Sang Pemilik Hati

151 6 0
                                        

"Dari gunung arus air deras mengalir, dari tubuh kita jiwa pun bergerak karena ilham cinta."

-Rumi-

*
*
*

(Al-Yaman University)

"Masih ngerasa ragu lu?" tanya Zaidan kepada adiknya yang kini terdiam menatap lurus ke arah jalanan gersang Yaman.

"Istri lu masih di sana?"

Zaidan mengangguk pelan.

"Zhafira?" Yusuf menunduk pelan seakan menyembunyikan kegugupannya saat menyebut namaku.

"Dia sudah pulang," balas Zaidan pelan. "Kenapa? Seharusnya lu ikut gue nyusul mereka kemarin."

"Gue takut menyalahi syari'at bang!"

"Suf, siapa sebenarnya yang lu cintai? Bagaimana bisa lu berani berpikir sedemikian itu disaat lu sedang mencintai seseorang yang harus lu jaga marwahnya?"

"Tapi gue juga manusia bang."

"Gue tau! Tapi apa salahnya untuk sek+edar bertemu? Untuk sekedar mengenal satu sama lain? Lu ga paham sebagaimana kalutnya hati Zhafira saat ini? Dia butuh kepastian itu."

Yusuf terdiam, menunduk piluh. Nyatanya, dia juga merasakan kekalutan itu. Keraguan dan Ketakutan seakan menariknya untuk tetap berdiam diri dalam zona nyamannya.

"Suf!!"

"Gue ga cinta sama Zhafira bang!"

"Lu inget 3 tahun yang lalu saat gue lah yang dijodohkan sama Zhafira?" Ujar Zaidan yang mengikuti arah kemana Yusuf berjalan keluar dari gedung megah itu. "Zhafira bahkan ga bisa gue gapai Suf, padahal lu tau betapa hati gue mencintainya."

"Tapi lu dapat pengganti yang terbaik."

"Fariza beda dengan Zhafira, Suf. Dan gue menerima Fariza dengan segenap hati gue. Ini bedanya. Ketika gue mengejar hati Zhafira, Allah menjauhkan hatinya dari gue. Dan ketika hati kami sudah terlalu jauh, gue menjatuhkan diri gue sejatuh-jatuhnya di depan mihrab gue, mendekatkan hati gue kepada Allah. Saat itu lah, Allah mendekatkan hati gue dengan hati Fariza. Dari sini, gue belajar banyak Suf. Mencintai dan ingin memiliki itu sangat berbeda. Sekarang gue tanya, bagaimana perasaan lu dengan Zhafira?" penjelasan Zaidan justru membuat adiknya itu menghentikan langkahnya dan terdiam, pikirannya kalut dengan ucapan sang kakak yang tak bisa ia salahkan.

"Zhafira akan berangkat ke US minggu depan," tambah Zaidan yang membuat adiknya menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia jelaskan. "Kenapa?"

"US bang?"

Zaidan menggangguk pelan.

"Disana kan....."

"Ada Haidar di US, cinta pertama Zhafira." balas Zaidan yang membuat tatapan Yusuf kembali ragu.

"Itu ujian lu, Suf. Seberapa kuat lu akan menggenggam hati Zhafira."

"Gue ga bisa bang," Yusuf terdiam tunduk di sebuah kursi taman yang mengarah ke arah jalanan gersang yang cukup sepi siang ini.

"يوسف"

Panggil seseorang yang membuat kedua saudara itu menoleh, mendapati seorang gadis cantik berhijab yang berjalan mendekati mereka dengan membawa beberapa buku di tangannya.

"Haliza?" Gumam Yusuf.

"Sekarang lu yang menentukan, lu mau membuat dia hanyut dengan perasaannya atau mencoba mengait hati Zhafira?" bisik Zaidan sebelum beranjak dari tempat duduknya.

She Is not CleopatraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang