Gaesss, kalau typo tandain
jangan lupa vote dan komen!!
£
Pagi ini dengan langkah terburu-buru Chenle berlari menyusul Haechan ke kamarnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.43. Yang biasanya saat jam ini Haechan sudah selesai memasakkan makanan untuk anak-anak nya.
Semalam Haechan tidur terlalu larut karena ia mencoba membuat kue. Jadilah ia bangun kesiangan dari jam biasanya.
Chenle memukul pintu kamar Haechan dengan kuat sehingga menimbulkan bunyi yang cukup berisik.
"papi bangun!" suara melengking Chenle mengusik tidur Haechan.
Dengan mata yang masih mengantuk, Haechan mencoba mendudukkan dirinya dan mengumpulkan nyawanya.
"astaga jam berapa sekarang?" keluh Haechan sambil memukul keningnya.
"papi!"
"iyaa Le" Haechan segera bangkit dari kasurnya dan membukak pintu untuk Chenle masuk.
"papi baru bangun?" tanya Chenle memiringkan kepalanya.
"umm.. ada apa?" tanya Haechan dengan wajah yang masih mengantuk.
"ada apa?" beo Chenle "papi lupa? hari ini kita kan pergi jalan-jalan bersama kakek"
"astaga, maafkan papi"
Haechan memutar tubuhnya menuju kamar mandi, melupakan Chenle yang masih berdiri di pintu.
"papi meninggalkan Lele?" tanya Chenle menatap Haechan tak percaya.
"LE BANGUNKAN MINGRUI DAN SEGERA BERSIAP" pekik Haechan dari kamar mandi.
"YA!" Chenle berlari menuju kamarnya. Ia harus segera membangunkan Mingrui dan bersiap sesuai ucapan papinya.
£
Hari yang cerah, dengan matahari yang berada tepat di atas kepala dan awan cerah yang menemani matahari. Sudah dua jam lebih Chenle dan Mingrui bermain di taman kota ini.
Sekarang mereka sedang duduk di bangku taman yang terlindungi oleh pohon. Lokasi yang tepat karena disini rasanya benar-benar sejuk.
"papi Mingrui mau Macaron" pinta Mingrui sembari memperhatikan aktivitas Haechan yang sedang menata makanan.
"baiklah" Haechan memberikan sekotak makanan berisi macaron kepada Mingrui. Chenle yang duduk disebelah Mingrui ikut mengambil macaron itu.
"kakek mau?" tawar Mingrui menghadapkan kotak itu pada Saewon.
"tidak"
"kakek tidak suka"
"baiklah nanti kalau habis kakek jangan sedih" ujar Chenle.
Saewon tersenyum menatap anak kembar itu.
"paman mau makan apa?"
"ecan tadi membuat kimchi jiggae, waffle, telur gulung dan semalam Haechan membuat kue ini paman" Haechan menyodorkan sekotak kue cokelat kepada Saewon.
"aishh.. kenapa repot-repot membuat ini semua?"
"tidak repot sama sekali paman, ecan senang kok"
"yasudah paman mau waffle"
"baiklah"
Akhirnya mereka memulai acara makan siangnya diiringi dengan tawa bahagia, sesekali mereka akan membuat candaan yang sekiranya lucu.
£
Di kediaman Jung, beberapa anggota keluarganya sedang berkumpul. Sedangkan si sulung dan kepala keluarga Jung tidak ada disana mereka sedang mengurus pekerjaan yang penting.
Mereka duduk disana karena sedang membahas sesuatu yang mendesak.
"bagaimana bu?"
"Daddy belum mengabari bubu, Mark juga"
Menghembuskan nafas kasar, Jeno menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
"kami datang" suara dari pintu masuk mengalihkan perhatian mereka.
"jisungg" pekik si bungsu berlari menuju anak kecil yang sedang duduk di pangkuan Taeyong.
"Sungchan, Beomgyu duduklah kakak akan menyiapkan makan siang untuk kita semua"
"gyu bantu"
Beomgyu segera berjalan menyusul Jaemin ke dapur. Mereka perlu memasak makan siang sekarang.
Sedangkan di ruang tamu, Sungchan sedang asik bermain bersama Jisung melupakan dua orang dewasa yang sedang berbicara serius.
Jeno dan Taeyong.
"bagaimana ini bubu? apa yang akan kita lakukan?"
"tenanglah, bukankah Daddy sudah menyuruh seseorang untuk mengikutinya?" Jeno mengangguk.
"lalu bagaimana cara kita menangkapnya? sekarang dia sedang memainkan perannya"
"dia sedang mencari bantuan untuknya berlindung bu"
"sudah Jeno, tunggu saja perintah dari Mark, baru kita bisa bergerak"
"iya" jawab Jeno lesu
"umm.. bagaimana perkembangan yang diberikan Karina?"
"hari ini ia belum melaporkan apapun pada bubu"
"ck" decak Jeno kesal.
"kau kesal pada bubu?" tanya Taeyong bingung.
"astaga Jeno bukan kesal pada bubu, astaga bubu" rengek Jeno.
"lalu?"
"sudahlah bubu tidak akan mengerti" jengah Jeno meninggalkan Taeyong.
"heii! mau kemana kau Jen?"
"dapur"
Jeno menyelonong meninggalkan Taeyong, sudahlah ia pusing menghadapi kehidupannya, apalagi bubu tercintanya.
"lama-lama aku bisa gila jika kakek tua itu belum di tangkap"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Problem and Our Problem
De Todo"maafkan aku yang tak bisa bersikap layaknya orangtua untuk kalian, tapi mulai sekarang aku berjanji akan selalu menyayangi dan melindungi kalian, aku benar-benar minta maaf" Seo Haechan ceritanya aku ganti judul dari "why can like this" menjadi "my...
