Arial, Reyndra dan Ranum sedang duduk di meja makan. Ngomong-omong Jovan belum pulang ke rumah, ia mendapat jatah lembur sehingga kemungkinan akan pulang larut malam.
"Bunda," panggil Arial.
Ranum mendongak. "Kenapa Al?"
"Si Farel ke mana?" tanya Arial. Reyndra menyimak percakapan mereka.
"Di kamar, udah Bunda panggilin tapi gak mau nyaut," balas Ranum tenang.
"Bunda ngerasa gak sih, dia kayak keberatan dengan kehadiran kita di sini?" tanya Arial spontan.
"Ck itu lagi itu lagi," cerca Reyndra pelan.
"Bunda sudah berusaha menjadi Bunda yang baik untuk Farel, tetapi kalau Farel memang mau menutup diri kita bisa apa?" sahut Ranum sembari mengunyah nasi.
"Memangnya bundanya Farel meninggalnya udah dari dulu atau baru-baru ini?" Arial masih menyelidik.
"Sejak Farel masih TK, sekitar enam tahun yang lalu."
Arial mengangguk paham.
"Kamu jangan terlalu merasa nggak enak di rumah ini. Bunda sudah menjadi istri sah Ayahnya Farel, jadi kalian juga punya hak di rumah ini. Masalah sikap Farel, jangan diambil pusing, baikin saja dia. Tapi kalau dia memang membentangkan jarak yasudah, tapi jangan pernah sakitin Farel, dia istimewa."
"Istimewa itu .... maksudnya gimana Bun?"
Ranum menatap Arial seperkian detik.
"Oh, ya, Al paham."
Reyndra yang sudah paham sejak awal pun hanya bisa tersenyum.
●●●
"Lo mau ke mana, Rey?" Arial melihat bayangan Reyndra melewati kamarnya.
"Main bola, ngikut gak lo?" Reyndra berhenti di anak tangga. Mendongak menatap wajah Arial di atasnya.
"Ikut! Tungguin bentar," Arial berlari masuk ke kamar.
Reyndra menuruni anak tangga dengan kecepatan pelan. Diam-diam Reyndra melihat kegiatan Farel yang sedang menggambar di taman, Reyndra berkacak pinggang melihatnya.
Dia udah ditangani psikiater.
"Ayo Rey!" Arial menepuk pundak Reyndra. Ia sudah siap mengenakan jersey Ronaldo dengan sepatu olahraganya.
Arial dan Reyndra berjalan menuju lapangan komplek. Mereka berdua sudah akrab dengan anak-anak setempat karena kemampuan bersosialisasi yang tidak seburuk saudara tirinya.
"GOAL!!!"
Reyndra menggendong tubuh Arial sebagai bentuk selebrasi. Arial memeluk tubuh basah Reyndra dari arah belakang.
"Rey, gendong gue sampai rumah dong!" ujar Arial ketagihan karena kakinya sudah teramat pegal akibat bermain sepak bola di lapangan komplek yang lumayan luas.
Arial dan Reyndra pecinta sepak bola sejak masih balita. Mereka sampai dicari-cari Ranum karena adzan magrib belum kunjung pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stepbrother✔️ [Tamat]
Ficción GeneralArial dan Reyndra merupakan saudara kembar. Ayah mereka meninggal dunia sejak dua tahun silam, seiring berjalannya waktu bunda menikah dengan seorang duda yang memiliki putra bernama Farel. Pada suatu hari Arial sedang bersama Reyndra lalu terjadil...
![Stepbrother✔️ [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/341049285-64-k703397.jpg)