43

12.9K 920 156
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Hari di mana kita bisa mengistirahatkan diri dari aktivitas sehari-hari. Menghabiskan waktu bersama keluarga adalah keinginan setiap anak. Tak terkecuali Ersya yang berharap seperti itu juga. Selama akhir pekan, keluarganya tetap sibuk dengan pekerjaannya. Memang benar sih di mansion, tetapi tangan dan mata mereka fokus pada pekerjaan. Ish ish ish. Tidak menyenangkan. Itu pun terkadang jika ada sesuatu mendesak, detik itu juga mereka akan pergi ke perusahaan. Tidak ada hari libur untuk mereka. Hebatnya, sesibuknya mereka, masih bisa mengawasi gerak-geriknya. Curiga ada mata-mata.

Namun, pagi ini di mansion Leonard suasana tampak berbeda. Di ruang tengah sudah ada beberapa anggota keluarga Leonard termasuk Ersya yang kini berpenampilan acak-acakan karena baru bangun tidur. Raut wajah tercengangnya menjadi pemandangan menggemaskan untuk pagi hari ini.

Ersya jika akhir pekan biasanya akan bangun agak siangan. Keluarganya memperbolehkan hal itu. Setelah itu turun ke bawah untuk menghirup udara segar. Melihat televisi di ruang tengah, menyapa mommynya, menyapa beberapa maid yang sedang mengerjakan pekerjaan. Ia tak mencari keluarga yang lain karena sudah hapal dengan tabiat mereka. Tidak ada kata libur untuk workaholic seperti mereka. Tetapi sekarang, semuanya berkumpul di ruang tegah dengan memakai pakaian santai. Itu yang membuatnya tercengang pagi-pagi ini.

“Kenapa kalian di mansion?” tanya Ersya dengan ekspresi tercengang. Berdiri di tengah-tengah dengan sorot mata tersirat kepolosan mendalam. Anggota keluarga paling kecil, paling polos, paling usil. Pakaiannya acak-acakan, rambut berantakan, sesekali ia menggaruk rambutnya sehingga semakin berantakan.

“Ini mansion kami juga,” balas Devin sembari menggonta-ganti channel televisi. Yang biasanya menguasai televisi di ruang tengah pagi hari adalah Ersya, kini sudah keduluan Devin. Dan Ersya tak peduli itu, ia menatap yang lain menuntut jawaban. Apalagi mereka tampak santai, tak sedang mengerjakan pekerjaan.

“Daddy sedang tidak ada pekerjaan, abang-abangmu juga. Sini,” ajak Kendrik menyisakan ruang kosong di sebelahnya untuk tempat duduk Ersya. Di ruang tengah terdapat Kendrik, Barra, Liam, Devin, Nathan, dan juga Ersya yang baru bergabung. Untuk Rachel, ia sedang menyiapkan sarapan milik Ersya yang telat bangun. Yang lain sudah menikmati sarapan sejak tadi.

Barra diam menatap Ersya penuh selidik. Adiknya itu, jika sedang menyembunyikan sesuatu selalu terlihat jelas. Ia diberitahu oleh sang daddy mengenai perubahan sikap Ersya akhir-akhir ini. Hanya ia saja yang diberitahu. Barra pastikan tidak akan ada lagi rahasia yang disimpan oleh Ersya.

Ersya menuruti perintah dari Kendrik. Kini ia sudah duduk manis di samping tubuh tegap daddynya. Pandangannya melihat satu per satu keluarganya yang sibuk sendiri-sendiri. Memang sih mereka berkumpul, tetapi tidak ada obrolan di dalamnya. Sibuk sendiri-sendiri.

Tatapannya berhenti saat melihat Nathan. Seingatnya kemarin ia dan Nathan tidur cukup larut malam, kenapa Nathan bisa bangun pagi seperti biasanya. Lihat sekarang Nathan bermain handphone dengan raut datar andalannya.

Second Life : Ersya Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang