Boss berfikir bahwa Sunny bukan pria yang buruk, setelah ia menghabiskan waktu empat puluh menit bersama yang lebih muda. Meskipun dia berpikir bahwa tidak mungkin mereka berdua bisa bergaul untuk beberapa alasan, namun mereka berteman dengan satu sama lain dengan sangat cepat. Ini sangat aneh, karena Boss bahkan tidak ingat apa yang membuat es diantara mereka mencair, tapi dia bersyukur untuk apapun alasannya.
Setelah Fort berhasil mempermalukan Boss di depan semua orang, memberi tahu mereka tentang keterampilan membaca arah yang buruk dan menambahkan beberapa cerita dari masa lalu, Boss berpikir bahwa dia harus minum untuk mengurangi rasa malunya dihadapan teman-temannya. Tapi apalah daya, janji yang ia buat dengan ibunya jauh lebih berharga daripada harga dirinya.
Boss menikmati bercengkerama dengan semua teman Noeul, bahkan Ja, meskipun orang itu masih cukup tidak ramah padanya sesekali setiap kali Boss memeperhatikan Noeul. Namun, sang CEO tidak kuasa menahan kedua matanya, menatap Noeul yang sialannya begitu menawan malam ini.
Dia mengenakan celana jeans ketat sehingga Boss yakin peredaran darah di kaki ramping itu tidak akan mudah. Dan Boss benar-benar tidak ingin menatap Noeul, takut si brunet akan merasa tidak nyaman di bawah pandangannya setelah membuat keadaan bahwa ia tidak tertarik pada Boss sedikit pun, tapi kehendaknya tidak cukup kuat dan diam-diam melirik atau sesekali memeriksa bagian belakang Noeul, namun sedetik kemudian merasa bersalah lagi.
Tapi bukan hanya kaki dan pantat yang terlihat oleh Boss. Sang CEO hanya tidak bisa menempatkan matanya dengan benar, dengan tulang selangka yang terpampang karena kemejanya yang longgar, leher halus yang mengemis untuk ditutupi dengan cupang, dan juga bibir mungil yang kini sedikit merah. Noeul sangat menarik dan Boss masih kecewa karena sama sekali tidak bisa menyentuh pria mungil itu.
Boss yakin bahwa dia bukan satu-satunya yang melihat Noeul demikian. Bayangan tentang seseorang yang akan mendekati Noeul dengan niat untuk membawanya pulang membuat Boss merasa sangat tidak nyaman.
Selain melihat Noeul dari sudut matanya dan benar-benar menikmati grup teman barunya, Boss benar-benar bahagia karena ia akhirnya bisa melihat kompetisi dance nasional dengan matanya sendiri. Noeul benar mengatakan padanya untuk tidak terlambat. Karena sekarang orang-orang terus berdatangan sampai gedung itu akhirnya penuh sesak,dan Boss berterima kasih mereka semua telah berada di sini sebelumnya karena tidak mungkin mereka bisa melalui kerumunan untuk sampai ke depan panggung jika mereka datang terlambat.
Boss juga memperhatikan dua penari di sampingnya yang awalnya bercanda dan mengolok-olok keterampilan membaca arah Boss sebelumnya, berangsur-angsur menjadi tenang, tidak berpartisipasi dalam percakapan yang lain dan mata mereka hanya tertuju pada para penari di atas panggung sepenuhnya. Tidak perlu seorang jenius untuk menyadari bahwa Sunny dan First semakin gugup setiap detiknya. Boss tidak bisa memberikan hiburan apapun untuk membuat mereka rileks, jadi dia hanya berdiri canggung di samping mereka tanpa kata.
Sebenarnya mereka tidak perlu dorongan apapun dari Boss, karena mereka berdua memiliki seseorang yang khusus memberi mereka dukungan. First sedari tadi hanya mengobrol dengan Ja, memegang tangan kekasihnya dengan erat saat dia mengamati lawannya. Ja hanya membiarkan tangannya diremas sebanyak yang dibutuhkan First, sesekali membisikkan sesuatu, membuat First tersenyum dan berbisik kembali.
Sedangkan Sunny, ada Noeul di sampingnya. Mereka tidak berpegangan tangan ─ tentu saja , tapi mereka berdua benar-benar dekat satu sama lain, tidak ada ruang yang tersisa di antara mereka. Tidak seperti Ja yang membisikkan hal-hal manis ke telinga First secara diam-diam, Noeul tidak mengecilkan suaranya. Dia membuat lelucon dan mengabaikan para penari di atas panggung hanya untuk membuat Sunny merasa lebih percaya diri, dan itu bekerja. Dari waktu ke waktu, Noeul sering terlihat bersandar di bahu Sunny dan mulai bergumam sesuatu, tentang keinginannya melihat teman-temannya menari, mengatakan betapa dia tidak akan mengedipkan matanya dari panggung untuk melihat koreografi yang ia dan First telah kerjakan begitu lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
BELOVED ENEMY (BOSSNOEUL)
FanficSetiap orang di sekitar Boss selalu mengatakan bahwa cinta itu ada di sekitar kita, dan kita akan menemukannya, tapi mereka semua salah! Satu-satunya yang Boss temui adalah bajingan pendek yang menabrak Boss di suatu pagi dan menumpahkan kopinya saa...
