55

8.6K 618 158
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Bisikan mengandung ancaman mengerikan membuat Ersya tak berkutik. Tiba-tiba makanan di depannya tak lagi menggugah selera. Pikirannya langsung dipenuhi oleh kekhawatiran untuk ke depannya.

Apa … apa yang akan dilakukan oleh keluarganya? Apa yang dimaksud dengan balasan setimpal. Bingung, tertekan, takut, semuanya menjadi satu.

Suasana di antara mereka tiba-tiba hening. Keduanya sama-sama terdiam. Yang satu menunggu balasan dari lawan bicaranya, yang satu lagi terdiam memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi.

Bagaimana, ya … mungkin Mira memang terlihat membencinya. Namun jika sampai mencari masalah dengannya? Ia tidak yakin. Lagipula ia juga tak pernah mencari masalah dengannya. Untuk saat ini, Mira hanya menunjukkan sikap tak sukanya secara terang-terangan. Hanya itu, tidak lebih.

Apa ia harus mengatakan pada Nathan bahwa Mira tak menyukainya? Hah, pemikiran gila. Bisa-bisa situasi akan menjadi rumit. Mengingat ancaman dari Nathan tadi, Ersya mengurungkan niatnya untuk bercerita mengenai sikap Mira padanya.

“Kau mengerti!” Nathan kembali menekankan ancaman tersebut. Memaksa Ersya untuk mengiyakan perkataannya.

“Ngerti ngerti,” balas Ersya tersenyum kikuk. Mencoba terlihat baik-baik saja meskipun pikirannya rumit. Kita sebagai manusia yang baik hati tidak boleh berburuk sangka pada Mira. Mungkin Mira tak akan sampai sejauh itu.

“Bagus.” Nathan menyeringai  tipis atas kepatuhan Ersya. Ya … seharusnya memang seperti ini. Meskipun sedikit curiga dengan gerak-gerik Ersya tadi, tetapi Nathan mencoba abai.

Melihat Ersya berangkat sekolah dalam suasana yang baik, Nathan menyimpulkan jika tidak terjadi sesuatu dengan Ersya. Malahan Ersya terlihat menikmati tinggal di sana? dan itu membuat suasana hati Nathan semakin buruk. Tunggu saja jika waktunya sudah tiba, mereka akan mengambil Ersya kembali.

“Aman. Percaya sama Ersya, deh. Ersya anak baik, sehat, dan kuat,” balas Ersya dengan nada gurau. Meyakinkan Nathan untuk tidak mengkhawatirkan permasalahan yang belum tentu akan terjadi. Keluarganya itu terlalu khawatir.

Nathan merotasikan matanya ketika Ersya lagi-lagi membalasnya dengan perkataan yang mengandung candaan. Namun percayalah, interaksi seperti ini yang membuatnya merindukan tingkah Ersya.

Keputusan Ersya  untuk tak bercerita tentang Mira adalah pilihan yang tepat. Daripada membuat masalah lagi, lebih baik beranggapan jika tidak terjadi apa-apa. Keluarga Leonard itu senggol dikit langsung ngamuk. Jika ia mengadu, pasti mereka akan langsung menyeretnya pulang.

Ersya yang baru merasakan kebebasan, belum ingin kembali. Meskipun setiap saat ia merindukan keluarganya. Ia merasa dilema. Merindukan keluarga Leonard dan ingin bertemu mereka, tapi ia masih ingin menikmati kebebasannya. Bersama keluarga Leonard, pergerakannya akan dibatasi seperti biasa.

Kenapa juga keluarga Leonard susah ditemui, tak ingin berjumpa dengannya di luar mansion. Sok misterius. Awas saja, Ersya juga tak ingin bertemu mereka. Bisa-bisanya harus mengancamnya dulu baru ketemu. Mereka itu licik.

Second Life : Ersya Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang