Malam....
Btw, yang ga mau vote ada masalah apa sih? 🤧 setidaknya apresiasi authornya yang tiap hari rajin update ini lah 🥲
Tidak lupa mengingatkan LAGI, sebelum baca tolong VOTE dulu ya ☺️ Dan jangan lupa penuhi paragraf dengan komen kalian 😉
Selamat membaca!
────────────────────────────────────────────
Kai berjalan mendekati Talia, membawanya maju kemudian mencekik lehernya dengan posisi Kai kini di belakang tubuh Talia. "Lepaskan Elena jika tidak aku akan meremukkan leher wanita ini."
Talia menatap ke arah Victor dengan mulut terbuka dan mata membelalak lebar. Napasnya memburu sesak, udara di sekitarnya seakan lenyap. Cekikan di lehernya benar-benar menyakitkan.
******
Rahangnya mengeras, giginya mengerat karena menahan amarah. Beraninya Kai mencekik Talia! Tidak jarang Victor berbuat kasar pada Talia, tapi ia tidak suka melihat ada orang lain yang menyakiti Talia.
"Brengsek!" desis Victor. Wajah Talia sudah memerah dan Victor memutuskan untuk menukar Elena dengan Talia. Kemudian ia mencekal tangan Elena dan berjalan maju.
"Kunci mobil," pinta Victor dan Kai langsung melempar kunci mobil Tonny ke arahnya.
Kai berbisik pada Talia, "setelah ini tugasmu adalah meyakinkan Victor jika Abian tidak bersalah. Aku akan mencabik-cabik tubuhmu jika kau gagal meyakinkan Victor atau jika Victor menyentuh Abian," ancamnya.
"Mengerti?" Kai memperkuat cekikannya dan tidak lama Talia mengangguk kecil sebagai jawaban.
Kai dan Victor saling pandang dengan tatapan tajam mereka sebelum sama-sama melepaskan Elena dan Talia. Victor mendorong tubuh Elena diikuti dengan Kai yang menyingkirkan tangannya dari leher Talia, kemudian Kai juga mendorong punggung Talia hingga wanita itu tersentak ke depan.
Elena malah membalikkan badan lalu menendang perut Victor dengan keras. "Balasan dariku karena kau sudah menculikku. Mulutmu juga sudah lancang menyentuh kulitku!"
Victor sempat termundur beberapa langkah akibat tendangan Elena. Sudut bibirnya justru terangkat, terkesima atas kekuatan Elena barusan yang mampu menyebabkan rasa nyeri pada perutnya.
Nico menarik tangan Elena kemudian menyembunyikan tubuh Elena di balik punggungnya. Kai sendiri kini sudah memasang badan di depan Victor.
Victor bersikap santai karena ia sama sekali tidak berniat membalas perbuatan Elena. Pandangannya terus tertuju pada Elena yang terhalang punggung Nico saat ia memberi isyarat pada anggotanya untuk mundur, sebab mereka tadi sudah bersiap menyerang.
"Permasalahan ini selesai sampai di sini," ujar Kai kemudian.
Victor hanya menatap datar ke arah Kai tanpa berniat menanggapi. Ia membiarkan Kai dan yang lain masuk ke dalam mobil. Lalu saat Elena mengacungkan jari tengah ke arahnya sebelum masuk ke dalam mobil, Victor malah mengulum senyum karena merasa lucu dengan perilaku Elena tersebut.
Setelah mereka pergi, Victor menarik tangan Talia dan membawanya masuk. Begitu pintu tertutup ia memerhatikan leher Talia yang masih menyisakan jejak kemerahan, kemudian ia mencium leher Talia.
KAMU SEDANG MEMBACA
PREDESTINATION
RomanceSaat mendekati tikungan terakhir, mobil di belakang Elena kehilangan kendali. Dan insiden mengerikan itupun terjadi. Kejadian tersebut begitu cepat, Elena tidak sempat melakukan antisipasi sekedar melakukan manuver untuk menghindar. Mobil lawan meng...
