Sang Bulan

60 3 0
                                        

"Dia adalah sosok bulan yang selalu dikagumi banyak orang di kala indahnya bintang bertabur di antaranya. Bulan lah yang tetap menjadi pemeran utama di langit malam."

-Haliza Fareeha Zulaikha-


*
*
*


(Al Yaman University)

3 tahun yang lalu.

Sore kala itu begitu indah saat senja berbaur dengan jingganya langit dan padang pasir. Beberapa siluet seorang penggembala yang kembali dan orang-orang yang kembali pulang dari kesibukannya. Langkah kaki itu kian lama kian laki-laki itu percepat saat menuruni tangga dan keluar dari gedung megah tersebut. Tangannya membawa tumpukan buku usang nan kertasnya mulai menguning dan rapuh. Rambutnya yang sedikit panjang terhempas angin dengan suara napas yang berusaha ia atur sedemikian rupa.

"Haliza!!!" teriaknya saat mata tajamnya menangkap sosok cantik itu dari kejauhan.

Lantas sosok itu menoleh bersama beberapa temannya sebelum laki-laki itu berlari mendekatinya dengan napas terengah-engah.

"Ada apa Yusuf? Apa ada masalah?" tanya Haliza pelan dengan tatapan khawatir dengan sosok di hadapannya.

"Iya," jawabnya singkat masih berusaha mengatur napasnya.

"Iya?"

Lantas Haliza meminta semua temannya untuk pergi terlebih dahulu meninggalkannya bersama laki-laki dengan wajah yang begitu panik karena entah masalah apa yang dia hadapi.

"Ceritakan!" ucap Haliza berusaha tenang.

"Kamu masih menyimpan file makalah kelompok kita?"

"Materi Syeikh Hasan?"

"Iya."

"Tidak."

"Allahuakbar!" ujar laki-laki itu frustasi sembari mengacak rambutnya.

"Kenapa Yusuf?"

"Laptopku tiba-tiba rusak dan mati, semua file yang telah kita kerjakan ada di dalamnya dan menghilang."

"Kamu yakin semuanya menghilang?"

"Ravi sudah memprbaikinya dan mengecekmya kembali, semua file yang ada di dalam laptopku benar-benar menghilang."

"Astagfirullahaladzim, tapi timeline pengumpulannya?"

"Malam ini, 3 jam lagi."

Mata Haliza seketika membelalak sempurna saat menatap sosok tampan dengan segala kefrustasiannya dihadapannya. Sejenak ia terdiam dan berpikir sebelum menatap Yusuf dengan harapan besar dalam manik mata indahnya bak Cleopatra.

"Kita bisa menyelesaikannya!" ucapnya yakin.

"Bagaimana mungkin Haliza? 3 jam itu sangat singkat, bahkan kita mengerjakan makalah itu 3 hari penuh."

She Is not CleopatraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang