Anak kos.

10.6K 265 19
                                        

"Ci, aku tidur disini ya." Ucap Gracia yang berdiri di bingkai pintu kamar Shani.

Shani yang sedang duduk di meja belajarnya, menoleh. Ia tersenyum, lalu mengangguk. Shani memperhatikan Gracia yang berbaring di kasurnya.

"Kenapa?" Gracia sangat sadar bahwa Shani memperhatikannya.

"Ga kenapa kenapa sayang." Shani kembali mengetikkan sesuatu pada keyboardnya.

Gracia bangkit, ia beranjak dari kasur. Untuk kemudian menarik kursi yang di duduki oleh Shani, agar ia bisa duduk di pangkuan wanitanya. Gadis itu duduk menyamping.

"Lagi apa?" Gracia menatap wajah Shani.

"Lagi mikirin kamu, tadi habis ini aku mau ke kamar kamu. Tapi kamu udah disini." Shani memeluk tubuh Gracia dengan erat namun lembut.

"Masih lama buat tugasnya ci?" Tanya Gracia yang sedang menatap layar laptop Shani.

"Sebentar lagi Ge." Shani kembali fokus pada tugasnya, kali ini dengan Gracia pada pangkuannya.

"Aku pindah ke kasur aja ci." Walaupun Gracia berkata begitu, ia tidak ingin pindah. Ia ingin Shani menyanggah dan melarangnya. Gracia tidak bergerak barang se-centipun.

Shani menurunkan tangannya dari keyboard, memberi ruang agar Gracia bisa pindah. Shani menunggu selama semenit.

"Ga jadi pindah?" Shani terkekeh. Gracia memasang wajah cemberut, Shani cepat cepat memeluk Gracia. 

"Kalau ga mau pindah gausah Ge. Disini aja, aku juga ga mau kamu pindah." Shani kembali fokus pada tugasnya.

Gracia menghela nafasnya. Kemudian menyamankan dirinya pada pangkuan Shani. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu Shani, lalu menutup matanya.

"Ge?" Shani memanggil lembut saat ia sudah mengumpulkan tugasnya. 

Shani terkekeh saat menyadari bahwa Gracia tertidur. Ia menggendong Gracia dengan lembut, lalu membaringkan Gracia di atas tempat tidurnya. 

"Good night Ge." Shani mencium kening Gracia, lalu ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Shani mematikan laptopnya, lalu mematikan lampu kamarnya.

Shani ikut berbaring di sebelah Gracia yang sudah tertidur pulas, ia memeluk tubuh Gracia, lalu memejamkan matanya.

***

Pagi sudah tiba, Gracia adalah orang yang terbangun pertama kali. Ia menatap wajah Shani, menyentuh pahatan sempurna itu. 

Gracia tersenyum saat teringat bahwa ia tertidur di pelukan Shani. Gracia bahagia. Baru kali ini ia bisa tersenyum tepat setelah bangun tidur.

Ia beranjak duduk, Shani menarik tangannya dengan kuat. Tubuh Gracia terjatuh ke arah Shani, ia sedikit kaget.

"Wanna ask my morning kiss." Shani mengucapkannya dengan suara serak. Gracia terpana. Tanpa basa basi dan dengan wajah yang masih terpana, Gracia mengecup bibir Shani.

Shani tersenyum puas, kemudian kembali merapatkan selimutnya.

"Heh, bangun." Gracia menarik selimut Shani.

"Bentar lagi Chik. Hari ini gue ga ada kuliah pagi." Ucap Shani yang belum sadar sepenuhnya.

"Chik? Gue?" Gracia mengulang kalimat Shani. 

Shani langsung tersadar sepenuhnya, ia sontak mendudukkan dirinya. "Hah?" Ucapnya.

"Chik siapa?" Tanya Gracia dengan wajah yang bingung dan sedikit ingin marah.

"Oh, maaf. Tadi aku mimpi Chika. Anak kos di lantai dua." Jawab Shani jujur. Jantungnya berdetak sedikit cepat.

"Terus tadi minta kissnya sama Chika." Gracia melipat kedua tangannya di depan dada.

GRESHAN ONESHOOTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang