Happy Reading^^
...
Rintikan air yang jatuh dari atas langit tampak berjatuhan dengan cukup deras di siang hari ini. Dengan sedikit guntur yang berhasil membuat Anna sedikit terperanjat yang tengah berada di dalam mobil usai pulang sekolah itu.
"Aneh sekali hujan deras di musim gugur" pak Kwon bergumam.
Sesampainya di rumah, Anna keluar mobil dengan dipayungi oleh pak Kwon. Anna lekas membungkuk terimakasih setelah memasuki area rumah dan masuk ke dalam.
"Anna, kehujanan tidak?" bibi Jeon menghampiri.
"Tidak, Ahjumma, ada Kwon Ahjussi"
"Ahjumma buatkan sesuatu yang hangat, ya?"
"Boleh, hehe. Cokelat panas, ya. Oh iya, Appa dan Eomma masih kerja?"
"Iya, Anna. Nanti mereka pulang pada sore hari"
Anna mengangguk. "Nanti cokelat panasnya letakkan di kamarku saja, Ahjumma. Aku mau ke kamar mandi"
Bibi Jeon mengangguk.
Anna lekas menaiki tangga, bukannya berjalan ke arah kanan menuju kamarnya, justru Anna berjalan ke arah kiri ke kamar orangtuanya. Anna melirik sekitar sambil mengendap dan menyentuh gagang pintu.
Kleek~~
Anna melirik lagi sekitar dan masuk.
Anna merasa buruk melakukan ini, tapi ia merasa sangat penasaran apa maksud dari perkataan ahjussi yang selalu mengawasinya itu, yang menyuruhnya melihat tanggal pernikahan orangtuanya dengan tanggal kelahirannya. Anna ingin abaikan, tapi ia tak bisa.
Anna mulai berjalan menuju lemari orangtuanya dan menyentuh gagang lemari.
Menghembuskan nafas. "Appa, Eomma, maafkan Anna" gumamnya.
Kleek~~
Anna membukanya. Segera Anna mencari berkas-berkas data keluarga dengan amat hati-hati, karena ayahnya selalu tau jika ada yang tidak beres. Ia usahakan agar tidak meninggalkan jejak. Anna buka brankas di dalam lemari itu, dan yup, terkunci. Anna menghela nafas dan menutup lagi lemari orangtuanya.
Anna memerhatikan sekitaran kamar orangtuanya dan berjalan-jalan.
Anna baru sadar, bahwa orangtuanya tidak memajang foto pernikahan mereka. Hanya ada foto saat ia bayi, kebersamaan mereka bertiga, dan lainnya.
Tapi tidak ada foto pernikahan.
Anna duduk di pinggiran ranjang dan menarik laci nakas, mengambil sebuah album foto dan membukanya.
Anna tersenyum melihat-lihat foto masa bayinya, ada foto kakek-neneknya juga. Anna buka halaman demi halaman. Ia lihat foto ibunya saat sedang di masa kehamilan, foto orangtuanya di restoran paman Chanyeol, dan banyak lainnya. Tapi..
Anna tidak menemukan satupun foto pernikahan orangtuanya. Anna menutup album foto dan mengangkat wajahnya, tatapannya langsung jatuh pada sebuah kalender duduk di atas meja kerja orangtuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaisoo Stories (II)
Fiksi PenggemarIni book stories kedua, diharap baca yg book stories satu dulu yaw.. Sbnrnya ini bisa dibaca terpisah kok, lgsg baca buku ini juga gpp bgt, cuman dari sequel fwb klo mo baca chap satunya ada d kaisoo stories 1, d sini hanya ada sequelnya doang.
