"KENAPA NGGAK MINTA tolong abang lu aja?" ungkap seseorang yang sedang duduk di seberang meja kafetaria.
Selama tiga minggu terakhir, mengunjungi Sparta seolah sudah menjadi rutinitas barunya. Kehadiran orang lain yang menjadi kenalan hanyalah bonus belaka. Maka, adalah kebetulan jika Nares lagi-lagi mendapati wajah familier yang beberapa hari lalu sempat menawarkan latihan tanding dengannya.
Varen Abimanyu, seperti yang sempat dipikirkan Nares, dia berniat untuk mengajaknya mengurus si Candrakusuma. Mengambil langkah ekstrem dengan membangun startup di Eropa sudah pasti membuktikan kepandaiannya dalam dunia bisnis. Varen punya banyak strategi dan taktik untuk melawan serta menyingkirkan rival-rival bisnis. Bukanlah hal yang mustahil jika dia ikut turun tangan untuk menyingkirkan Jonathan yang berafiliasi dengan banyak pengusaha.
Kabar terakhir yang Nares dengar mengenai pria bejat itu adalah sosok tersebut yang sudah kembali bekerja di perusahaan lamanya. Jejak kriminal Jonathan seolah dihapus begitu saja. Tak seperti Nares yang masih diberi hukuman, keluarga besar Jonathan langsung kembali menerimanya di perusahaan keluarga mereka. Sejak awal, dia memang tidak berposisi sebagai direksi. Namun, fakta bahwa dia dapat kembali bekerja tanpa gangguan apa pun sudah cukup menunjukkan kebebasannya dalam bertindak.
Alih-alih kembali menyeretnya ke penjara, Nares sempat terpikir untuk mengacaukan aset terbesar pria itu, supaya Jonathan juga merasakan kesengsaraan yang dia alami. Untuk mencapai tujuan ini, dia membutuhkan sosok yang mahir dalam mengurus berbagai manuver bisnis.
Varen adalah salah satu orang yang sedang dia pertimbangkan. Jika sudah mencoba untuk mencari orang lain untuk diajak bekerja sama, bukankah sudah jelas kalau artinya dia sedang tidak bisa menggunakan bantuan dari keluarganya sendiri?
Nares menatap pria berambut panjang itu dengan sorot geram. Dia berdecak dan meneguk habis sisa air mineralnya.
"Nggak usah bawa-bawa nama dia di depan gue," tandas Nares, menekankan. "Gue tanya ke elo. Artinya, gue perlu ngajak lo, bukan orang itu."
Varen menaikkan alis. Dia terlihat tidak terpengaruh dengan intonasi kaku lawan bicaranya.
"Kenapa? Bukannya selama ini yang nge-back up lo juga Sagala?" balasnya blak-blakan. "Dia selalu bersihin kotoran lo. Sekarang harusnya sama aja. Kenapa lo jadi ogah minta bantuan dia?"
Nares mendelik kesal. Dia berdecak.
"Like hell he would help me," ujar Nares pada akhirnya. "Dan gue juga nggak mau berurusan sama dia lagi."
"Karena dia yang sempat kasih jalan ke Kiran buat ngambil alih perusahaan lo?" Varen kembali bertanya, makin membakar sumbu kesabaran pria di hadapannya.
Nares tidak menjawab. Dia hanya kembali menandaskan persetujuan Varen untuk bekerja sama dengannya. Ketidaksabaran Nares memancing senyuman separuh di bibir si lawan bicara. Varen tampak menimbang-nimbang. Dia masih memberinya ruang untuk bernegosiasi.
"Gue mau bilang ini dulu di awal. Kalau tujuan lo mau ngancurin perusahaan tambang itu, sampai tua pun lo nggak akan bisa," jelas Varen, tanpa segan langsung menyebutkan sebuah fakta kepadanya. "Mineral Resource itu sekelas Dikara Agro dan Mandala, perusahaan utama keluarga lo dan gue. Mau segila apa pun gangguan yang datang, perusahaan sesolid itu nggak akan goyah. Apalagi, Candrakusuma bukan sepenuhnya pebisnis. Mereka itu politisi yang nyemplung ke bisnis. Cara main mereka lebih kotor dari kita."
Varen bersandar pada punggung kursi. Dia melipat sebelah kaki dan mulai membuka bungkus sandwich yang sempat dibeli.
"Pengaruh mereka bisa lebih gede dari Dikara. Lo bisa mati kalau beneran ganggu mereka," tambahnya. Dia mulai memakan potongan roti itu selagi masih menatap Nares dari sudut mata. "Bikin goal yang realistis. Jangan asal nembak. Lo yang nanti kena getahnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Glasses [END]
RomanceBook 4 Indonesian Bachelor Series ** Luka dan sakit di masa lalu membuat Wilona pesimis dengan sebuah pernikahan. Baginya yang sempat gagal dan sedang dalam masa pemulihan, pernikahan tidak lagi sakral. Pernikahan bukan lagi benang yang akan memper...
![Broken Glasses [END]](https://img.wattpad.com/cover/361048098-64-k868825.jpg)