28 ; Pengawal

8.2K 867 62
                                        

"TIDAK TERSEDIA KANDIDAT perempuan?" Wilona menimpali ucapan seseorang melalui telepon.

Suara wanita muda kembali terdengar. Dia mengulang penjelasan yang sama kepada kliennya.

"Mohon maaf, untuk sekarang hanya beberapa profil itu yang bisa kami berikan. Di perusahaan kami, ketersediaan pengawal perempuan memang masih terbatas. Saat ini, tiga dari mereka sudah terikat kontrak dengan klien lain. Jadi, kami harap Ibu dapat memilih kandidat yang kami tawarkan. Dengan mempertimbangkan ketentuan dalam kontrak, kami dapat menjamin bahwa mereka takkan melanggar aturan dengan melakukan tindakan yang merugikan klien."

Wilona kembali membaca lima profil pengawal yang ditawarkan oleh perusahaan jasa keamanan. Usahanya untuk mencari pengawal pribadi memang mengantarkannya pada perusahaan ini. Ketidaknyamanan terhadap kehadiran pria asing membuatnya memilih perempuan sebagai kriteria utama. Syarat yang dia ajukan tampaknya tak dapat dipenuhi oleh mereka. Mencari pengawal perempuan ternyata sangat sulit, meskipun perusahaan yang dia hubungi merupakan perusahaan alih daya populer dengan reputasi yang bagus.

Mencari pengawal perempuan di perusahaan lain akan memakan lebih banyak waktu. Saat ini, Wilona sedang sangat membutuhkan pengawalan. Dia sudah mulai gelisah karena Jonathan kembali mencoba menghubunginya, mencoba meneleponnya hingga puluhan kali, sampai mengirimkan pesan-pesan ancaman yang membuatnya tidak nyaman.

Memblokir nomor ponsel pria itu tidaklah cukup. Wilona yakin, cepat atau lambat Jonathan akan kembali menemuinya. Jadi, mau tidak mau dia harus mempercepat proses penyewaan jasa pengawalan ini.

Mengamati data diri para kandidat, Wilona dapat menyimpulkan bahwa mereka semua berpengalaman. Beberapa di antaranya ada yang memiliki riwayat militer, beberapa yang lain memiliki riwayat kerja pengawalan yang beragam. Wilona mencoba untuk memutuskan. Dia membayangkan kehadiran Jonathan, lalu memikirkan orang seperti apa yang dapat menghadapi sosoknya.

Dia membutuhkan seseorang yang awas dan tangkas. Seseorang yang masih berada di usia prima, tetapi di saat yang sama juga berpengalaman. Sosok yang tidak akan ciut ketika menghadapi Jonathan ... seseorang yang mungkin punya pengalaman bela diri di jalanan, bukan sekadar perlombaan atau olahraga formal.

Wilona menanyakan kriteria itu pada narahubung di seberang telepon. Kriteria tersebut tampaknya lebih mudah mereka penuhi dibanding ketika Wilona meminta kandidat perempuan.

"Berdasarkan rincian yang Ibu sampaikan, saya merekomendasikan kandidat nomor lima," ungkap sosok tersebut. "Mas Cakra masih berusia tiga puluh awal. Sebelum bergabung bersama kami, dia sering mengikuti kompetisi MMA nonformal. Dari segi bela diri, dia memang yang terbaik dari empat kandidat yang lain, meskipun baru tahun ini dia bertugas sebagai pengawal. Apakah Ibu ingin memilih dia?"

"Dia bisa menyetir dan bersedia mengikuti saya setiap saat selama hari kerja?"

"Dia bisa menyetir. Sesuai dengan isi kontrak nanti, kami memang menawarkan penjagaan selama hari kerja, atau bahkan hari libur jika pekerja kami menghendaki. Ibu dapat lanjut mendiskusikannya secara pribadi dengan dia," jelas sosok itu. "Hanya saja, khusus untuk Mas Cakra, biasanya dia meminta cuti maksimal tiga hari di setiap bulannya. Namun, selama bukan di hari cuti itu, dia tetap mau mengawal kliennya, meskipun hari libur. Bagaimana, Ibu Wilona?"

Wilona mendaratkan pandangan pada profil seseorang yang disebutkan oleh sang petugas perusahaan. Dia melihat fotonya sesaat dan mendapati adanya bekas luka sayatan samar di dekat alis dan pelipisnya.

Luka semacam itu pasti tidak sembarangan didapatkan. Kompetisi martial arts nonformal yang disebutkan wanita ini juga cukup menjadi pertanyaan. Apakah tidak resmi yang dia maksud adalah ilegal?

Broken Glasses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang