Special Part (ZaiNath)

246 14 0
                                        

Happy Reading
.
.

Zai sedang rebahan manja di kasur. Hari ini entah gimana Zai merasa begitu malas. Sampai-sampai ia pun juga malas untuk turun ke bawah hanya sekedar makan. Alhasil Mama nya yang mengantar makanan pagi tadi ke kamar dan menanyakan keadaan Zai.

Tok

Tok

"Masuk."

Cklek

"Nih, makannya Mama anterin."

Zai yang baru saja mandi dan langsung rebahan tanpa mengeringkan rambut dan mengurus wajahnya langsung menoleh kearah pintu dimana sang Mama berjalan mendekat sembari membawa nampan berisikan sarapan pagi hari ini.

"Loh? Biar Bi Titin yang anterin Ma kenapa malah Mama?" Tanya Zai.

"Ya kamu kenapa coba gak turun dari kamar? Kamu sakit? Mama khawatir." Ujar Mama Aly.

"Zai gak sakit Ma, cuma datang bulan aja jadi males mau gerak." Jawab Zai menerima nampan yang disodorkan Mamanya.

"Oh ya udah Mama kira kamu sakit. Hari pertama?" Zai mengangguk dan mulai memakan sarapannya.

"Sakit gak perutnya? Kram gitu?"

Zai menggeleng, "Gak sakit perutnya cuma suasananya jadi malas banget, Ma."

Mama Aly mengangguk sembari mengelus rambut Zai, "Ya udah kalau ada apa-apa bilang, Mama hari ini libur. Papa tadi udah berangkat kerja."

"Papa tanyain Zai gak?" Tanya Zai.

"Tanyain lah malah sampai tadi Papa gak jadi berangkat karena mau ngecek kamu dikira sakit." Jawab Mama Aly.

Zai cengengesan, "Hehehe maaf ya Ma udah buat khawatir."

"Iyaa, ya udah habisin. Mama keluar dulu."

Zai hanya mengangguk karena fokus menghabiskan makanannya. Makanannya pun habis tanpa sisa ia turun dari kasur dan mengambil segelas susu lalu ia minum sampai habis.

Membawa nampan yang isinya sudah habis untuk ke dapur. Tetapi setelah ia keluar dari kamar Bi Titin menghampirinya.

"Sudah habis, Non makanannya?"

"Iya Bi udah habis."

"Ya udah biar Bibi yang bawa ke dapur. Non, masuk aja ke dalam."

Zai mengangguk, "Makasih Bi."

Zai pun kembali masuk ke dalam kamar sebelum rebahan ia keringkan rambutnya terlebih dahulu dan melakukan rutinitas untuk wajahnya.

Setelah selesai ia lanjutkan rebahan kembali. Tidak lupa ia menyalakan televisi dan menyiarkan siaran drama yang ingin ia tonton. Ia rebahan sembari menonton drama sampai siang. Ia lakukan tanpa bosan. Bahkan ia tidak mengecek ponselnya sama sekali sedari tadi.

Sampai ponsel miliknya bergetar baru Zai mencari ponselnya dan ternyata Nathan menelepon dirinya. Sebelum ia angkat telepon tersebut dimatikan. Ia buka layar kunci ponselnya dan membuka aplikasi chatting. Terlihat Nathan sedari tadi pagi memberinya pesan begitu banyak.

Zai pun langsung membalas dengan emosi. Ya bagaimana tidak emosi sedang di suasana yang malas ditambah haid ia jadi selalu kebawa emosi dan ponselnya yang sedari tadi selalu berbunyi.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TEENAGER | End Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang