Semua orang dapat mengatakan jika Boss sangat gugup hanya dengan melihatnya sekilas. Pria itu tidak tenang di kursinya dan menjilati bibirnya setiap sepuluh detik, tangannya bermain dengan tisu di atas meja, menghibur diri. Tapi siapa yang bisa menyalahkannya jika dirinya stres ketika lima pasang mata menatapnya dengan kilatan harapan atau tatapan membunuh.
Boss adalah seorang pebisnis, CEO sebuah perusahaan periklanan, yang berarti dia telah melakukan banyak pertemuan dengan orang-orang yang tidak selalu menyenangkan, bahkan ada yang sangat kasar. Boss lihai berurusan dengan mereka, pengalaman selama bertahun-tahun. Namun, tidak peduli berapa lama ia berkecimpung dalam bisnis ini, karena semuanya menjadi tidak berguna saat semua teman Noeul menatapnya, menunggu.
First melemparkan tatapan belati ke arahnya dari seberang meja, bibirnya cemberut dan terus mengerutkan kening pada sang CEO sementara Sunny juga terlihat demikian, tiada beda. Ja sendiri sabar menunggu dengan wajah kosong tapi matanya berbahaya seolah mengatakan pada Boss 'lebih baik kamu tidak membuatku kesal jika kamu ingin hidup'. Peat menatapnya penuh harap, tapi masih dengan kepahitan di dalam matanya yang besar. Fort di sisinya menatapnya dengan rasa ingin tahu. Ia menepati janjinya untuk berdiri di samping Boss apapun yang terjadi.
Suasana sangat tegang, bahkan mencekik, dan Boss mendapati dirinya takut hanya untuk membuka mulutnya, seolah ada benjolan di tenggorokannya ketika dia melirik duo penari yang saat ini membunuhnya dengan mata garang mereka. Tetap saja, dia lebih takut pada Ja daripada mereka, meskipun dia yakin Sunny dan First siap membunuhnya sama seperti itu.
" Jadi, kenapa kita di sini? ". Ja angkat bicara setelah lima menit dalam diam. " Aku harus segera kembali bekerja "
" Yah, uhm... Aku- ". Boss menegur dirinya sendiri di kepalanya, sadar jika kegagapannya hanya membuat kesan buruk. Boss harus yakin dengan semua yang dia katakan jika dia ingin dianggap serius. Semua orang selain Fort -dan mungkin Peat- sudah kecewa berat, dan mendapatkan kembali kepercayaan mereka akan lebih sulit daripada berdebat dengan klien yang keras kepala. Boss kemudian berdeham dan mulai lagi, mencoba mengendalikan suaranya kali ini, " Aku ingin bicara- "
" Kamu nggak bicara apa-apa dari tadi "
" -tentang Noeul ". Boss menyelesaikan dan mencoba untuk tidak terlalu terpengaruh oleh ucapan pahit First.
" Oh, benarkah? Jangan bilang- " Ucapan First terputus ketika Ja menendangnya di bawah meja dengan agak kuat. First sepertinya ingin meneriakkan ribuan hal pada Boss bahkan sebelum sang CEO mengucapkan lebih dari satu kalimat, namun tatapan runcing pacarnya membuat si penari terdiam. Boss merasa Ja sedikit membelanya dan terenyuh dengan hal itu, tapi saat sang koki kembali memandangnya, ekspresi kosong tapi berbahaya itu kembali di wajahnya. Boss sama sekali tidak habis pikir.
" Bicara apa lagi? ", tanya Ja dengan suara monoton. Tapi menurut Boss lebih seperti karakter film horror.
" Aku tahu aku mengacau, tapi aku benar-benar mencintai Noeul- "
" Cinta, pantatmu ". Kali ini Sunny yang mendengus mendengar kata-kata Boss dan melengos. Sunny benar-benar kesal, dan sang CEO tidak lagi peduli itu. Semuanya harus di selesaikan sekarang.
" -dan aku ingin benar-benar bersamanya ", ucap Boss final, dan sedetik kemudian First angkat bicara lagi.
" Aku pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya, dan lihat di mana kita sekarang ", gumamnya, dan meskipun agak tenang, namun cukup membuat Boss menutup mulut rapat-rapat. Tatapannya beralih dari Sunny ke First, pria itu menatapnya dengan tatapan yang sama seperti beberapa bulan yang lalu ketika mereka pertama kali bertemu, penuh kebencian dan frustrasi.
" Jangan kekanak-kanakan, biarkan dia bicara," Ja menoleh ke First, kali ini tidak menendangnya, hanya mengerutkan kening pada pacarnya.
" Aku nggak kekanakan " First langsung membela diri, mengalihkan pandangannya dari Boss untuk melihat Ja. " Aku hanya menyatakan fakta "
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
