Happy Reading^^
…
Beberapa tahun lama kemudian.
Jonghee tumbuh, anak itu menjadi gadis yang tertutup dan pendiam. Usia gadis itu sekarang sudah masuk usia 13 tahun. Jonghee menjadi tidak dekat dengan ayahnya karena ayahnya yang lebih memberikan perhatiannya pada ibu tiri dan saudara beda ibunya. Jonghee lebih dekat dengan nanny yang sampai sekarang masih menjadi babysitternya. Neneknya dari ayah sudah meninggal, jadi sekarang ia hanya punya ayah. Sedari dulu, Jonghee tidak pernah dipertemukan dengan ibunya, meski dirinya sudah menangis nyaring dan mogok makan, ayahnya tetap tidak mempertemukan dirinya dengan sang ibu. Sampai sekarang Jonghee tidak tau di mana keberadaan ibunya, dia sempat berpikir apa mungkin perkataan ayahnya benar? Bahwa ibunya tidak menginginkannya sebab itulah hak asuh jatuh kepada ayahnya.
Ya, Jongin mengatakan itu kepada putrinya, agar putrinya membenci Kyungsoo dan enggan bertemu lagi.
Jika memang ibunya menginginkannya, pasti ibunya datang ke rumah ayahnya dan meminta untuk bertemu, tapi ini tidak ada sama sekali. Jonghee merindukan ibunya.
Sekarang Jonghee sedang mengerjakan PR sekolahnya di dalam kamarnya. Lampu kamarnya mati, hanya lampu meja yang menyala menyenteri buku pelajarannya. Jonghee suka tidur dalam keadaan gelap, tenang, dan nyaman.
Tok
Tok
Tok
Kleek~~
Jonghee melirik pintu dan melihat nanny masuk dengan nampan.
Jonghee tersenyum. "Ahjumma"
"Ahjumma bawa apel untuk Jonghee-ie" meletakkan nampan.
"Gomawo, Ahjumma"
Nanny mengangguk. "Belum selesai dengan PR sekolah?"
"Belum, setelah ini selesai"
"Sambil ngemil"
"Ne"
Nanny mengelus rambut Jonghee dan berlalu keluar kamar. Saat nanny baru saja akan keluar, ia hampir menabrak majikannya yang mau masuk ke kamar. Nanny membungkuk pada ayah Jonghee itu dan lanjut pergi.
Jongin masuk dan mengantong.
Jonghee melirik ayahnya di ekor mata.
"Belajar dari mana berkelahi di sekolah?"
Jonghee menghela nafas dan lanjut pada PRnya.
"Kim Jonghee"
Jonghee diam.
"Ayah dapat laporan dari Wali Kelasmu bahwa kamu berkelahi, benar?"
"Kalau memang Ayah dapat laporannya kenapa Ayah tidak datang ke sekolah?"
Sekarang giliran Jongin yang diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaisoo Stories (II)
FanfictionIni book stories kedua, diharap baca yg book stories satu dulu yaw.. Sbnrnya ini bisa dibaca terpisah kok, lgsg baca buku ini juga gpp bgt, cuman dari sequel fwb klo mo baca chap satunya ada d kaisoo stories 1, d sini hanya ada sequelnya doang.
