Happy Reading^^
…
Pagi.
Jongin tampak masih terpejam tidur. Tubuhnya kini sudah terbalut sebuah piyama, Kyungsoo memakaikannya sesaat setelah Jongin pulas semalam. Kyungsoo tidak langsung beranjak saat itu, ia menunduk menangisi suaminya sambil menggenggam tangan kekarnya. Apa yang terjadi pada suaminya? Ada apa dengan suaminya? Kyungsoo sudah sering sekali melihat kelakuan aneh suaminya akhir-akhir ini. Kyungsoo merasa ada sesuatu yang disembunyikan suaminya.
Jongin menggerakkan kelopak matanya akan terbangun. Dia buka matanya dan mengedipkannya sekali sambil menghela nafas panjang. Jongin menyentuh kepalanya dan terpejam beberapa saat, lalu membukanya kembali. Dia melirik ke sampingnya dan terkejut.
Kyungsoo tengah duduk memandanginya dengan mata sembab dan kantung mata sedikit menghitam.
Jongin seraya langsung bangkit duduk. "Sayang, kamu tidak tidur? Kantung matamu menghitam"
Kyungsoo diam.
Jongin melirik jam dinding menunjukkan pukul 07:25. Jongin kembali menatap Kyungsoo. "Kamu begadang semalaman?" tangannya terangkat akan menyentuh bahu Kyungsoo, tapi Kyungsoo menghindar, membuat tangannya hanya melayang di udara.
Jongin tertegun.
Dia menurunkan tangannya dan menelan salivan, menunduk.
Kyungsoo membuang muka dan mengusap wajahnya dengan dua tangan, menatap atap cukup lama sebelum bicara. "Apa Oppa ingat?"
Jongin melirik.
"Dulu Oppa pernah berkata, kita jangan sampai minim komunikasi,.." jedanya. "..lalu Oppa juga bilang, jangan sampai ada hal yang ditutup-tutupi mau sekecil apapun hal itu. Kita harus saling terbuka dalam hal apapun, tapi sepertinya.." Kyungsoo menggantung lalu tersenyum. "..sepertinya hanya aku yang demikian," Kyungsoo menggeleng. "tidak dengan Oppa"
Jongin diam.
Kyungsoo melirik suaminya. Lama menatapnya membuat mata sembabnya kembali memanas, lantas dia buru-buru memutus kontak mata. Terlalu banyak yang Kyungsoo bayangkan soal kejadian semalam. Bayangan dia akan kehilangan suaminya, bayangan dia tidak bisa lagi melihat suaminya.
Puk~~
Jongin menyentuh tangan istrinya, dan menggenggamnya. Kyungsoo hanya diam, menatap tangannya yang lain yang ia letakkan di atas paha.
"Maafkan Oppa" ucap Jongin. Ia mengelus punggung tangan istrinya dengan ibu jari. "Oppa terlalu takut" matanya memerah. "Oppa terlalu takut untuk segalanya. Tolong tunggu sebentar lagi, ya, sayang?"
Kyungsoo menoleh. "Sampai kapan? Sampai aku mencari tau sendiri? Sampai aku bertanya pada Jeon Biseo dan memaksanya untuk memberitahuku? Aku yakin, hanya Jeon Biseo yang tau"
"Tolong,.." Jongin menunduk, mendesah putus asa. "..jangan bertanya pada siapapun, jangan mencari tau. Oppa janji, Oppa akan beritahu suatu saat, tapi tidak sekarang, Oppa belum siap"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaisoo Stories (II)
FanfictionIni book stories kedua, diharap baca yg book stories satu dulu yaw.. Sbnrnya ini bisa dibaca terpisah kok, lgsg baca buku ini juga gpp bgt, cuman dari sequel fwb klo mo baca chap satunya ada d kaisoo stories 1, d sini hanya ada sequelnya doang.
