"Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang, ingatlah kepadaku, kerana akulah jalan itu."
-Rumi-
*
*
*
Langit terlihat begitu cerah kala aku dan para sahabatku mulai membagikan makanan kepada para warga di sekitar post kami. Beberapa dari kami tengah bermain dengan anak-anak di sana dengan penuh kebahagiaannya.
"طبيبة!"
Panggil Aisyah yang membuatku menoleh dan menatapnya dengan senyuman yang merekah.
"Kamu sudah mengambil sarapan Aisyah?"
Gadis itu menggeleng pelan.
"Tunggu di sini, akan aku ambilkan."
"Tunggu dokter!" cegahnya.
"Kenapa Aisyah?"
"Aku akan membantu kalian."
Senyumku kian merekah saat kutatap Aisyah berlari mendekati Raifa yang membawa keranjang penuh kotak makanan dan membagikannya kepada warga sekitar. Aku menunduk pelan seakan merasa begitu sakit dan rendah saat dibandingkan oleh gadis cantik itu dengan segala semangatnya walau pun dunia benar-benar tak adil di sekitarnya.
"Begitu mulia bukan?" gumam seseorang yang membuatku menatap sosok yang berdiri di sebelahku.
Senyumku merekah indah kala laki-laki itu menatap sosok gadis cantik nan mulia itu dengan segala kesempurnaannya yang tengah membagikan makanan kepada para saudaranya.
"Namanya Aisyah," gumamku.
"Aisyah?"
Aku mengangguk pelan. Kutatap indahnya pemandangan di hadapanku sebelum berjalan meninggalakan sosok laki-laki tampan ini.
"Mari," pamitku pelan yang membuatnya mengangguk dan menunduk dengan santun kala aku lewat di hadapannya. Aku berjalan menuju post menuju Zaidan yang masih bergelut di sebuah meja dengan banyak kertas di hadapannya.
"Apa ada masalah?" tanyaku.
"Ada beberapa sembako yang datang dari indonesia, sudah sekitar 4 minggu yang lalu, tapi entah kenapa belum sampai ke tangan kita."
"Persediaan bahan kita masih ada?"
"ماذا عن الذي في المستودع يا فارس؟"
Tanya Zaidan kepada salah satu teman kami yang bernama Faris.
"Sudah sangat terbatas Zaidan," balas Faris pelan.
"Kamu sudah menghubungi agen yang membawa barangnya kemari?" tanyaku.
"Sudah kucoba hubungi tapi belum ada balasan."
Aku mulai menatap gusar sekitarku. "Apa ada yang menahan pengirimannya ya?" gumamku pelan.
"Kita tidak boleh suudzon Zhaf," kata Zaidan menenangkan.
"Tapi ini sudah hampir 1 bulan kak, ini terlalu lama. Biasanya hanya 2 minggu sudah sampai."
Terdengar helaan napas Zaidan kala menatap sekitar. Wajahnya tampak gusar dan khawatir sebagaimana yang kurasakan saat ini. Berkali-kali laki-laki ini kembali memeriksa data di hadapannya. Namun, tak satu pun jawaban yang bisa dia terima. Tiba-tiba, ponsel Zaidan berbunyi yang dengan cepat ia jawab panggilan itu. Sesaat ia tercengang tanpa mengatakan sepatah kata pun sebelum menutup panggilannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is not Cleopatra
Romance"Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya."-Rumi ----- "Tuhan sedang menarikmu menuju apa yang menjadi rencana-Nya," ucapan itu memb...
