Sebelumnya... (mundur sedikit ke gimana Doyoung menuin Junkyu yang mabuk)
"Pokoknya gak ada yang boleh tahu, termasuk Jeongwoo, terutama Kakak gue," ujar Doyoung kembali memperingati kedua temannya untuk menyimpan malam ini hanya untuk mereka bertiga.
Mashiho di belakangnya sana berdecak. "Gue gak ikutan ya tapi, gue gak tertarik sama miras," sahutnya malas. Jika bukan karena Asahi yang setuju ikut Mashiho tak akan sudi berada di tempat seperti ini.
Sebuah kedai di pinggir kota yang diam-diam sediakan minuman keras dan tanpa syarat mau melayani anak remaja seperti mereka. Ilegal memang, tapi bisnis kecil itu berjalan. Mashiho masih bertanya-tanya akan bagaimana kawannya itu menemukan tempat seperti ini namun jika melihat kembali pada pergaulan Doyoung, ia tak akan lagi terkejut jika setelah ini anak itu menemukan bandar narkoba.
"Gue mau makannya aja deh, laper banget abis kerja," Asahi ikut mengeluh.
Mencoba minuman beralkohol itu bukan jadi yang pertama bagi mereka dan Asahi tidak menyukainya. Ia hanya ikut demi makanannya yang kata Doyoung juga enak di sini.
Mendengar keluhan kedua temannya itu Doyoung hanya bisa berdecak kecewa tanpa bisa memaksa. Saat memasuki kedai, tempat itu lumayan sepi. Mereka lantas memilih meja dan duduk bertiga bersiap untuk memesan. Asahi dan Doyoung sudah fokus pada daftar menu tapi Mashiho justru teralihkan perhatiannya ke sudut lain ruangan.
"Eh Doy, itu Kakak lo bukan sih," ucap Mashiho masih fokus menatap pria berjas rapi yang terlihat sudah memejamkan mata di sudut belakang ruangan. Doyoung dan Asahi langsung kompak menoleh ke arah yang ditunjuk Mashiho.
"Eh iya ada mantan gebetan," celetuk Asahi begitu kenali Junkyu.
Sementara Doyoung justru kerutkan kening begitu melihat keberadaan kakaknya di tempat seperti ini. Untuk apa? Dan bagaimana bisa kakaknya itu tahu tempat ini? Begitu banyak keanehan. Doyoung lantas bangkit dan perlahan hampiri kakaknya. Kedua temannya mengikuti dari belakang dengan langkah mengendap, berusaha pastikan bahwa Junkyu benar-benar tidak akan menyadari kedatangannya.
Doyoung melambaikan tangannya di depan wajah Junkyu dan tak ada respon. "Beneran mabuk apa ya," ucapnya terheran. Ia lalu menatap ke meja dan dapati adanya minuman beralkohol di sana.
"Gimana, mau dibiarin aja gini?" Mashiho ajukan tanya yang lantas membuat Doyoung harus berpikir keras. Doyoung tak bisa biarkan kakaknya tertidur tak sadarkan diri di tempat seperti ini sendirian.
"Tapi kalo gue yang anterin pulang, apa gak aneh, nanti gue ditanya-tanya gimana, bisa abis gue kalau ketahuan ke tempat beginian."
"Gimana kalau gue aja yang anterin Kakak lo pulang, gue bisa bawa mobilnya, kalian berdua boncengan," Asahi tiba-tiba berucap memberi saran. Di antara mereka bertiga hanya Mashiho yang tak bisa mengendarai mobil jadi jelas anak itu tak akan bisa mengantar Junkyu pulang.
"Dan biarin lo ke sana terus ngaku kalo Kak Junkyu abis jalan sama lo sampe mabuk gini dan suksesin rencana lo buat ngerebut Kakak gue gitu, gak!" Doyoung dengan tegas berucap.
"Loh, ide lo bagus juga," balas Asahi bercanda. "Padahal tadi gue mau ngaku nemu Kak Junkyu di perempatan sana pas gue balik kerja," katanya lagi jelaskan rencana awalnya.
"Itu lebih bagus," sahut Mashiho, setuju dengan dengan ide Asahi. "Atau, lo bisa bilang aja kalau orang sini yang nelpon lo buat jemput Kakak lo, disuruh jemput karena Kak Junkyu mabuk."
"Cerdas!" Doyoung menjentikkan jari, lebih setuju dengan ide Mashiho. "Sekarang kalian bantuin gue angkat Kakak gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Love [ kyuhoon ]
FanfictionB O Y S L O V E [ COMPLETED ] Tujuan awalnya adalah untuk memanfaatkan uang yang dimiliki suaminya untuk pengobatan ibunya dan juga untuk memperbaiki keuangannya yang kian memburuk setelah kepergian ayahnya. Namun kini perasaannya justru terbuai aka...
![Sweet Love [ kyuhoon ]](https://img.wattpad.com/cover/315634225-64-k31676.jpg)