Setelah dipikir-pikir dulu sebelum dia menikah, Jaemin hanya diberi tahu bahwa mendiang istri suaminya meninggal karena jatuh sakit. Sebuah jawaban singkat yang terdengar sederhana, seolah kematian hanyalah akhir yang wajar. Namun ketika dia bertanya lebih lanjut, semua orang malah bungkam dan memilih untuk menutup mulut rapat-rapat, dengan alasan tidak ingin membahas kematiannya karena itu hanya akan membuka kembali kesedihan tuan besar mereka. Karena tuan Lee Jeno tidak mau jika masih ada orang yang membahas tentang kematian istrinya, seakan nama dan kenangan itu adalah luka yang tak boleh disentuh siapa pun.
Saat itu Lee Jeno sangat terpukul dengan kematian sosok yang begitu dicintainya. Kesedihan itu menghancurkannya perlahan. Dia bahkan mengurung diri di kamar selama 40 hari penuh, sampai tubuhnya kurus dan tak terurus, bayang-bayang dirinya sendiri seolah memudar. Tak ingin makan dan tak ingin keluar kamar jika selain dibujuk, seakan dunia di luar pintu itu sudah tidak lagi berarti. Kesedihannya terlihat begitu jelas, karena pada saat itu juga, tak berselang lama sebelum kematiannya, mereka baru saja mendapatkan bayi. Di usia Lee Jisung yang ke 7 hari, anak tersebut harus tumbuh tanpa ada sosok Ibu di sampingnya, lahir bersama duka yang bahkan belum sempat ia pahami.
Jeno harus membesarkannya sendirian, sebelum pada akhirnya ia memilih untuk meminang Na Jaemin sebagai isteri barunya, sebuah keputusan yang terasa tiba-tiba namun penuh tanda tanya.
Na Jaemin terus berpikir panjang tanpa pernah menemukan jawaban yang pasti. Alasan kenapa Jeno memutuskan untuk menikahinya berputar-putar di kepalanya tanpa ujung. Perjodohan? Mereka memang dipertemukan karena hal itu. Tapi sifat keras Jeno yang tidak mudah sekali untuk digoyahkan membuat Jaemin semakin penasaran. Karena mana mungkin dia bisa dengan mudah memutuskan untuk menjalankan pernikahan mereka, di saat dia begitu mencintai sang mendiang dan seolah tak ingin menduakannya, bahkan dalam ingatan.
Tapi Jeno memang pernah bilang pada Jaemin bahwa Jisung butuh sosok Ibu dan dia hanya digunakan untuk itu. Kalimat itu seperti pisau tumpul yang terus mengiris pelan. Jeno hanya mengambil keuntungan dari perjodohan mereka. Dan jika harus dipikir lagi, Lee Jeno memang sangat egois, karena lebih mengutamakan kepentingan dan perasaannya sendiri tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain. Semua harus berjalan sesuai kehendaknya, tidak peduli bagaimana orang itu setuju atau tidak, seolah dunia hanya berputar di sekitar kehendaknya saja.
Lee Jeno memang penjahat sesungguhnya. Sebuah kesimpulan pahit yang harus Jaemin telan perlahan. Jaemin merasa miris pada jalan kehidupannya yang harus berjalan tanpa pernah sesuai dengan keinginannya sendiri. Takdir memang sangat kejam untuk sebagian orang. Menyedihkan, dan terasa tak adil.
Dan tiba-tiba saja Jaemin kembali mengingat apa yang baru saja telah dia dengar beberapa waktu lalu, bahwa istri Jeno mati karena dibunuh dan Jeno sengaja membawa Karina ke rumah ini untuk menangkapnya. Sebuah fakta yang membuat dadanya mengencang. Apa wanita itu berhubungan dengan kematiannya? Jaemin ikut penasaran, dan dia merasa bahwa dia juga harus menemukan jawabannya segera, sebelum semuanya semakin kabur.
Jaemin mengambil nafas panjang. Jadi selama ini Jeno sudah mencari dan mempersiapkan diri untuk menemukan siapa dalang di balik kematian istrinya. Selama ini? Jaemin tertegun, kagum sekaligus ngeri dengan ketangguhan Jeno yang begitu kuat untuk terus mencari sampai ke dasar, tanpa peduli luka apa yang harus dia tanggung.
"Haruskah aku menyanjungmu? Kau sepertinya hebat dalam urusan mencintai."
Jaemin terus bergelut dengan pikirannya sendiri, pikirannya seperti benang kusut yang sulit diurai. "Kematiannya menjadi misteri, kenapa dia sampai dibunuh? Apakah Karina berusaha menyingkirkan dia juga untuk mendapatkan ambisinya?"
"Aku harus mencari tahu secepat mungkin dan mencari siapa pelaku yang telah sengaja melukai Jisung, ini pasti ada hubungannya dengan masa lalu."
Jaemin kemudian keluar dari kamarnya untuk menemui seseorang, langkahnya mantap meski hatinya bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEATIFUL TARGET | NOMIN
FanfictionBEAUTIFUL TARGET (The Real Villain) Romance, Thriller, Sad Action, Royal Family, boys love, yaoi Di balik rumah yang tampak tenang, tersembunyi pernikahan yang dibangun di atas rahasia, darah, dan kebohongan yang sengaja dipelihara. Jeno mencintai...
