Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Larangan

224 33 4
                                        

" Selamat untuk acara comebacknya, ya ", ucap Noeul sambil memeluk Pakfaii. Setelah pertunjukan comeback selesai, mereka berlima kembali ke belakang panggung. Sekarang mereka punya waktu untuk mengobrol, manajer Pakfaii menjadi lebih tenang setelah seluruh pertunjukan selesai, dan mereka jadi paham alasan kesensiannya di awal.

" Terima kasih banyak. Kalian juga sudah menyempatkan waktu kalian untuk datang ", jawab Pakfaii. Selalu dengan kalimat formalnya.

" Nggak. Ini semua karena para fans. Mereka nggak berhenti teriak mendukungmu ". Peat menambahkan.

" Kalian semua udah bekerja keras. Sekali lagi selamat ", sahut Ja. Tanpa babibu langsung menghampiri First dan memberikan botol minuman untuk kekasihnya yang masih mengatur nafas duduk di kursi belakang.

Pakfaii mengamati kedua pasangan itu sambil tersenyum simpul. Noeul melihat perubahan raut wajah sang penyanyi dan berinisiatif mengambil botol minum yang sudah disediakan manajer lalu memberikannya pada Sunny.

" Saatnya beraksi, bigboy ", ucap si brunet. Awalnya Sunny bingung dengan sikap Noeul, penari itu juga sama lelahnya dan sedang mengatur nafasnya. Tapi saat si brunet menaikkan alisnya, menunjuk ke arah First dan Ja, dia baru paham dan dengan sigap mengahampiri Pakfaii.

" Umm.. Kamu pasti haus. Ini, minum dulu ", kata Sunny.

" Te-terima kasih ", jawab Pakfaii malu-malu.

" Fai, gimana kamu bisa berani mencium Sunny waktu itu? ", sahut Noeul blak-blakan. Pakfaii yang sedang minum tentu saja langsung tersedak. Membuat semua orang disana khawatir terutama Sunny yang langsung memukul kepala Noeul.

" Pendek, jangan bertanya mendadak begitu! Kalau ada apa-apa sama Fai kamu tanggung jawab ya ", ucapnya sedikit marah.

" Iya iya maaf ".

" Pakfaii, kita bicara sebentar ", panggil sang manajer.

" Ya ", jawabnya cepat lalu meletakkan minumannya di atas meja. " Aku keluar sebentar ", sambungnya lagi. Namun sepertinya Pakfaii seolah hanya berpamitan dengan Sunny dan dibalas anggukan pelan.

Setelah Pakfaii keluar, yang lain kembali mengobrol satu sama lain, dengan sabar menunggu sang penyanyi kembali. Di antara obrolan mereka, seorang penari wanita tak lama kemudian muncul, mengganggu percakapan mereka dengan sopan. Noeul melihat ke arahnya, wajahnya terlihat imut dengan mata besar. Dia agak pendek jadi ketika dia berdiri begitu dekat dengan anggota kelompok teman mereka yang lebih tinggi, dia terlihat kecil.

" Hai! ", sapanya, berdiri di antara First dan Sunny. " Apa kamu ingin pergi ke pesta bersama kami, First, Sunny? Aku dengar akan ada koreografer dari luar negeri juga! ". Noeul mendengus. Tidak suka dengan cara wanita itu menggandeng lengan First dan Sunny.

" Ah, benarkah? Kalau gitu- " First terlihat bersemangat, tetapi dia berhenti di tengah kalimat seolah mengingat sesuatu. Penari itu melihat ke samping, dan Noeul mengikuti garis penglihatannya, matanya tertuju pada Ja. Si koki melihat gadis itu dan First bergantian, dan Noeul bisa melihat emosi berputar-putar di matanya yang besar. Semua orang terdiam dan tiba-tiba ada ketegangan di udara yang bisa dirasakan semua orang di samping si penari wanita.

First kemudian melihat kembali gadis itu dan berkata, " Aku sudah berjanji pada Ja kita akan merayakannya bersama- "

" Nggak, nggak apa-apa ". Ja angkat bicara, memberi First senyum yang jelas-jelas dipaksakan. " Aku akan pulang dan tidur saja, aku juga cukup lelah ". Pembohong, pikir Noeul. Ja pernah memberitahunya belum lama ini bahwa dia sudah merencanakan banyak hal setelah comeback Pakfaii selesai dan hanya ingin pulang, merayakannya bersama First, mengobrol dan begadang sepanjang malam. " Uhm, aku akan pergi sekarang. Bersenang-senanglah ".

BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang