Garis Takdir

47 2 0
                                        

"Biarkan cinta terpisahkan jarak agar nafsu menjauhi kita, biarkan rindu tergantikan doa, agar Tuhan restui hubungan kita. Karena bagiku cinta adalah gabungan antara ruang dan waktu yang hanya bisa diukur oleh hati yang sabar untuk menanti. Ini tentang kita dan garis takdir-Nya."

-Muhammad Yusuf Alaudin Althaf-

*
*
*

(Sanaa, Yaman)

Indah langit memancar di antara indah tatapan tajamnya nan teduh. Matanya bak elang kala celak hitam itu menghiasi matanya dengan indahnya. Cahaya matahari pagi terpancar hangat kala menyinari kerlip hiasan sederhana di atas kepalanya. Wajah indahnya tertutup cadar putih mulia yang hanya menampakkan indah dan tajam tatapan khasnya. Tangannya menggenggam indah buket baby breath yang hanya diikat menggunakan pita putih. Gaun putihnya tampak indah dan anggun kala menjuntai ke lantai. Tangannya terbalit indah sarung tangan putih yang sengaja ia kenakan untuk menjaga wudhunya saat bulir tasbih masih bergulir di antara jemarinya yang tengah menggenggam buket tersebut.

"Nduk," panggil seorang perempuan cantik paruh baya yang berada di ambang pintu.

"Ibu?" ucapnya menoleh menatap perempuan mulia itu.

"Ayo," ajak sang ibu yang membuatnya mengangguk pelan dan berjalan menuju sang ibu yang menggandengnya menuju ke sebuah aula indah yang berhiaskan bunga yang serbah putih di lantai dua.

Sesaat perempuan itu menunduk kala ia duduk di atas sebuah karpet putih berhiaskan benang emas di setiap tepinya. Ada rasa gugup yang begitu tak bisa ia jelaskan menyelimuti dirinya. Genggamannya pada buket itu kian erat saat sebuah suara membuat tubuhnya seakan tersengat aliran listrik yang begitu dahsyat dan memilukan.

"هل أنت مستعد يا يوسف؟"

Suara itu begitu ia kenal, suara mulia Syeikh Ja'far.

"إن شاء الله يا شيخ."

Balas suara tegas nan sangat ia kenal itu.

"بسم الله الرحمن الرحيم, أنكحتك وزوجتك مخطوبتك بنتي عدنان النجاح على المهر أربعين مليون ريال حالا"

"قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق"

"Alhamdulillahirabbil Alamiin, Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khairin. Allahumma allif bainahuma kama allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Ibrâhim wa Sarah, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidinâ Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama wa sayyidatina Khadijatal kubra wa Aisyatar ridhaa, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina 'Ali wa sayyidatina Fathimah az-Zahra. Allâhummaj'al hadzal 'aqda 'aqdan mubarakan ma'shuman wa alqi bainahuma ulfatan wa qararan daiman wa la taj'al bainahuma firqatan wa firaran wa khishaman wakfihima mu'natad dunya wal akhirah, Amiin Ya rabbal Aalamiin."

She Is not CleopatraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang