Tentang Ersya dan kehidupan keduanya. Terdengar mustahil tapi ini lah yang dialami oleh Ersya. Hidup kembali di masa lalu dalam raga yang sama. Mengulang masa lalu dan berniat mengubah masa depan. Ersya seperti diberi kesempatan untuk memperbaiki hi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Masih di hari yang sama. Ruang tengah tempat berkumpulnya keluarga Leonard kini semakin terasa mencekam. Aura gelap yang memenuhi ruangan ini tak kunjung menghilang. Raut wajah Kendrik yang mengeras membuktikan bahwa ia sudah berada di titik teratas emosinya.
Rachel termenung sesekali menghembuskan napas beratnya. Dibanding rasa marahnya, ia lebih merasa sakit hati. Saat mendengar bahwa Ersya sudah sejauh itu melangkah dari jangkauan keluarga ini, seolah-olah Ersya sedang membangun benteng di antara mereka.
Instingnya terkait Ersya yang semakin membuat jarak nyatanya benar. Dan dalang dari semua ini adalah Vira. Wanita yang tak tahu malu mencoba kembali masuk ke keluarga ini. Wanita itu menyita seluruh perhatian Ersya darinya. Membuat Ersya tak lagi meluangkan waktu bersamanya. Ersya semakin menjauh karena kehadiran Vira.
Namun, mendengar bahwa Ersya menanggapi sikap mommy kandungnya. Entah kenapa, Ersya seakan-akan lebih memilih bersama Vira dibanding dengan Rachel.
Usahanya untuk melimpahkan seluruh kasih sayang ke Ersya masih kurang, ya? Atau Ersya sama sekali tidak merasakan afeksi itu? Selama ini ia sudah berusaha dekat dengan Ersya bahkan sebelum ia menikah dengan Kendrik. Saat-saat itu, sikap Ersya masih buruk padanya, tetapi ia paham dengan perasaan anak itu. Jadi Rachel dengan sabar menanti Ersya untuk menerimanya.
Ajaibnya, setelah ia menikah dengan Kendrik, sikap Ersya padanya berubah signifikan. Meskipun sangat terkejut dengan perubahan sikap itu, hal itu membuat Rachel bahagia. Akhir-akhir ini mereka dekat. Ia percaya sudah mendapatkan hati Ersya. Nyatanya, kini Ersya seperti dulu lagi, bedanya sikapnya tidak kasar.
Tak dipungkiri, ini sama saja dengan Ersya lebih memilih bersama Vira dibanding Rachel. Ersya sepertinya lupa dengan perkataannya sendiri terkait ia yang lebih milih Rachel dibanding yang lain. Tentu saja Vira termasuk dalam ‘orang lain’ itu.
“Apa ini?” Liam yang memimpin jalan—otomatis ia berada paling depan dibanding adik-adiknya—mengerutkan keningnya ketika melihat ada yang tidak beres di ruangan ini. Terlebih berkumpulnya daddy, mommy, dan Barra menjadi pertanyaan besar bagi Liam.
Liam tidak sepolos itu untuk tak menyadari bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi. Apalagi aura mengerikan dari mereka tersebar ke mana-mana.
Apa … apa yang telah ia lewatkan? Devin peka dengan atmosfer di ruangan ini. Perasaan amarah yang tak terkendali. Namun, apa pemicunya?
Devin mengerutkan keningnya saat tatapannya tak sengaja melihat sesuatu yang hancur lebur di atas lantai marmer. Serpihan-serpihan yang terpencar ke mana-mana. Seperti benda yang telah dibanting dengan kuat. Sebenarnya apa yang telah terjadi?
Nathan tak banyak berkomentar. Peka dengan keadaan sekitar, hanya merasakan aura tidak mengenakkan yang bercampur dengan amarah dan ketegangan. Melihat sesuatu yang hancur di sana, terlihat seperti ada sengatan emosi yang tersulut.