PINTU MOBIL DITUTUP dengan keras. Nares mengumpat ketika usahanya untuk menyelamatkan sang anak tidak berhasil karena Jonathan telah memanipulasi Tabita untuk berpikir bahwa dialah yang menyebabkan Wilona terkapar lemah di rumah sakit.
Selama perjalanan menuju apartemen, dia sudah mendiskusikan banyak hal dengan Cakra tentang cara agar Jonathan mau memunculkan diri. Dari berbagai skenario yang mereka pikirkan, ternyata Jonathan malah melakukan hal yang lain.
Dia tidak bersembunyi di dalam apartemen. Dia tak menyuruh sekuriti untuk mengusir dan menahan mereka yang memaksa masuk ke dalam unit tempat tinggal itu. Dia bahkan bersedia membukakan pintu untuknya ketika wajah mereka sudah diketahui dengan jelas melalui kamera pengaman.
Jonathan masih terlihat sangat percaya diri dan congkak meskipun dia sudah dihantam hingga babak belur oleh Dewan.
Kondisinya memang tidak jauh lebih baik dari Nares. Wajahnya sama-sama dihiasi lebam. Dia juga berjalan dengan pincang. Tubuhnya sama-sama kesakitan. Dilihat dari sisi manapun, Jonathan jauh lebih terpojok dibandingkan Nares yang datang bersama seseorang.
Hanya saja, dengan seluruh keadaan itu, kehadiran Cakra tak serta-merta membuatnya gentar. Senyum sombongnya masih terukir. Dia dengan mudahnya mencoba memanggil Tabita. Dia juga meminta anak perempuan itu untuk menemui Nares.
Ketika melihat gelagatnya, kepala Nares sudah dipenuhi banyak tanya. Dia baru memahami tindakan pria itu begitu Tabita muncul dengan wajah sembap. Dia masih menangis sesenggukan. Dan dia menolak untuk mendekatinya.
Alih-alih mau ikut pulang bersamanya, Tabita bersembunyi di belakang kaki sang ayah kandung. Dia berpegangan erat, seakan meminta perlindungan dari orang yang dianggap berbahaya. Dia menangis dan mengatai Nares sebagai orang jahat. Dia mengusirnya dan meminta Nares untuk tidak menyakiti ayah dan ibunya.
Nares terlalu terkejut untuk bereaksi. Dia hanya dapat menatap nanar Jonathan, merasa sangat muak dengan sorot meremehkan dan mengejek yang terpancar di matanya.
Saat itu, Nares ingin menyuruh Cakra membawa paksa Tabita, demi keselamatannya. Namun, dia langsung urung begitu kembali melihat perempuan kecil itu menangis dan menuduhnya yang telah membuat sang ibu masuk rumah sakit.
Jerit tangis anak itu menahannya untuk memaksakan kehendak. Nares memilih mundur dan kembali ke dalam mobil, lagi-lagi harus menerima fakta bahwa dia kalah dari Jonathan.
Harapan yang sempat digenggam kini mulai terlihat pudar. Nares memejamkan mata rapat-rapat dengan mulut mengatup. Dia menoleh ketika mendengar pintu mobil yang kembali ditutup.
Pria yang mengantarkannya ke sini sudah kembali menampakkan diri. Berbanding terbalik dengan kondisinya, Cakra benar-benar terlihat biasa saja. Raut wajahnya tak terlihat terganggu. Sorot matanya masih sulit ditebak. Dia tak memperlihatkan tanda-tanda emosi yang berarti, seakan dia tidak baru saja mendengar kabar bahwa pihak yang mempekerjakannya telah melakukan percobaan bunuh diri karena dia tidak hadir di saat-saat genting.
Nares masih ingat rasa panik dan geram yang mencengkeram dada ketika dia kesulitan menghubungi nomor telepon pria ini. Ketidakhadiran Cakra di sisi Wilona menjadi salah satu penyebab terjadinya musibah itu. Hal pertama yang dapat disampaikan Cakra adalah kata maaf dan empati.
Namun, lihatlah kelakuan lelaki ini.
Dia bahkan terlihat tidak peduli.
Nares menatapnya geram begitu melihatnya masuk ke dalam mobil. Kemarahan yang terpendam, kini kembali muncul. Kegagalan untuk menjemput Tabita seakan memantik gejolak emosinya.
"Ke mana lo waktu Wilona dianiaya?" tanya Nares dengan suara yang terdengar menusuk. "CCTV yang lo pasang itu seharusnya memudahkan lo buat mantau kondisi rumah. Setelah tau kamera itu dirusak, kenapa lo nggak langsung nyamperin dia? Lo ke mana waktu dia butuh bantuan?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Glasses [END]
RomanceBook 4 Indonesian Bachelor Series ** Luka dan sakit di masa lalu membuat Wilona pesimis dengan sebuah pernikahan. Baginya yang sempat gagal dan sedang dalam masa pemulihan, pernikahan tidak lagi sakral. Pernikahan bukan lagi benang yang akan memper...
![Broken Glasses [END]](https://img.wattpad.com/cover/361048098-64-k868825.jpg)