part akhir setelah ini aku ingin tidur
ngantuk soalnya.
"berhentilah menangis papi, kita berjanji tidak akan meninggalkan papi apapun yang terjadi nanti" Chenle mengusap tangan Haechan berharap Haechan menghentikan tangisannya.
"tidak bisa.. mata papi terus mengeluarkan airnya"
Di bawah pohon yang besar ini menjadi saksi bagaimana mereka saling menguatkan satu sama lain.
"Chan... " suara itu.
"papa?"
Haechan menolehkan kepalanya menatap sumber suara yang baru saja memanggil namanya. Menarik nafas kasar lalu Haechan berdiri menatap dengan tajam orang yang memanggilnya itu.
"apa yang kau lakukan di sini Mark?" Mark melangkah semakin mendekati Haechan.
"chan.. maafkan aku"menjatuhkan tubuhnya tepat didepan Haechan, lalu ia menangkup tangannya seperti meminta permohonan pada Haechan.
"aku salah, aku jahat, aku brengsek, maafkan aku maaf maaf maaf" sesal Mark.
"sekarang kau seperti ini, dulu kau bahkan tak mendengarkan aku meminta ampun padamu lalu sekarang haruskah aku memaafkan mu?" Haechan tertawa sumbang.
"jika bukan karena anak-anakku sudah pasti aku meminta Appa memenjarakan mu"
Mark mengangkat kepalanya, bisa Haechan lihat bahwa Mark menangis disana "chan.."
"diam lah Mark,aku benci padamu, tapi anak-anakku membutuhkanmu sebagai ayahnya sialan" Haechan menjatuhkan dirinya tepat didepan Mark.
"jika aku boleh egois...aku tak ingin anak-anakku tahu bahwa kaulah ayahnya, orang brengsek yang telah membuat mereka hadir ke dunia ini"
"aku...aku salah, jika kau mau kau boleh memukulku bahkan jika aku matipun setelahnya aku tak apa asal jangan membenciku chan"
"kau mudah sekali berbicara seperti itu, lalu bagaimana dengan anak ku"
"kau tahu? karna tidak memiliki orangtua yang lengkap mereka sering di bully dijauhi di usili Mark, dan dengan mudahnya kau mengatakan itu, kau benar-benar sialan"
"papi .." Chenle meraih bahu Haechan lalu memeluk Haechan dari samping.
"jangan menangis, kita tidak mau kagu melihat papi menangis" ujar Chenle padahal ia juga ikut menangis disana.
"ayo kita pulang papi" ajak Mingrui membantu Haechan berdiri.
Haechan menepuk celananya yang kotor karena debu tanah.
"kau tahu Mark, sebelumnya aku sudah mengatakan pada diriku sendiri untuk tidak akan memaafkan mu, tapi.. aku tidak ingin egois selama ini aku jadi orangtua yang buruk untuk mereka dan aku tidak ingin lagi egois kali ini"
"mereka membutuhkanmu tidak denganku"
Setelah mengatakan kalimat itu Haechan pergi membawa anak-anaknya pulang kembali ke kediaman keluarga Jung. Ia masih ingat bahwa semua keluarganya disana.
£
"
maafkan Haechan, Haechan tidak akan menerima Mark, dia tahu alasannya dan biar Haechan memilih sendiri kemauan Haechan jangan memaksaku" Haechan menatap tak suka pada orangtuanya yang mendadak membahas pernikahannya bersama Mark. Tentu Haechan menolak ini bukan kemauannya.
Chenle dan Mingrui sudah pulang sekarang tadi bersama Hendery, sekarang hanya tersisa orangtuanya dan keluarga Mark di ruang tamu kediaman Jung.
"Haechan tak akan melarangnya untuk bertemu lele dan rui, tapi kalau untuk tinggal dan hidup bersamanya Haechan tak kan pernah mau" ujarnya penuh keyakinan.
"chan-"
"tolong mengerti Haechan Mae"potong Haechan pada kalimat Ten.
"jika boleh egois, Haechan tak ingin anak-anak Haechan untuk dekat dengannya tapi..."Haechan menghentikan kalimatnya lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
"Haechan hanya ingin mereka bahagia dan merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga yang lengkap" lirih Haechan.
"sudah Haechan tidak ingin lagi membahas ini, aku akan menyusul mereka pulang " Haechan berdiri dan melangkahkan meninggalkan ruang tamu kediaman Jung.
Mark yang melihat kepergian Haechan lalu menyusul, Mark menahan tangan Haechan sebelum anak itu memasuki mobil.
"apa aku benar-benar tidak memiliki kesempatan lagi?"
Haechan berdecih, kesempatan katanya?.
"sudahlah Mark lakukan peranmu sebagai ayahnya mereka bukan yang lain"
Haechan menghempaskan tangan Mark yang menyentuhnya lalu masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan keras.
"benar-benar menjijikan"
Mark, menjauh dari mobil Haechan dengan pandangan menunduk. Merasa bahunya ditepuk beberapa kali, Mark mengangkat kepalanya kembali.
"usahakan saja semuanya, kita tidak tahu bagaimana kedepannya"
"aku ingin sekali rasanya membunuhmu tapi ku tahan karena cucuku sepertinya sangat, menyayangimu"
"maafkan Mark paman Jo, Mark janji akan memperbaiki semuanya dan akan membawa keluarga kecil Mark untuk hidup bahagia"
"kami pamit" ujar Ten dengan senyuman.
"maafkan aku chan, aku mencintaimu dan aku akan membawa keluarga kecil kita untuk hidup bersama nanti"
"kau benar-benar menjijikan Mark, bahkan setelah kau memberi penderitaan itu kau masih saja bisa bersikap seolah tak terjadi apapun selama ini, sialan"
SELESAI
KAMU SEDANG MEMBACA
My Problem and Our Problem
Acak"maafkan aku yang tak bisa bersikap layaknya orangtua untuk kalian, tapi mulai sekarang aku berjanji akan selalu menyayangi dan melindungi kalian, aku benar-benar minta maaf" Seo Haechan ceritanya aku ganti judul dari "why can like this" menjadi "my...
