Boss hendak memeriksa dokumen yang diberikan Fort padanya hari ini sebelum Fort meninggalkan rumah Boss dengan First kemarin, ketika dia mendengar gemerisik selimut di belakangnya, dan sang CEO berbalik dari kursi untuk melihat orang yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
" Syukurlah " ucapnya ketika ia melihat Noeul meringis saat cahaya dari lampu mengenai matanya. Si brunet membiarkan kelopak matanya menutup sekali lagi ketika dia mengubur kepalanya di bantal untuk menyingkirkan cahaya mengganggu yang meneror matanya, meringkuk menjadi bola dan membungkus dirinya lebih ketat.
Boss bertanya-tanya jika Noeul memutuskan untuk tetap tidur, karena ekspresinya melembut seakan sudah nyaman di tempat tidur Boss. Pria yang lebih tinggi hanya menghela nafasnya, terus bersabar hingga Noeul sadar sepenuhnya, mengatakan pada dirinya sendiri kalau Noeul sekarang perlu tidur lebih lama. Boss siap untuk kembali ke pekerjaannya dan membiarkan si brunet istirahat, tapi kemudian tiba-tiba mata Noeul terbuka lebar dan terduduk dalam hitungan detik. Pandangan mereka bertemu, dan Boss menatap wajah ketakutan Noeul. " Apa yang kamu lakukan di sini? "
" Ini adalah rumahku ". Boss tersenyum ketika ia meletakkan pena di mejanya dan bangun dari kursi, berjalan ke tempat tidur king size nya dan duduk di tepi. Dia memastikan untuk tidak terlalu dekat dengan Noeul, tidak ingin menakut-nakuti si brunet.
" Lalu apa yang kulakukan di rumahmu? ", tanya Noeul, tampak memegangi selimut erat-erat. Kontak mata mereka berakhir ketika Noeul memindai ruang asing dimana ia berada sekarang. Dia tampak agak tidak nyaman dan gugup, tapi Boss tidak bisa menyalahkannya. Bangun di rumah orang asing tanpa mengingat bagaimana ia sampai di sini pasti stres.
" Kamu... "
" Dan ini bukan bajuku. Di mana celanaku?! " Noeul berseru, karena menemukan dirinya tidak mengenakan apa-apa kecuali celana pendek hitamnya dan kemeja putih polos yang pasti bukan miliknya, karena terlalu besar untuk tubuhnya. Boss membuka mulutnya hendak menjelaskan, tapi Noeul tidak membiarkannya. Ia melempar selimut dan berdiri dari tempat tidur. " Apa kamu benar-benar seorang pembunuh berantai mesum atau- "
Boss mengawasi Noeul yang tersandung selimut dan kehilangan keseimbangan, tubuhnya hampir jatuh ke lantai jika saja Boss tidak cepat menangkapnya sebelum Noeul bisa melukai dirinya sendiri.
" Apa kamu mencampur obat tertentu dan memasukkan ke makananku atau- "
Noeul membisikkan pertanyaannya karena seluruh dunianya terasa berputar, dan pandangannya tidak jelas. Meskipun anggota tubuhnya terlalu berat, Noeul mencoba untuk mendorong sang CEO menjauh darinya, tapi Boss bahkan tidak bergeming. Noeul mulai panik saat yang lebih tinggi mengangkat dan menempatkannya kembali di tempat tidur, membungkus Noeul dengan selimut sekali lagi.
" Jangan bergerak dulu, kamu masih lemah ", ucap Boss, mengabaikan protes Noeul saat ia bergerak-gerak di dalam selimut. " Dokter bilang kamu harus tetap di tempat tidur setidaknya dua puluh empat jam "
" Dokter apa? Kamu... permainan gila apa yang kamu mainkan? ", tanya Noeul, ketakutan mulai terdeteksi dalam suaranya dan ia menggelinding ke sisi lain tempat tidur, membuat jarak yang semakin besar dengan Boss. Memang benar bahwa ia tidak merasa cukup kuat untuk berdiri lagi, atau melarikan diri dari kasur karena kakinya tampak tidak berguna sekarang, tapi ia masih perlu untuk menjaga dirinya sejauh mungkin dengan pria tinggi itu.
Melihat bagaimana si brunet yang ketakutan, Boss yakin bahwa Noeul benar-benar berpikir bahwa Boss adalah pembunuh berantai dengan niat jahat. Benar-benar konyol. Boss ingin tertawa atas kebodohan Noeul, tetapi itu hanya akan membuat si brunet lebih ketakutan.
" Aku bukan pembunuh berantai, dan aku nggak memberimu obat apapun ", ucap Boss setenang mungkin. Dan hal tersebut sedikit berhasil membuat Noeul tampak santai. Tapi dia masih terus melihat Boss dengan kecurigaan, jadi Boss memutuskan untuk menambahkan, " Kamu pingsan di restoran. Kami ingin menelepon ambulans untukmu, tapi untungnya, salah satu pelanggan adalah seorang dokter dan memeriksamu "
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanfictionSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
