NARES SULIT MEMAHAMI seluruh tindakan yang dilakukan Cakra. Satu setengah bulan terakhir ini, dia dan kelompoknya memang selalu memberikan laporan terkait kemajuan kasus Jonathan. Namun, Nares tak tahu betul apa yang sebetulnya mereka lakukan, juga atas dasar apa mereka bertindak.
Selain membongkar kasus penyelundupan sabu ke media, Cakralah yang mengajukan diri untuk melanjutkan pengawalan Wilona tanpa sepengetahuan sang wanita. Dengan ditahannya Jonathan selama masa penyidikan, seharusnya tak ada lagi bahaya fisik yang mengancam sosok itu. Sayangnya, Cakra tak berpikir demikian. Dia membebaskan Nares beraktivitas tanpa pengawalan, karena dia tahu bahwa Nares bisa mengatasi ancaman fisik sendiri, tetapi dia kukuh untuk mempertahankan penjagaan Wilona.
Ketika mendengarnya, Nares sempat mengira bahwa jangan-jangan pria tanpa ekspresi ini memang ikut jatuh hati pada sang wanita. Akan tetapi, Cakra langsung mendengkus setelah mendengar penuturan Nares. Dia tak repot-repot memberi penjelasan. Saat itu, dia hanya meminta Nares menyetujui pengawalan Wilona kalau memang ingin perempuan itu terjamin keselamatannya.
Nares tak punya pilihan selain mengiakan. Dia tak ingin musibah lain menimpa sang istri. Apalagi Wilona juga masih berjuang untuk memulihkan diri.
Jawaban atas pertanyaan Nares baru muncul pada detik ini, momen ketika dia dan Wilona sedang dalam perjalanan menuju rumah sang kakak. Sama seperti dulu, Jonathan mungkin memang sengaja bergerak ketika melihat celah atas keabsenan Cakra. Dia tak ingin menanggung risiko dengan menghadapi si pengawal profesional. Kehadiran Nares di sisi Wilona seakan tak dianggapnya. Dia masih sangat meremehkan sosok itu. Kesombongan inilah yang akan menjadi jalan menuju kehancurannya.
Jalan raya sedang cukup ramai siang ini. Adalah kebodohan jika seseorang mencoba mencari keributan di tengah keramaian. Sayangnya, siapa pun orang suruhan Jonathan itu tampak tak peduli. Mobil gelap milik Nares masih tetap diikuti. Nares sudah menyadarinya sejak mereka melewati lampu merah pertama dari rumah. Mobil yang dikendarai orang asing itu tampak sengaja membuntuti mereka, bahkan ketika mereka berhenti sejenak untuk membeli sayuran segar di sebuah minimarket.
Tempat tujuan yang masih jauh memudahkan Nares untuk memantau pergerakan si orang asing. Siapa pun orang ini tidak akan berani menjegal mereka di jalan raya. Dia pasti akan memilih lokasi yang lebih sepi jika benar-benar ingin mengusik mereka. Nares telah memprediksi lokasi tersebut. Dia hendak menginformasikan hal itu pada anak buah Cakra kalau saja dia tak mendengar penuturan Wilona.
"Ada yang ngikutin kita," kata sosok itu. Dia tengah memandang spion mobil mereka, sama-sama telah menyadari pihak yang membuntuti. "Dari kita mampir ke minimarket tadi sampai sekarang, mereka sempat ikut berhenti, terus baru jalan lagi setelah kita jalan."
Nares sontak ikut memandang spion mobil, memandang kendaraan yang dengan terang-terangan mengikuti.
Lampu lalu lintas di depan mereka masih menyala merah. Wilona menoleh pada Nares, air wajahnya memperlihatkan percik kekhawatiran.
"Pasti dari dia," ungkap Wilona, yakin betul dengan prediksinya. "Gimana? Kita putar balik aja? Mampir dulu ke mal biar dia capek nunggu?"
"Nggak perlu. Dia bakal tetap ngikutin kita." Nares melirik lampu lalu lintas yang mulai berubah hijau. "Kita bikin dia kehilangan jejak."
"Kamu mau ngebut?" timpal Wilona, tidak percaya. "Jalanan lagi ramai—"
"Justru karena lagi ramai. Banyak motor dan mobil lain yang ngalangin." Nares menginjak pedal gas, sedikit menaikkan kecepatan dan memutar setir untuk bersiap menyalip beberapa mobil di depan mereka. Dia melirik kaca mobil untuk melihat bangku belakang. Ketika mendapati sang putri yang masih terfokus pada layar gawai, dia pun berkata, "Tabita, screentime kamu hari ini udah abis. Balikin hapenya ke Mami."
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Glasses [END]
RomansaBook 4 Indonesian Bachelor Series ** Luka dan sakit di masa lalu membuat Wilona pesimis dengan sebuah pernikahan. Baginya yang sempat gagal dan sedang dalam masa pemulihan, pernikahan tidak lagi sakral. Pernikahan bukan lagi benang yang akan memper...
![Broken Glasses [END]](https://img.wattpad.com/cover/361048098-64-k868825.jpg)