Suara alarm di atas meja mengganggu tidur si pemilik kamar meski masih terbalut dalam selimutnya. Dua anak yang sebentar lagi beranjak remaja itu masih asik mempertahankan mimpinya.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 6 lewat sepuluh menit namun tubuh si pemilik tubuh masih belum bangkit dari tidurnya.
"CHENLE MINGRUI BANGUN, INI HARI PERTAMA KALIAN BERSEKOLAH JADI CEPAT" teriakan dari luar kamar bahkan tidak terindahkan oleh mereka.
"anak ini" geramnya, dengan langkah lebar ia kemudian bergegas menuju kamar sang anak dan menggedor pintu dengan kuat.
"CHENLE MINGRUI CEPAT BANGUN JIKA TIDAK AKAN KU SIRAM KALIAN"
"chan?" suara dari belakangnya mengganggu aktivitas berteriaknya.
"kenapa berteriak? nanti kamu dan anak kita bisa sakit, biar aku yang bangunkan mereka kau kembalilah ke dapur"
itu Haechan dan Mark, ya.. mereka. Setelah melalui berbagai cara akhirnya Mark bisa berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.
Butuh waktu yang cukup lama untuk Haechan bisa menerima Mark kembali dalam hidupnya. Sekarang Haechan sedang mengandu anak ketiga mereka.
Chenle dan Mingrui sekarang sudah akan masuk JHS, hari ini adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Namun, mereka masih belum bangun.
"oiya kak sekalian bantu aku menyiapkan baju mereka, anak itu, mereka berdua selalu saja tidur larut walau sudah ku peringatkan" keluh haech mengusap perutnya.
Mark menganggukkan kepalanya, kakinya melangkah mendeka Haechan. Sebuah kecupan sayang mendarat di kening Haechan.
"baiklah, kau ayo tunggu di dapur aku akan membangunkan mereka"
Haechan mengangguk dan kembali berjalan menuju dapur. Biarlah Mark yang mengurus anak kembarnya, jika Haechan yang mengurus mereka sudah pasti Haechan akan memakai emosinya.
***
Kini, keluarga kecil Mark sedang sarapan bersama di ruang makan. Cukup lama tadi Haechan menunggu mereka dan sekarang sudah jam 7 kurang 13. Jika anaknya terlambat ke sekolah hari ini, awas saja nanti Haechan akan mengomeli mereka.
"cepat habiskan sarapan kalian, kalian ini, sudah berapa kali papi peringati untuk tidur lebih awal jika besoknya sekolah, hah?"
"bukankah sudah papi beritahu bahwa hari pertama sekolah tidak boleh melakukan kesalahan apapun?"
"kalian ingin papi pukul?"
Kedua anak kembarnya mwnggele sambil menampilkan senyuman menyebalkanya.
Mark yang duduk di sebelah Haechan hanya tersenyum kikuk. Jika Haechan sudah marah begini Mark takut nanti dirinya juga ikut diomeli Haechan.
"sayang.. kapan kita ke rumah sakit?"
"perutmu tidak sakit kan?
Haechan menggeleng "lusa jadwal check baby nya"
Mark mengangguk "baiklah nanti kita pergi bersama"
Mark berdiri dan mencium kening Haechan "aku pergi kerja ya sayang"Haechan mengangguk.
"bekal kalian ada di dapur, aku lupa membawanya ke sini"
Si kembar Chenle dan Mingrui pergi ke dapur mengambil kotak bekal mereka tak lupa juga mengambil milik Mark.
"papi kita sekolah dulu" pamit Chenle.
Keduanya mendaratkan ciuman pada pipi Haechan.
Setelahnya Mark pergi bersama si kembar dan Haechan yang sibuk membersihkan meja makan. Mereka tidak memperkerjakan maid di rumah mereka karena permintaan Haechan.
Hanya saja setiap sore akan datang seseorang untuk membersihkan seluruh rumah.
Begitulah hidup Haechan sekarang, Haechan dengan perut besarnya juga tidak mungkin sanggup membersihkan rumah ini sendirian, yang ada nanti dia dan baby nya bisa kelelahan dan membahayakan mereka nanti.
Setelah memberikan dapur Haechan berjalan menuju ruang tengah, sekarang waktunya ia bersantai menikmati hidupnya.
"apa yang harus ku tonton kali ini?" Haechan mengerutk keningnya sambil sesekali menyuapkan kue kering ke mulutnya.
"apa aku ajak jaemin ke sini saja ya?" Haechan nampak berpikir dengan usulannya sendiri.
Sekarang hanya dirinya sendiri dirumah dan jika sudah begini Haechan suka bingung sendiri harus melakukan apa sampai anak-anaknya kembali dari sekolah.
"sshttt... " Haechan mendesis ketika ia merasakan perutnya bergerak acak.
"apa baru saja anakku bergerak?" bingung Haechan.
Ia mengangkat bajunya sebatas perutnya lalu mengusapnya dengan lembut.
"sisa satu bulan an lagi kau akan lahir" Haechan tersenyum bahagia.
"aishh.. kau beruntung ya, saat kau lahir nanti kau memiliki keluarga yang lengkap.. " menggantung kalimatnya, Haechan tak tahu bahwa di pintu sana ada yang mengamati aktivitasnya "berbeda dengan kakak-kakakmu, mereka lahir tanpa ada peran ayah bersama mereka"
"maaf jika aku membandingkan mu dengan mereka, hanya saja.. mereka adalah cahaya ku"
Mark, dia masih berdiam diri mengamati dan mendengarkan semua keluh-kesah haechan selama ini.
Mark tau dia bukan orang yang baik untuk Haechan, tapi mark akan berusaha agar Haechan memiliki kehidupan yang baik bersamanya sekarang.
"apapun yang terjadi nanti, maaf jika aku tak bisa bersikap adil kepadamu, mau bagaimanapun Chenle dan Mingrui mereka sudah melewati hal buruk sejak mereka kecil, aku akan berusaha bersikap adil untukmu tapi jika aku tidak bisa... "
"Haechan" suara mark mengambil alih atensi Haechan. Haechan memutar kepalanya menatap mark yang berjalan je arahnya.
"aku pulang" ujar mark dengan senyuman merekah.
Haechan menautkan alisnya menatap mark bingung
"kenapa cepat sekali?" biasanya mark akan pulang sore atau malam tapi sekarang, padahal kurang dari dua jam yang lalu ia berangkat kerja.
"hari ini asisten ku yang mengambil alih kerjaku"
"kenapa?"
"kau tidak senang?"
Haechan gelagapan "bu-bukan begitu, hanya saja tidak bisanya"
Mark mengusap kepala Haechan "khusus hari ini aku akan mengajakmu jalan-jalan, hanya kita berdua" ujar mark.
Haechan tersenyum bahagia "benarkah?" Mark mengangguk.
Haechan berdiri dari duduknya "baiklah aku akan bersiap" Sebelum pergi ke kamar Haechan mencium pipi mark terlebih dahulu.
"aishh.. " ujar mark salah tingkah memegangi pipinya yang di cium Haechan.
"dia lucu"
Mark menatap punggung Haechan yang menghilang dibalik pintu, tatapannya mendadak sendu mengingat ucapannya tadi.
"maafkan daddy ini, karna ku papi mu mengucapkan hal yang seharusnya tak perlu kau dengar"
"tapi.. percayalah, hal itu tidak akan pernah terjadi, kita akan saling menyayangi dan menjaga satu sama lain"
"kau dan kakakmu, kalian semua anak dady dan papi yang kuat dan hebat"
Pada akhirnya penyesalan semua usaha mark membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan mark. Haechan nya kembali ke pelukannya. Walaupun butuh waktu yang lama, mark tetap menunggu Haechan untuk memaafkan dan menerimanya. Sekarang keluarga kecil mereka akan kedatangan satu anggota lagi, dan itu akan semakin menambah kebahagiaan keluarga mereka.
end
janglup bintang + comment ya ge ya
follow juga sekalian 🤟✨
KAMU SEDANG MEMBACA
My Problem and Our Problem
De Todo"maafkan aku yang tak bisa bersikap layaknya orangtua untuk kalian, tapi mulai sekarang aku berjanji akan selalu menyayangi dan melindungi kalian, aku benar-benar minta maaf" Seo Haechan ceritanya aku ganti judul dari "why can like this" menjadi "my...
