Pesta berakhir beberapa jam kemudian, ketika semua orang mabuk atau terlalu mengantuk. Satu-satunya yang tinggal di tempat terbuka di samping danau adalah Noeul dan Boss, beralas selimut di tempat yang sama persis seperti terakhir kali. Mereka tidak tidur, hanya berbaring di pelukan satu sama lain dan menatap langit malam yang indah. Mereka diam, tidak mengatakan apa-apa, keduanya puas hanya dengan bersama.
Lalu Boss bertanya secara acak, " Jam berapa sekarang? "
" Aku nggak peduli ", bisik Noeul kembali, bahkan tidak berusaha bergerak dan mencari ponselnya.
" Penting, tolong lihat aja " desak Boss. Noeul mengerang tetapi melakukan apa yang diminta. Ia melepaskan diri dari Boss dan meraih ransel yang tergeletak di samping mereka. " Dan seharusnya ada amplop, tolong keluarkan juga ". Noeul memutar matanya, tidak senang saat momen mereka hancur. Ketika dia hendak menyerahkan pada Boss, pria itu menghentikannya. " Amplop itu untukmu, itu adalah hadiah ulang tahun dariku "
" T-Tapi kau sudah memberiku hadiah ulang tahun? ", ucap Noeul, tiba-tiba tidak begitu yakin, sambil menjulurkan jarinya.
" Itu bukan dariku ", lalu, dia menunjuk ke amplop. " Ini dariku "
" Baiklah.. ". Noeul mengangguk dan meletakkan ponsel di atas selimut, dengan hati-hati membuka amplop. Dia bertanya-tanya apa yang diberikan Boss kepadanya, karena... Di dalam amplop? Apakah Boss memberinya surat dengan puisi romantis? Mereka pernah membicarakannya, dan Noeul pernah berkata jika dia ingin merasakan mendapat surat cinta dari kekasihnya, dan dia tidak terkejut jika Boss mengingatnya, ingatan pria itu terlalu bagus.
" Aku nyalakan senter dan kamu bisa membacanya " kata Boss, mengambil ponsel dan mengarahkan cahaya ke atas amplop.
Si brunet mengeluarkan surat itu dan membukanya, dengan cepat memindainya sebelum dia benar-benar membacanya. Hanya butuh sepuluh detik sebelum dia melihat ke arah Boss dengan waspada, mulutnya terbuka lebar saat dia berteriak, " Apa ini?! "
Boss sedikit tersentak tetapi ada senyum di wajahnya saat dia menjawab, " Dulu kamu pernah bilang kamu ingin kembali ke universitas "
" Nggak, bukan. Itu sudah bertahun-tahun. Dosen nggak akan mengingatku ". Noeul menggelengkan kepalanya. " Dan aku nggak mau kembali kalau kamu menggunakan kekuasaanmu untuk membantuku- "
" Kamu benar, mereka nggak mengingatmu waktu aku memberi tahu namamu. Tapi kemudian aku menunjukkan kepada mereka rekamanmu bermain piano dan bernyanyi, dan mereka ingat. Mereka setuju untuk menerimamu kembali jika kamu lulus tes. Jadi, semuanya terserah padamu. Aku nggak pakai kekuasaan apapun. Lagipula kamu nggak membutuhkannya, kamu berbakat ". Boss tersenyum lebar, kemungkinan besar menikmati wajah Noeul yang berubah-ubah, bingung, lalu terkejut, sempat tersadar, lalu mengernyit kebingungan lagi.
" Aku nggak punya uang untuk itu. Aku masih melunasi hutang, dan- "
" Aku akan membantumu "
" Aku benci berhutang pada siapapun, termasuk dirimu ". Noeul mengerutkan kening, mencoba memasukkan surat itu ke tangan Boss, tetapi yang lebih tinggi segera menghindar. " Aku serius Boss "
" Dengarkan sebelum kamu menolak ide itu sepenuhnya, oke? Tahun ajaran baru masih beberapa bulan lagi, dan kuliah masih aktif tahun depan. Sampai saat itu, kamu bisa menabung. Dan dalam hal ini aku sebagai kekasihmu, tunangan lebih tepatnya, aku juga berkewajiban membantumu. Jadi kita bagi dua. Gimana? Kamu setuju dengan ide itu? ". Melihat ekspresi yang tidak begitu setuju di wajah Noeul, Boss mencoba membujuk lagi, " Setelah punya ijazah, kamu dapat menemukan pekerjaan yang jauh lebih baik, Eul. Jika kamu sangat terganggu dengan aku membayar bahkan hanya setengahnya, kamu bisa membayarku kembali ". Noeul tahu pada akhirnya Boss juga tidak akan menerima uang darinya dengan alasan-alasan yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
Fiksi PenggemarSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
