(51) si cinta pertama

2.2K 190 37
                                        

"Pelan-pelan sayang."

Jihoon berdecak. Ia akhirnya berhenti dan berbalik menunggu suaminya yang berjalan lambat. Raut wajahnya merengut menahan kesal karena Junkyu yang tak mempercepat langkahnya walau tahu bahwa Jihoon sudah buru-buru.

"Cepet Pak! Aku tuh laper loh," sentaknya seraya menghentakkan kaki.

Saat Junkyu akhirnya tiba di sebelahnya, tangannya langsung digandeng dan ditahan agar tidak berlari lagi.

Restoran yang ramai pengunjung itu jadi tujuan mereka. Di waktu makan siang begini, antriannya memanjang sampai keluar pintu. Junkyu sudah menyarankan untuk pergi ke restoran lain yang tidak terlalu ramai tapi Jihoon memaksa makan di sini karena katanya restoran ini sedang populer.

Berkat bakat Jihoon menyelami media sosial, bulan madu yang tak direncanakan ini akhirnya dapat mengunjungi tempat-tempat bagus yang sedang populer. Meskipun Junkyu pernah tinggal di Paris selama kuliahnya, tapi tentu saja tempat wisata populernya telah berubah seiring tahun.

"Beneran gak mau ke tempat lain aja? Katanya kamu udah laper," Junkyu kembali membujuk, dan Jihoon lagi-lagi menggeleng berikan penolakan.

"Di sini aja, ini udah yang gak terlalu rame tahu Pak, ada menu yang aku mau di sini, di tempat lainnya gak ada," katanya berikan alasan yang akhirnya mau tak mau harus dituruti oleh Junkyu.

Dari pagi mereka sudah meninggalkan hotel untuk pergi jalan-jalan menikmati keindahan kota setelah dua hari penuh mengurung diri di hotel. Jihoon punya list puluhan tempat yang ingin dikunjunginya dan Junkyu sudah menolak pergi ke beberapa tempat karena alasan tertentu.

"Eh, Kim Junkyu bukan?"

Di tengah keramaian itu, namanya tiba-tiba diserukan dari arah samping. Bukan hanya Junkyu, tapi Jihoon pun ikut menoleh ke sumber suara. Seorang wanita tampak berpakaian rapi dengan senyum cerahnya begitu tahu bahwa tebakannya benar saat memanggil nama Junkyu.

"Astaga, lama gak ketemu, kamu apa kabar?"

Jihoon mengerutkan kening. Ia jelas tak kenal wanita ini dan belum pernah melihatnya sebelumnya. Tapi Junkyu juga tunjukkan kebingungan yang sama dengannya. Seolah tak mengenali siapa orang yang berdiri di hadapannya kini.

"Ini aku, Lia, kita temen sekelas waktu SMA."

"Ah, iya," baru Junkyu ingat setelah mendengar namanya.

"Lama gak ketemu, kamu di sini ngapain?"

Jihoon memicingkan mata. Melirik suaminya yang tampak sedikit gugup dalam menanggapi pertanyaan temannya itu. Jihoon diam menanti jawaban yang akan diberikan atas pertanyaan tersebut.

"Uh, jalan-jalan aja sama—oh iya, ini kenalin, ini Jihoon, istriku," jawabnya tak jelas dan tiba-tiba mengenalkan Jihoon.

Jihoon mengulas senyum formalitas. Dalam hati ia memaki suaminya yang kenapa malah sekarang jadi gugup seperti remaja yang tengah berhadapan dengan gebetannya.

"Oh, istrimu?! Wah, bisa juga kamu akhirnya nikah. Hai, aku Lia," tangannya diulurkan menanti sebuah jabatan. Jihoon membalas jabatan tangannya dan balas memperkenalkan diri lagi.

"Kalian mau makan di sini? Udah hampir lewat jam makan siang loh, ayo ikut aku, kalian gak usah antri, ayo."

Jihoon dan Junkyu saling tatap berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Saat keduanya tak juga beranjak, Lia kembali memanggil keduanya dan memintanya untuk segera mengikutinya.

Sepasang suami-istri itu lantas segera menyusul Lia masuk ke restoran lewat pintu samping. Mereka diberi satu meja kosong untuk duduk.

"Ini restoranmu?" Junkyu bertanya begitu Lia memberikan dua buku pada masing-masing dari mereka.

Sweet Love [ kyuhoon ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang