'sebelum baca jangan lupa tap bintangnya gess'
£
Hendery memijit pelipisnya, rasanya ada begitu banyak asap hitam yang menggerubungi hatinya.
Dirinya tidak bisa tenang, dokter yang memeriksa Haechan belum juga keluar sejak ia menginjakkan kakinya didepan ruang rawat Haechan.
Renjun juga begitu, keadaannya tidak berbeda jauh dengan Hendery, syukur Renjun memiliki nomor handphone Hendery jika tidak Renjun tidak tahu bagaimana cara mengabarkan berita ini pada Hendery.
Siswa yang mengantarkan Haechan dan Renjun ke rumah sakit tadi sudah pamit kembali kesekolah. Renjun tidak lupa mengatakan terimakasih kepada anak itu.
Kini kedua pemuda berbeda umur itu sedang menunggu dokter dengan perasaan gundah yang menemani.
"bagaimana ini? maaf Appa Eomma Hendery tidak bisa menjaga Haechan dengan baik" Hendery membatin, membayangkan bagaimana keadaan adiknya sekarang membuatnya jadi takut.
clekk...
Pintu ruang rawat Haechan terbuka, seorang dokter keluar dari pintu itu berjalan mendekati Hendery dan Renjun. Sedangkan kedua lelaki tii sudah bersiap mendekat ke arah sang dokter ingin segera mendapatkan informasi tentang keadaan Haechan.
"maaf, kalian keluarga pasien?" tanya sang dokter.
Renjun mengangguk, menghiraukan wajah cemas Hendery yang begitu kentara.
"jadi bagaimana keadaannya dokter?"
"maaf sebelumnya apa Anda suaminya?" tunjuk sang dokter pada Hendery yang terpaku.
"su-suami?" gumam Hendery.
Hendery menggeleng, alisnya bertaut bingung mendengar pertanyan sang dokter.
"aku kakaknya, katakan apa ada hal buruk terjadi padanya?"
Dokter itu menggeleng dan tersenyum "adik Anda sekarang sedang hamil, kehamilannya sudah memasuki minggu ke enam" ujar dokter itu.
Hendery terkesiap, jantungnya berpacu dengan cepat. Berita apa ini?
"lalu sekarang apa dia baik-baik saja dokter?" tanya Renjun.
"pasien baik-baik saja, saat ini dia sedang dalam pengaruh obat bius, beberapa menit lagi dia akan bangun"
Hendery dan Renjun mengangguk, sang dokter pamit untuk pergi dari sana. Sedangkan kedua lelaki itu kembali duduk pada kursi tunggu.
Emosi Hendery tidak teratur saat ini ada rasa sakit dan sesak yang membuatnya menghembuskan nafas kasar berkali-kali.
"kenapa ini bisa terjadi?" tanya Hendery entah pada siapa.
"maaf karena Hendery gagal menjaga Haechan Eomma Appa, Hendery janji setelah ini akan melindungi mereka" pilu Hendery.
Renjun menatap Hendery dengan perasaan sedih.
Merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Haechan dengan baik. Bukankah ia sudah berjanji akan menjadi teman yang baik untuk Haechan.
"ayo kita lihat Haechan kak" ajak Renjun.
Hendery mengangguk dan berjalan menuju ruang rawat Haechan. Matanya menangkap sang adik yang sedang tertidur pulas.
Ingin menangis pun rasanya tak bisa. Kenapa susah sekali ia mengeluarkan air mata. Perlahan ia mendekat untuk duduk di kursi sebelah bangsal Haechan.
Mengelus lembut kepala sang adik dengan penuh rasa sayang.
"kakak sayang Haechan, kakak janji akan menjaga Haechan dengan baik mulai sekarang"
"kakak tidak akan biarkan orang itu bahagia dengan kehidupannya, setidaknya dia harus bertanggung jawab pada perbuatannya"
Mata Hendery memanas, menangis adalah salah satu cara untuk meluapkan emosi maka hal itu yang saat ini ia coba lakukan. Persetan dengan keberadaan Renjun disini ia tidak peduli. Karena ia benar-benar merasa gagal menjaga adiknya ini.
"Chan maaf aku gagal ya jadi temanmu?" Renjun membatin dengan mata yang berair menatap Haechan yang tertidur pulas.
"aku kira aku bisa menjaga teman yang satu-satunya aku miliki sekarang ternyata dugaanku salah ya"
"setelah ini masih maukah kau menjadi temanku, jika kau tidak ada... aku akan bermain dengan siapa lagi Chan? jangan pergi biarkan aku bersamamu sampai kapanpun"
Renjun mengusap matanya, ia tidak ingin terlihat lemah untuk saat ini. Terdengar berlebihan tapi rasanya ia ingin sekali berteriak mengumpati orang yang sudah melakukan perbuatan kotor itu pada Haechan.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Problem and Our Problem
Sonstiges"maafkan aku yang tak bisa bersikap layaknya orangtua untuk kalian, tapi mulai sekarang aku berjanji akan selalu menyayangi dan melindungi kalian, aku benar-benar minta maaf" Seo Haechan ceritanya aku ganti judul dari "why can like this" menjadi "my...
