42

8.9K 648 8
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.










Hari-hari berlalu seperti biasanya. Setiap perjalanan hidup akan selalu ada perubahan di dalamnya. Ada yang menemukan kebahagiaan baru, ada yang mendapatkan tantangan berat di hidupnya. Terkadang manusia tidak menyadari jika apa yang telah ia perbuat adalah sebuah kesalahan bagi orang lain. Di satu sisi, hal itu menjadi kesenangan tersendiri bagi dirinya. Sejatinya, setiap kehidupan yang kita jalani, akan ada pembelajaran di setiap langkah yang kita ambil.

Waktu terus berlalu semenjak pertemuan Ersya dan Vira. Itu sudah berlalu dalam beberapa hari, selama itu Vira dan Ersya saling bertukar pesan dan sesekali telponan. Menghabiskan waktu berdua yang sempat disita oleh takdir yang tak diinginkan.

Sampai sekarang tidak ada yang mengetahui pertemuan tersebut. Ersya menyembunyikannya dengan baik. Ersya yang merasakan euphoria itu, tak menyadari jika sikapnya kian menimbulkan kecurigaan oleh anggota keluarga. Terlalu fokus dengan satu hal sampai mengabaikan hal lain.

Rachel merasakan perubahan itu dalam diri Ersya. Semakin hari, Ersya semakin menyibukkan dirinya sendiri. Meskipun bukan masalah besar, namun perubahan sikap Ersya yang mendadak itu cukup membuat Rachel curiga.

Mereka juga jarang menghabiskan waktu bersama. Biasanya sepulang sekolah, Ersya akan bercerita banyak hal padanya. Lalu setiap selesai makan malam, Ersya akan menariknya ke ruang keluarga untuk menonton televisi bersama. Intinya Ersya suka jika keluarganya berkumpul. Saling membahas tentang apa saja. Dan yang pasti Ersya paling bersemangat di antara yang lain.

“Ada apa?” tanya Kendrik saat  masuk ke kamarnya. Ia baru saja dari ruang kerjanya. Jam menunjukkan pukul sebelas malam, jangan sampai ia terlalu malam mengerjakan pekerjaannya jika tidak ingin dikunci dari dalam oleh sang istri. Tidak di perusahaan, tidak di mansion, tetap bergelut dengan berkas-berkas perusahaan.

“Apa aku terlihat seperti itu?” Rachel membalikkan pertanyaan yang tersirat sebuah maksud tertentu. Dan Kendrik menangkap maksud tersebut.

“Hm. Biasanya kamu akan menyambutku dengan ocehan,” balas Kendrik mengambil tempat duduk di samping Rachel.

Menyenderkan punggung tegapnya di senderan tempat tidur, lalu menarik lengan sang istri untuk mendekat padanya. Membiarkan  sang istri menyender di tubuhnya. Tangan Kendrik mengelus lembut surai Rachel yang  senantiasa mengeluarkan aroma harum yang menenangkan. Begitu memabukkan untuk sepasang suami istri yang saling mencintai.

Rachel pasrah tubuhnya ditarik oleh sang suami. Rachel semakin menyamankan dirinya di dalam dekapan Kendrik. Rachel bimbang, haruskan ia mengatakan ini pada Kendrik atau tidak. Takutnya ini hanya perasaannya saja.

“Katakan!” perintah Kendrik dengan nada tegas terkesan menuntut.

Rachel mendongakkan kepalanya untuk melihat raut muka suaminya. “Kamu tahu?” tanya Rachel. Setelah puas memandangi wajah suaminya, Rachel kembali ke posisi semula. Memilih bersembunyi di dekapan Kendrik.

Second Life : Ersya Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang