"Ci Shani."
"Iya Ge. Kamu berdiri dulu disini." Shani memposisikan Gracia pada tempat yang di inginkannya.
Shani mengambil hair straightener yang sudah ia panaskan, lalu mulai mengapit dan menggesek alat itu pada salah satu lipitan rok bagian belakang Gracia yang sudah amat kusut.
Lima menit lalu Gracia mengirim pesan pada Shani. Mengadu jika rok yang ia kenakan sudah amat kusut. Entah apa yang di lakukan Gracia sampai rok yang ia kenakan itu amat kusut.
Karena rok yang Gracia kenakan berlipit dan pendek, jadi menurut Shani lebih baik jika menggunakan catokan saja.
Dengan sabar dan telaten tangan Shani bergerak untuk merapikan rok gadisnya.
"Shani, biar saya saja." Ucap seorang staff yang melihat mereka.
"Gausah kak. Aku aja." Shani menggeleng, menolak.
Staff itu membungkuk sedikit, lalu mengangguk dan meninggalkan mereka.
"Kok bisa kusut banget gini sih ge?" Shani mengomel.
Gracia hanya nyengir, ia tak menjawab.
"Selingkuh ya?" Tuduh Shani.
"Hush, mulutnya."
Gracia sudah menjadi Idol seperti yang di inginkannya. Sudah dua tahun Gracia menari dan bernyanyi di depan banyak orang. Ia sudah memiliki club penggemar sendiri, ia juga sudah memiliki beberapa brand yang menjadikannya brand ambasador. Nama Gracia semakin terkenal, dan sampai saat ini belum ada kepahitan yang di rasakan Gracia.
Gadis itu belum merasakan kejamnya dunia industri hiburan ini. Tentu saja hal tersebut bukan hanya sekedar keberuntungan.
Ada seorang Shani Indira di belakangnya.
Seperti tekadnya, Shani melindungi Gracia dari segala ombak yang menghantam. Sampai saat ini, Gracia aman. Selama dua tahun ini, Shani bekerja amat keras. Mencari segala cara untuk masuk ke dalam agensi Gracia. Wanita itu melupakan seluruh mimpinya, mengabaikan seluruh pilihan ibunya tentang masa depannya, juga melawan kehendak ayahnya. Shani tidak memberontak, ia masih menjadi penurut. Tapi tidak seperti dulu lagi. Ia masih menyayangi kedua orang tuanya. Tapi ia juga menyayangi Gracia.
Shani menjadi salah satu orang penting dalam agensi. Walaupun masih cukup muda, ia bisa menjual nama ayahnya. Ia juga bisa menggunakan seluruh jejak prestasinya sejak kecil. Shani menunjukkan bahwa ia bisa mengatasinya. Ia berhasil menunjukkan bahwa ia bisa bekerja.
Maka Gracia memiliki perisai yang dapat melindunginya dalam hal apapun. Ada seorang Shani yang melindunginya. Tapi Shani tidak dapat mencegah adanya gosip tentang dirinya dan Gracia, jadi ia memutuskan untuk tegas. Shani menjadi tegas dan berwibawa, hingga tak ada satupun yang berani menggosipinya. Seluruh staff maupun member menghormati seorang Shani Indira.
Sayangnya, Gracia tidak menyadarinya.
Gadis itu tidak sadar bahwa Shani lah yang berada di balik kesuksesannya. Bahwa Shani lah yang melindunginya. Bahwa Shani lah yang membuka jalan untuknya. Gracia tidak tau akan seluruh perjuangan itu.
"Ge, pulang bareng?" Shani sudah menunggu Gracia di jalan keluar.
"Engga ci. Aku sama Anin. Mau nginap untuk buat surat buat seitansai Feni." Gracia menunjuk Anin yang juga menunggunya.
Shani menatap tajam pada Gracia. Ada apa dengan Gracia? Jantungnya mulai berdetak dengan keras. Darahnya berdesir naik. "Kok ga ijin aku?" Shani menyatukan alisnya.
"Kenapa sih gitu natapnya, aku pergi dulu ya. Udah di tunggu Anin." Gracia berjalan melalui Shani, menyusul Anin yang tersenyum kearahnya.
Shani mengepalkan kedua tangannya. Ia mengatur nafasnya. Gracia kenapa? Apakah ia lupa bahwa Shani adalah pacarnya. Apakah Gracia tidak ingat? Ah, Shani paham. Kekhawatirannya benar benar terjadi. Ia mengusap rambutnya frustasi. Ia menarik nafasnya, lalu menghembuskannya dengan kasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
GRESHAN ONESHOOT
Fiksi PenggemarFiksi. 21+ !! Hanya sekedar kumpulan cerita pendek dari Greshan. Bagaimanapun jalan ceritanya. Serumit apapun perjuangannya. Sejauh apapun jaraknya. Greshan akan berakhir bahagia.
