Saya ucapkan terima kasih untuk kalian yang sudah vote & komen di chapter sebelumnya 😙
Tidak lupa mengingatkan, sebelum baca tolong VOTE dulu ya ☺️ Dan jangan lupa penuhi paragraf dengan komen kalian 😉
Selamat membaca!
────────────────────────────────────────────
"Ada apa, Maribel?" tanya Elena begitu membuka pintu kamar yang sebelumnya diketuk oleh Maribel, asisten rumah tangga yang bekerja di penthouse ini.
"Ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan Kai," lapor Maribel menyampaikan.
"Siapa?"
"Nona Yasmin, nona....eh, Ma'am," ralat Maribel.
Kening Elena berkerut keheranan. Yasmin? Untuk apa wanita itu berkunjung kemari di hari minggu dan saat hari masih terlalu pagi pula? Jika perihal pekerjaan, kenapa tidak besok di kantor saja? Elena tentu bertanya-tanya. Tapi mungkin saja kedatangan Yasmin memang karena suatu hal yang mendesak.
"Kai sedang di kamar mandi. Aku akan menjamunya terlebih dahulu."
"Baik, Ma'am."
Yasmin yang sebelumnya dipersilakan duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Kai, kini mengalihkan tatap pada wanita yang sedang berjalan menuruni tangga. Di belakang wanita itu ada Maribel.
"Hai, nona Yasmin. Salam kenal, namaku Elena," Begitu tiba di dekat Yasmin, Elena memperkenalkan diri dengan ramah.
Yasmin beranjak dari duduknya dan kemudian mengulurkan tangan. "Oh, hai. Salam kenal."
Elena menjabat tangan Yasmin dan menampilkan seutas senyum. Berikutnya, Elena mendudukkan diri dan Yasmin juga kembali duduk. Keduanya saling berpandangan dengan tatapan saling mengamati satu sama lain.
Elena berkesimpulan bahwa penampilan Yasmin yang ada di hadapannya sekarang sangat cocok dengan profesinya sebagai pengacara. Pakaian yang dikenakan Yasmin terlihat rapi, sederhana dan minimalis. Gaya berbusana Yasmin cenderung konservatif namun tetap kekinian. Memang sudah sepantasnya seorang pengacara dituntut untuk selalu berpenampilan baik supaya terlihat memiliki kharisma tersendiri.
Sedangkan Yasmin, wanita berusia 27 tahun itu mengamati penampilan Elena yang mengenakan pakaian santai. Wanita di hadapannya hanya mengenakan kaos panjang yang dipadukan dengan celana pendek berbahan denim. Penampilan santai Elena dan keberadaannya di unit milik Kai tentu saja membuat Yasmin bertanya-tanya. Elena ini siapanya Kai? Kenapa wanita ini menjamunya?
Yasmin berpikir, sepertinya Elena bukan anak dari bibi Kai karena Patrick pernah bercerita bahwa kedua cucu perempuannya masih berusia 18 dan 12 tahun. Sementara wanita ini tentunya jauh lebih dewasa dari keponakan Kai. Dan, sudah pasti Elena bukan pekerja rumah tangga di tempat ini karena pakaian yang Elena kenakan tidak sama dengan yang Maribel kenakan. Yasmin akhirnya menarik kesimpulan bahwa wanita ini adalah teman kencan Kai.
"Kai sedang membersihkan diri. Kau tidak keberatan menunggunya, kan?" Elena terdengar bersuara.
"Aku akan menunggunya." Yasmin tersenyum canggung. Ia semakin penasaran atas hubungan yang dimiliki Elena dengan Kai. "Sebelumnya aku tidak pernah melihatmu, Elena. Apa kau teman dekat Kai? Semacam teman kencan?" tanya Yasmin dengan hati-hati.
Kening Elena berkerut, alih-alih menebak dirinya sebagai kekasih Kai, kenapa Yasmin malah mengira ia adalah teman kencan Kai? Apa reputasi Kai seburuk itu hingga wanita di hadapan ini hanya menganggap dirinya teman kencan Kai?
KAMU SEDANG MEMBACA
PREDESTINATION
RomansaSaat mendekati tikungan terakhir, mobil di belakang Elena kehilangan kendali. Dan insiden mengerikan itupun terjadi. Kejadian tersebut begitu cepat, Elena tidak sempat melakukan antisipasi sekedar melakukan manuver untuk menghindar. Mobil lawan meng...
