Sore itu Jihoon sudah kembali memainkan game kesukaannya di ponselnya. Berusaha buang jauh-jauh seluruh rasa sedih yang membuatnya hampir tak nafsu makan beberapa hari belakangan. Seharian ia berbaring di ranjangnya sambil bermain ponsel dan seharian ini pula ia berhasil bertahan tanpa air mata setetes pun.
Ia melirik ke arah pintu saat mendengar suara handle pintu. Junkyu masuk dengan wajah lelahnya. Jihoon mengernyit, tumben sekali suaminya itu pulang sebelum pukul lima. Namun Jihoon berakhir kembali fokus pada ponselnya, sebelum akhirnya mematikannya.
"Pak, mau kemana lagi," tanyanya begitu ia duduk dan menatap Junkyu yang terlihat grasa-grusu melepas jas serta jam tangannya.
"Mandi," jawabnya singkat. "Kenapa, mau ikut?" tambahnya lagi sambil menoleh pada Jihoon yang dibalas Jihoon dengan wajah malas.
"Terus abis itu mau kemana?"
Junkyu tampak berpikir sejenak. "Harusnya gak kemana-mana, di rumah aja," katanya kemudian berlalu memasuki kamar mandi.
"Tunggu!" seru Jihoon sebelum Junkyu sempat menutup pintu, buat Junkyu akhirnya menunda niat menunggu apa lagi yang istrinya itu inginkan. "Ikut," Jihoon segera turun dari ranjang, menyusul Junkyu ke dalam kamar mandi.
Junkyu mengendikkan bahu merasa aneh dengan sikap istrinya. Padahal ia hanya bercanda karena Jihoon bertanya, tapi masalah juga baginya jika Jihoon memang mau. Junkyu batal mengunci pintu-karena toh tak akan ada yang masuk sembarangan ke kamarnya.
Junkyu lantas menyalakan keran air dan menyiapkan bathtub untuk berendam, sedangkan Jihoon hanya menunggu sambil berjongkok di samping bathtub yang lebarnya bahkan muat untuk tiga orang. Jihoon memainkan air yang mulai memenuhi bathtub, memastikan suhunya pas untuk berendam.
Jihoon memasukkan sabun beraroma bunga segar. Tak tunggu lama Jihoon lantas masuk ke air. "Ahh..., ternyata berendam itu enak ya," ucapnya pelan seraya perlahan menenggelamkan diri ke dalam bathtub. Junkyu meraih tubuhnya, mencegahnya dari menenggelamkan diri dan posisikan Jihoon agar bersandar pada pinggiran bathtub-bersebelahan dengannya.
"Aku bisa sampe ketiduran kalo gini," katanya lagi seraya mulai memejamkan mata.
"Saya juga pernah ketiduran."
"Hah?!" Jihoon membuka mata dengan raut terkejut menatap Junkyu. "Jangan-jangan selama ini kamu mandi sambil tidur makanya lama," tudingnya dengan telunjuk menunjuk wajah Junkyu dan mata menyipit curiga. Junkyu menurunkan telunjuk Jihoon.
"Dulu, cuman sekali dan gak lagi. Gak baik di air lama-lama, kita bukan mahluk air."
Jihoon berdecak lidah. Agak menyebalkan juga mendengar jawaban suaminya itu.
Jihoon kemudian hanya diam memandangi Junkyu yang terlihat tak acuh pada sekitar. Merasa keasingan sebuah sunyi, Junkyu lantas menoleh pada Jihoon. Sementara Jihoon tetap diam dan kokoh menatap suaminya.
"Jangan diam aja, kamu aneh kalau diam saja begitu," ucap Junkyu tiba-tiba, buat Jihoon kerutkan kening dengan sebal.
"Kenapa aneh?"
"Berasa bukan Jihoon. Kamu biasanya banyak bicara. Saya lebih suka kamu yang crewet."
Mendengar jawaban itu Jihoon lantas mengembangkan senyum. "Kenapa, suaraku bagus ya, kamu kangen suaraku ya," ucap Jihoon buat Junkyu lepaskan tawa. Melihat bagaimana istrinya itu kembali pada sifat aslinya membuatnya merasa begitu lega.
"Iya, suaramu manis. Kenapa kamu gak mulai banyak bicara lagi seperti biasanya."
Jihoon tak menjawab. Ia hanya kemudian kembali bersandar pada pinggiran bathtub. Moodnya memang rusak sejak kepergian ibunya. Rasanya ingin bicara saja berat untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Love [ kyuhoon ]
FanfictionB O Y S L O V E [ COMPLETED ] Tujuan awalnya adalah untuk memanfaatkan uang yang dimiliki suaminya untuk pengobatan ibunya dan juga untuk memperbaiki keuangannya yang kian memburuk setelah kepergian ayahnya. Namun kini perasaannya justru terbuai aka...
![Sweet Love [ kyuhoon ]](https://img.wattpad.com/cover/315634225-64-k31676.jpg)