Beautiful Target #0

5.1K 233 6
                                        

Perlu diingat bahwa cerita klasik ini berjalan di kisaran tahun Masehi sebelum era modern.

S e l a m a t m e m b a c a

***

Sore ini matahari bersinar sangat cerah, cahaya teriknya menyinari sebuah kota kecil di wilayah selatan negeri Agra, Eastern Town.

Pada saat itu cuaca sudah berada di ujung musim gugur itu artinya musim dingin akan segera menyambut. Semua orang telah berbalut pakaian mantel demi menghangatkan tubuh. Menghindari serangan penyakit flu yang sering melanda ketika awal musim dingin tiba.

Meskipun cuaca silih berganti dan musim terus bergilir di setiap
tahunnya-namun hal itu tidak merubah perasaan seorang pemuda yang telah menjadi pasangan dari seorang bangsawan muda kelas atas yang cukup besar di kota itu.

Walaupun ada banyak orang yang terkadang menamani untuk sekedar menghiburnya di dalam mansion megah nan mewah yang ditinggalinya kini, dia masih selalu merasa kesepian.
Atau bisa dibilang bahwa saat ini 'Hambar' adalah kata yang cocok untuk mendeskripsikan hidupnya yang tak berwarna.

Dia adalah Na Jaemin seorang pemuda berusia 21 tahun yang diharuskan menikah muda dengan seorang lelaki yang terpaut jarak usia 5 tahun dengannya.

Menikah tanpa cinta adalah bukti nyata yang terjadi diantara keduanya. Sejak awal Jaemin tidak menginginkan pernikahan ini terjadi. Semua dilakukan secara terpaksa dan jika bukan karena satu-satunya orang yang sangat disayanginya dia tidak akan pernah mau.

"Dengan pernikahan ini, kau akan menyelamatkan gelar kebangsawanan keluarga kita."

"Kau adalah harta yang tersisa yang dimiliki kakek sejak ayahmu meninggal. Tentu kamu menjadi sebuah harapan untuk membangkitkan kembali derajat keluarga kita yang telah hilang-hingga tak ada orang yang bisa merendahkan kita lagi."

Dibalik perbincangan bersama orang yang telah membesarkannya selama ini, Jaemin tersenyum penuh kemirisan. Ia berpaling sambil meneteskan air mata saat itu. Pernikahan ini terjalin kurang lebih hanya karena sebuah urusan politik, dan dia yang menjadi korbannya.

Karena setelah pernikahan tersebut terjadi-keluarga Na berasil mengambil alih posisi nomor 3 dan naik pesat sebagai keluarga bangsawan kelas atas terbesar di negri itu setelah dibantu oleh bangsawan lee yang sudah menjadi bangsawan nomor satu di sana.

"Tidakkah kau tahu kek, sejak hari pengucapan janji suci itu-Hidupku berubah menjadi sangat menyedihkan."

Namun dibalik ucapan itu, sebagai cucu yang patuh dan penurut Jaemin selalu berbohong dan mengatakan bahwa ia bahagia dengan pernikahannya.

Disamping itu, sebenarnya bisa saja jaemin berusaha dan mulai mencintai pasangannya hanya untuk melepas rasa siksanya. Namun setelah melihat bagaimana karakter dari orang yang menjadi pasangannya saat ini, hal itu sepertinya tidak akan pernah terjadi.

Apalagi setelah ia mendapatkan satu fakta lain. Fakta besar bahwa ternyata Lee Jeno masih mencintai mendiang mantan pasangannya terdahulu.

Jaemin langsung mengurungkan niat. Dia tak mungkin mencintai orang yang sudah mencintai orang lain.

Hilang sudah harapannya menikah dan menghabiskan sisa waktu hidup bersama orang yang dia cintai. Itu hanya akan menjadi sebuah impian semata hingga akhir hayatnya.

Seperti saat ini-ketika dirinya harus dihadapkan dengan sebuah fakta, dimana ia harus selalu berhadapan dengan sosok lelaki dingin yang telah menghabiskan banyak malam dengannya. tidur di satu ranjang yang sama dengan sebuah keheningan dan tanpa sentuhan. Hal yang akan selalu terjadi karena keduanya memang tidak pernah ada niatan membuka diri, berbicara pun mereka hanya seperlunya saja.

Jaemin membenci dirinya dan Jaemin membenci orang itu. Dia tak suka jika harus mengabdikan diri sepenuhnya pada orang yang bahkan tidak pernah ia cintai.

Ironi, lagi-lagi dia harus bertepuk tangan pada pertunjukan nasib yang sedang dilakoninya saat ini.

Ketika ia sibuk dengan pikirannya sendiri, lamunannya tersadar ketika sebuah tangan kecil menjawat tangannya, Kepala Jaemin menoleh mengarah pada sosok putra tunggal dari pasangannya.

"Satu tahun telah berlalu, apakah Dadda sudah mulai bisa mengasihi dan mencintaiku?". Mulut kecil itu terlontar dengan raut muka memohon.

Anak yang baru menginjak 4 tahun itu memandang dengan wajah sedikit ketakutan.

Jaemin terdiam dengan wajah datar-lantas ia melepaskan pegangan tangan kecil itu dari genggamannya.

"Kau bukan putraku, dan aku tidak bisa mencintaimu."

Diruang makan, sambil masih menyantap sisa makanannya Jeno memukul meja dengan keras. Ia menatap tajam Jaemin yang akan segera pergi dari hadapan dia dan putraanya.

"Kau sudah menikah dan terikat denganku-tentu kau harus menjadi seorang Ibu untuk putraku." Jeno menggeram karena marah.

Jaemin menghembuskan napas pelan kemudian berbalik.

Ia menatap keduanya secara bergantian tanpa memiliki niat melawan amarah suaminya.

Dengan tampang muka datar Jaemin berucap.

"Kau maupun putramu aku bahkan tak bisa mencintai keduanya."

To be continue

BEATIFUL TARGET | NOMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang