku lapar "
Boss hanya bergumam sebagai jawaban, membiarkan matanya menutup lagi. Dia sudah tidak mengantuk lagi karena keterkejutan satu menit yang lalu masih belum menghilang, tapi matanya sangat sakit karena terbuka begitu lama. Dia sudah memeriksa dokumen yang diberikan Fort sejak kemarin, dan matanya perih setelah membaca ribuan kata. Siapa yang akan menduga akan terjadi begitu banyak hal selama enam hari perjalanan panjang ke China.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
