"Mungkin kamu sekarang mencintainya dalam diam, layaknya cinta Fatimah pada Ali. Bagimu memilikinya tidak mungkin, tapi segalanya mungkin diatas kuasa Allah."
-Askara Alzian Mahendra-
*
*
*
"Zhafiyy!!! Ya Allahh, kan aku udah bilang kalau kamu harus jaga diri baik-baik. Kenapa jadi begini sih? Sakit ga? Bilang ke aku kalau ada yang sakit ya. Bisa jalan? Ini kok bisa jadi begini? Kalau di buat jalan sakit ga? Ada rasa nyeri? Ceritain ke aku!!!"
"Bacot lu!" sergah Daffa dingin saat melihat tingkah laku Haidar yang selalu berlebihan.
"Tau nih kak Haidar, udah di bilang juga kalau ga apa-apa," balasku.
"Tapi tetep aja Zhafiy, kamu terluka."
"Terus kenapa kak? Orang cuman luka biasa kok."
"Biasa kamu bilang? Udah di rontgen? Ada yang patah? Atau terkilir?"
"Enggak apa-apa kak."
"Bohong kan? Pasti sakit banget kan?"
"Mending kita keluar aja deh!" ajak Daffa yang langsung menarik tangan Haidar untuk keluar dari post dan membiarkanku untuk menyiapkan obat-obatan untuk warga sekitarku.
"Zhaf, panggil aku kalau ada yang ga paham ya?" ucap Daffa yang masih bisa kudengar.
"Iya Daf," balasku masih menata obat-obatan.
"Gimana Zhaf, udah ditata semua?" tanya Fariza yang baru saja memasuki post.
"Sudah kok, ini tinggal dibagikan saja sama madu yang di bawa Zian."
"Alhamdulillah deh kalo gitu, nanti aku minta bang Zaidan sama teman-temannya buat bantu bagikan."
Aku mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Fariza.
"Bagaimana?" tanyanya.
"Apanya?"
"Hatimu."
"Aku ikhlas kok Fay, lagi pula dari awal aku sudah tidak mencintai siapa-siapa."
"Aku tau bagaimana kamu menolak perjodohan itu berkali-kali. Alasan itu sudah cukup jelas kok. Tapi, kamu yakin tidak ada satu pun hal yang kamu kagumi dari Yusuf?"
"Lebih baik kamu menanyakan itu kepada Dhaniya, perasaan dia lebih terluka."
Terdengar helaan napas pelan dari Fariza sebelum ia terbungkam oleh kata-kataku.
"Askara baru bilang kalau Vitamin yang mereka kirimkan sudah datang dan Daffa sedang mengecek ulang sekarang," ucap Dhaniya yang tiba-tiba memasuki post dan menatap kami berdua.
"Ada datanya Dhan?" tanyaku.
"Sedang di cek ulang sama kak Haidar sebelum dilaporkan."
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is not Cleopatra
Romance"Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya."-Rumi ----- "Tuhan sedang menarikmu menuju apa yang menjadi rencana-Nya," ucapan itu memb...
