06: Tidak Peduli

4K 252 23
                                        

3 Tahun kemudian ...

Banyak perubahan yang terjadi di keluarga Jovan semenjak kepergian Reyndra tiga tahun silam. Jovan belum mengenal baik salah satu putra kembar istirnya itu, baru ingin mengenal Reyndra lebih jauh tetapi raganya sudah dipanggil sang pencipta. Namun untuk Arial seiring berjalannya waktu Jovan dapat menilai diri Arial.

Kecelakaan tidak membuat Arial trauma menaiki motor. Arial tumbuh menjadi anak laki-laki tangguh, meski hinaan serta cacian kerap menyinggahi hatinya, Arial mulai menebalkan telinganya agar bisa menjadi tuli ketika manusia-manusia itu mulai mencibir masa lalunya.

"Kok kuncinya gak bisa sih," Arial memasukkan berulang kali kunci motornya ke dalam stop kontak.

"Masi kaga bisa Al?" tanya Dafa, teman sekelas Arial.

"Belum njir, gimana sih ni motor," cerca Arial menggaplak spion motor tersebut.

"Weh Bro, itu motor gue," seorang siswa menunjuk motor Vespa warna biru terang yang dinaiki Arial.

"Motor lo?"

"Hooh, coba lu turun," titahnya.

Arial pun turun dari atas motor tersebut.

Dengan mudahnya siswa itu bisa menghidupkan mesin motor Vespa tersebut. Sementara Arial, ia sejak sepuluh menit yang lalu telah berusaha keras barang hanya menghidupkan mesin saja.

"Anjir gimana sih lo, Al!" Dafa menampelang kepala Arial.

"Loh, kok bisa?" heran Arial.

"Orang ini motor gua. Liat nih plat nomernya, B****"

"Eh, iya! Tolol!" Arial merutuk dirinya sendiri.

"Sorry ya Bro, tadi gue asal naik, soalnya nih motor mirip banget sama motor gue," Arial tersenyum canggung kepada siswa cowok di hadapannya.

"Santai Bro,"

"Eh lo kayaknya sekelas sama kita kan?" sahut Dafa.

"Iya, gue mau manggil nama lo tapi gue lupa. Kenalin, gue Kevin." Kevin mengulurkan tangannya.

"Gue Dafa, dia Arial panggil aja Al, soalnya kalau dipanggil lengkap kepanjangan. Belibet nama dia," bisik Dafa di akhir kalimat.

"Gue denger," sahut Arial memutar bola matanya.

"Wkwk oke-oke, terus motor lo dimana Al? Jadi pengen liat seberapa miripnya motor kita berdua sampai-sampai lo salah naik," ujar Kevin.

"Mirip, mirip banget. Ya kan Daf?"

"Kayaknya sih, gue baru sekali nebeng lo," balas Dafa. Mereka berdua dulunya memang satu SMP, namun setelah awalan masuk SMA ini si Arial baru menaiki motor. Sebelumnya, Dafa tidak tau Arial naik apa ke sekolah, ia tak begitu akrab waktu itu, karena mereka sekelas di SMA dan tau berasal dari SMP yang sama, maka Dafa dan Arial pun berteman.

"Sumpah gue udah keliling parkiran nyari motor gue, apa gue tanya Pak
Satpam aja ya?" tanya Arial meminta pendapat mereka.

"Tanya aja, udah mulai sore nih," desak Dafa.

Arial berjalan mendekat ke pos satpam yang berada di dekat gerbang depan.

"Pak, motor saya Vespa biru tadi parkir di situ kok gak ada ya?"

"Oh Vespa yang tadi lho, Gus," ujar Satpam kepada satu rekannya bernama Agus.

"Kamu tadi pagi gak pakai helm kan?" tanya rekan satpam itu.

Arial mengangguk polos.

Kedua satpam itu lantas menggelengkan kepala sambil menghela nafas.

"Kamu ini masih siswa baru, kelas sepuluh. Sebaiknya patuhi peraturan sekolah, kalau ingin naik motor wajib memakai helm, spion wajib dipasang, motor kamu sedang ditahan pihak keamanan sekolah," jelas satpam membuat Arial menganga.

Stepbrother✔️ [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang