Beautiful Target #55

146 17 1
                                        

Mobil hitam panjang itu akhirnya melewati gerbang utama mansion keluarga Lee tepat saat langit mulai berubah jingga.

Deretan lampu kristal menyala di sepanjang halaman luas, memantulkan cahaya keemasan pada air mancur besar di tengah taman. Mansion utama keluarga Lee berdiri megah seperti istana tua yang tak pernah benar-benar tersentuh waktu—besar, tenang, namun terasa dingin dalam caranya sendiri.

Puluhan pelayan sudah berdiri rapi menyambut kedatangan para tamu bangsawan dari berbagai penjuru negeri.

Pesta ulang tahun ketujuh puluh Lee Donghae memang bukan sekadar perayaan biasa.

Itu lebih menyerupai pertemuan orang-orang paling berpengaruh di negara ini.

Pintu mobil terbuka perlahan.

Jeno turun lebih dulu.

Tatapan beberapa orang langsung beralih padanya, sebagian membungkuk hormat, sebagian lagi hanya memperhatikan dalam diam.

Namun perhatian mereka segera berpindah—

saat Jaemin keluar dari mobil.

Hening kecil seolah jatuh beberapa detik.

Jaemin mengenakan pakaian panjang berwarna gelap dengan detail perak lembut di bagian lengan dan kerah. Rambut hitamnya ditata sederhana, namun justru membuat wajahnya terlihat semakin elegan.

Anggun.

Tenang.

Dan terlalu indah untuk diabaikan.

Bahkan langkah kecilnya turun dari mobil terlihat seperti sesuatu yang mahal.

Jisung yang berdiri di dekat Hana langsung berlari kecil menghampiri Jaemin sambil menggenggam tangannya.

"Dadda... banyak sekali orang."

Jaemin tersenyum kecil lalu membelai rambut anak itu lembut. "Takut?"

Jisung menggeleng cepat meski matanya tetap sibuk melihat sekitar.

Di belakang mereka, Kakek Na turun perlahan dengan tongkat kayunya. Wajah tuanya tampak tenang seperti biasa, meski sorot matanya tetap tajam memperhatikan mansion besar di depannya.

"Hm," gumamnya pelan. "Masih suka berlebihan rupanya."

Jeno terkekeh kecil. "Kakek sedang membicarakan mansion atau pemiliknya?"

"Dua-duanya."

Jaemin refleks menahan senyum.

Belum sempat mereka berjalan lebih jauh, dua sosok lelaki sudah lebih dulu menyambut dari tangga utama mansion.

Lee Donghae.
Dan Lee Eunhyuk.

Donghae tersenyum hangat begitu melihat mereka datang. Aura pria itu tetap tenang meski usia sudah tak muda lagi.

"Kalian akhirnya datang juga."

Jeno membungkukkan kepala kecil memberi hormat. "Selamat ulang tahun, Ayah."

Donghae menepuk pelan bahu putranya sebelum pandangannya beralih pada Jaemin.

Dan seperti biasa—

sorot mata orang-orang selalu sedikit berubah saat melihat Jaemin terlalu lama.

"Lama tidak bertemu, Jaemin."

Jaemin membalas dengan sopan. "Selamat ulang tahun, Ayah."

Eunhyuk yang berdiri di samping Donghae tersenyum tipis. "Kau terlihat jauh lebih sehat sekarang."

"Terima kasih."

Tatapan Eunhyuk kemudian turun sekilas ke arah perut Jaemin yang mulai membesar sebelum akhirnya kembali seperti biasa.

BEATIFUL TARGET | NOMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang