Musafir Cinta

45 3 0
                                        

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, boleh pula kamu menyukai sesuatu.padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."


-QS Al-Baqarah: 216-

*
*
*

(Yarussalem, Palestina)

Dentuman terasa begitu pedihnya bersamaan dengan runtuhnya beberapa batuan yang meninggalkan kisah pedih di baliknya. Sosok itu berlari tanpa menghiraukan beberapa debu dan batuan yang membentur tubuhnya dengan begitu perih. Sesekali ia menatap sekitar, melihat begitu kacaunya dunia di sekitarnya. Matanya menatap tajam dengan penuh ketakutan kala ia mencari sosok itu dalam taburan pasir dan bebatuan dari runtuhan gedung-gedung di sekitarnya. Dentuman itu tak berhenti terdengar kala teriak takbir bergema memenuhi indra pendengarannya.

"يوسف!"

Teriak suara itu membuat hatinya lega dengan air mata yang menetes dari pelupuk mata tajamnya yang indah. Laki-laki itu terus berlari hingga siluet seorang wanita dengan mulianya berlari ke arahnya.

"Ya Rabb, kembalikan Aisyah-ku," gumamnya saat perempuan itu memeluknya dengan begitu erat.

Mata indah sang perempuan terlihat begitu teduh dengan wajah yang tertutup indahnya cadar hitam yang dikenakannya. Matanya tampak memancarkan begitu banyak keberanian sosoknya di kala dunia benar-benar kacau di sekitarnya. Tampak butiran air mata membasahi pelupuk mata yang sedikit melunturkan celak hitamnya yang menghiasi mata tajamnya yang indah.

"Allah telah menjawab doa setiap makhluknya yang beriman, Yusuf!" isak perempuan itu dalam pelukannya.

Tasbih hitam masih terlilit indah di antara jemari indahnya yang dihiasi cincin perak dengan permata yang indah. Kuku nya tampak berdebu dengan indahnya hena merah yang menghiasinya. Di salah satu jemarinya ada tulisan arab nama sang laki-laki dengan indahnya dengan hena merah nan indah.

***

Mata tajamnya terbuka perlahan kala ia merasakan buliran air mata yang membasahi ujung mata tajamnya yang indah. Sesekali ia menatap sekitarnya, ruangan kala itu begitu temaram dan dingin dengan suasana nan syahdu. Tatapannya tertuju kepada Husein yang masih terlelap di tempat tidurnya sebelum beralih pada indahnya lukisan yang tergantung di sebelah tempat tidurnya.

"Astagfirullahaladzim," gumamnya menunduk sembari mengusap wajah indahnya dengan telapak tangannya.

Ia termenung sejenak kala memikirkan segalanya. Itu lah jawaban dari istikhoroh dan doa yang selalu ia panjatkan di sepertiga malamnya. Perlahan air matanya kembali menetes dengan pedihnya kala ia mengetahui jawaban yang telah Tuhan sampaikan dalam mimpinya nan singkat itu. Tangannya menggapai indahnya lukisan di dindingnya sembari terisak pelan.

"Yusuf?" panggil Husein yang terbangun saat mendengar isakan sang sahabat.

Dengan cepat laki-laki sempurna itu mengusap air matanya dan memaksakan senyuman indahnya kala menatap sang sahabat yang beranjak dari tempat tidurnya dan duduk di sampingnya.

"Maaf, aku sudah membangunkanmu," ujarnya pelan.

"Kenapa Yusuf?" tanya Husein sembari menatap teduh sang sahabat.

She Is not CleopatraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang