cuap-cuap penulis!

2.9K 275 77
                                        

(warning, yapping panjang!)

Oke. Finally, kita merampungkan kisah ini setelah sekian lama. 

Tepuk tangan buat kalian semua yang sudah berhasil melewati bab-bab super angst di 60 chapter pertama (?) /bertanya tanpa rasa bersalah xD/

Jadi, aku mau cerita dikit tentang perjalanan nulis BG ini. Awal banget aku brainstroming ceritanya Nares-Wilona itu sekitar tanggal 26 Agustus 2024, kemudian aku menyelesaikan naskahnya (termasuk epilog) di sekitar tanggal 4 Agustus 2025, alias satu tahunan. Buat beberapa penulis, setahun nulis naskah buat satu novel mungkin lama yak, tapi karena naskah yang satu ini panjangnya emang panjaaang, jadi aku bersyukur aja bisa menamatkan cerita ini. 

Anyway, bagi yang penasaran, total kata dari naskah Broken Glasses itu kurang lebih 260k kata, kalau dihitung pakai kertas ukuran default di Microsoft Words itu banyaknya bisa mencapai 850 halaman (which is banyak). Jadi, selamat juga buat kalian karena berhasil menamatkan cerita sepanjang itu wkwkw nggak semua orang kuat buat baca novel yang panjangnya gak ketulungan, apalagi super menyakitkan kayak BG ini XD

Tmi dikit, mengenai latar belakang di balik kisahnya Nares, dulu banget waktu pertama kali nulis To Forgive (2021, versi sebelum revisi), Nares itu beneran cuma tokoh sampingan. Aku pure bikin dia cuma sebagai side antagonist, beneran nggak ada niatan buat mengembangkan cerita dia. Makanya di TF versi lama, penokohan Nares masih kurang digali. Dia semacam ... cowok berengsek yang numpang lewat aja. 

Nah, saking nggak pedulinya nih, aku bahkan lebih pilih kakak dia (yaitu Sagala), buat dijadikan next main character di Gugat. I'm so sorry for Nares karena dijadiin pilihan terakhir /ciakh/ tapi somehow it worked gitu lho karena kisah dia sekalian buat jadi penutup seri Indonesian Bachelor. Kalian pasti ada yang nggak nyangka kan, dia bakal dibikin cerita sendiri, dan apa lagi dengan isi cerita yang seperti ini? Hahaha soalnya aku pun yang nulis juga nggak nyangka. 

Aku pribadi sebagai penulisnya sangat enjoy (meskipun tetep engap) waktu nulis Broken Glasses. Soalnya Nares itu bedaa banget dari tiga male lead ceritaku yang lain. Kiran, Varen, dan Gala itu probabilitas disukainya tinggi. Impresi awal kalian ke mereka bisa dengan mudah jadi positif. Sedangkan Nares... dia udah jadi biang keladi di To Forgive, lanjut di Gugat, dan baru diem di Bound Together. Itu pun karena dipaksa masuk rehab sama Gala & Kiran (aduh ini lucu banget sebenernya kalau dipikir-pikir). 

Jadi kayak, PR banget buat aku bikin Nares likeable. Makanya aku nggak bela dia juga waktu kalian marah-marah ke dia. Karena ya.. dia memang begitu, banyak kurangnya. Tapi, justru kekurangan itu yang bikin dia kerasa real-nya (asik). Dan bagusnya juga, kita jadi merasakan banget perkembangan penokohannya, soalnya dulu Nares sebobrok itu. Alhasil, waktu dia ada perkembangan dikit nih, efeknya kerasa banget. 

So far itu dulu tentang Nares. Dia awalnya aku anaktirikan, tapi ternyata kesan dia buat kalian kayaknya malah lebih dalam dibanding tokoh lain. Jadi, good for him hahaha

Kemudian, untuk Wilona. I wanna hug her soo bad. Awalnya aku juga masih bereksperimen karena masangin Wilona sama Nares. Sebelum ada nama Wilona nih, aku kepikirannya bikin cerita tokoh perempuan dengan trauma yang sama seperti Wilona, tapi pasangannya jauh lebih dependable, bukan seperti Nares. Tipe laki-laki yang green flag dalam sekali lirik gitu.

Tapi, waktu dipikir lagi kayak terlalu mainstream idenya, udah banyak cerita dengan alur semacam itu. Jadi, biar seru, aku pasangkan dia sama Nares. Dan ternyata dinamika mereka memang seseru itu, apalagi waktu baru ketemu. Nares yang banyak omong bisa langsung diem kalau kalah debat sama Wilo /memang Mommy ini terbaik/.

Dari kisah Wilo, aku mau menekankan beberapa poin aja, jangan menganggap kalau korban kdrt itu seolah-olah butuh pasangan lain atau laki-laki cuma buat bangkit yaps. Di sini seharusnya lebih menekankan ke social support-nya, entah itu teman, keluarga, lingkungan, dan individu itu sendiri (dia punya keinginan buat bangkit lagi atau enggak).

Jadi, di universe lain, semisal Wilona nggak ketemu Nares atau pasangan yang lain pun, dia akan tetap aku buat bangkit. Karena di sana dia tetap punya Diandra, ayahnya (yang sebetulnya masih peduli), Renata (terapisnya), dan Tabita (her reason to hold on). Penyelesaian konfliknya mungkin akan beda (mungkin dia cuma bisa lepas dari Jonathan & Jonathan tetap nggak diadili), tapi intinya dia tetap bisa bangkit dan melanjutkan hidup. Kehadiran Nares itu cuma cherry on top, topping yang bikin hidup dia makin manis~

Kuharap pesan yang implisit ini bisa tersampaikan. Aku nggak mau menuntaskan cerita dengan kesan seolah perempuan baru bisa lepas dari trauma cuma karena dapat pasangan baru. Entah itu perempuan atau laki-laki, tetap berkesempatan buat sembuh jika berada di lingkungan supportif, bisa juga dari bantuan profesional semacam Renata. Jadi, ya, semoga nggak ada yang salah paham :"

Anyway, kita berhenti serius-serius, aku mau say thanks aja buat teman-teman yang udah mengikuti cerita Broken Glasses, terlebih bagi kalian yang baca dari awal on going, juga kalian yang sampai rela ngikutin baca versi fast track di karyakarsa. Thank you banyak-banyak pokoknya. Votes, komentar, dan dukungan kalian itu salah satu alasan yang bikin aku bisa menyelesaikan cerita berat ini.

Kadang aku bisa kena writer block, susah banget buat ngetik meskipun udah ada kerangka cerita. Terus tiba-tiba ada komentar super panjang yang masuk notif, biasanya aku bakal maksain diri buat segera lanjut nulis. Meskipun mau ada komen panjang atau enggak pun aku tetap berusaha menuntaskan naskah, tapi it means a lot, asli. Aku mungkin nggak pernah menargetkan harus ada votes & komentar berapa, tapi aku pastinya tetap merasa terapresiasi kalau kalian meninggalkan jejak. 

Alasanku nggak suka menargetkan votes & komentar, aku maunya dua apresiasi itu datang secara organik aja. Apalagi komentar. Aku nggak terlalu suka komentar spam (bukan komentar reaksi per inline yak, itu beda. Spam itu semacam yang cuma ngetik next banyak-banyak), jadi mendingan nggak aku targetkan komentarnya, tapi aku bisa baca review/reaksi asli kalian, gimana perasaan kalian waktu baca cerita yang kusajikan. 

Nah, yappingnya mulai kepanjangan kan.. 

Intinya sih, terima kasih udah mampir ke lapak ini. 

Extra chapternya udah tersedia di karyakarsa yaps. Di sana ada lima extra chapters, bisa dibeli satuan, bisa juga versi bundling.

Kemudian, untuk lapak ini belum akan aku hapus di wattpad. Kemungkinan, tiga chapter terakhir baru akan dipindah ke karyakarsa kalau cerita ini naik cetak (seperti Gugat). Jadi, sebelum ada pemberitahuan tentang penerbitan, kisahnya Nares-Wilona masih lengkap di wattpad. 

Kalau naik cetak, kira-kira kapan? Aku belum tau karena aku mau fokus menyelesaikan revisi naskah To Forgive dulu. 

Apakah nanti akan ada karya baru (selain To Forgive yang lagi direvisi)? 

Rencananya sih, ada. Tapi belum tau kapan. Kalian tunggu aja, biasanya aku woro-woro di announcement akun ini. Makanya ini (ekhem) bagi yang nunggu cerita baruku, monggo kalian follow aku dulu. Boleh follow di wattpad aja, boleh juga sekalian di akun instagramku (midgardst_). Rencananya, bulan depan aku mau post sedikit fake chat Nares-Wilo, nih. Tapi, dikit doang sih, aku belum ada ide lagi. 

Lastly, aku mau shameless promotion. 

Bagi kalian yang berminat buat koleksi novel cetak abangnya Nares (Sagala), atau orang tengil yang morotin duit Nares buat investasi (Varen), kalian silakan bisa ikut preorder novel mereka minggu depan dari sekarang. Tanggal 1-5 Februari 2026 ini, aku akan open PO untuk novel Gugat & Bound Together. Detail preorder-nya bisa dilihat di lapak wattpad Gugat & BT, tapi kalian juga bisa tengok informasi lengkapnya di akun instagramku. 

Kemudian, bagi pembaca BG yang belum baca cerita lain dalam seri Indonesian Bachelor, silakan kalau berminat mungkin bisa mampir ke lapak ceritaku yang lain. Aku udah bikin reading list untuk seri Bachelor ini. Terus, bagi yang mau mengikuti lapak on goingku yang lain, kalian bisa mampir ke cerita To Forgive (versi revisi).

Sepertinya itu aja yang mau kusampaikan.

Sampai jumpa lagi di lain waktu! Pokoknya stay healthy & stay sane karena sekarang ini lagi banyak berita yang menguras kesabaran. 

Salam,
Midgardst. 

Broken Glasses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang