Epilog

3.1K 604 117
                                        

SEJAK PUTUSAN PENGADILAN Jonathan diumumkan, Wilona belum lagi mendengar berita mengenainya. Kabar terakhir yang dia ketahui yakni tiga tahun lalu, hari ketika pria itu divonis hukuman selama lima tahun penjara dan denda sebesar satu miliar rupiah.

Vonis tersebut sangatlah ringan bagi terdakwa yang terlibat kasus penyelundupan narkoba. Alih-alih pidana mati, penjara seumur hidup, serta denda yang mencapai sepuluh miliar rupiah, Jonathan berhasil memangkas hukuman menjadi versi paling kecil. Wilona tak menghadiri proses persidangan pria itu. Dia tak tahu pasti celah yang digunakan sosok tersebut untuk mendapatkan keringanan hukum, padahal dia jelas-jelas terbukti terlibat dalam penyelundupan sabu-sabu selama delapan tahun terakhir, bahkan ketika dia sedang dipenjara akibat kasus kekerasan rumah tangga.

Total jumlah sabu yang berhasil diselundupkan per tahunnya bisa mencapai sepuluh ton. Angka tersebut seharusnya sudah cukup membuatnya mendapat hukuman mati, kalau saja pihak pengadilan menjalankan tugas mereka dengan benar. Sayangnya, pria itu memiliki pengaruh sosial yang tinggi. Kemungkinan besar, dia juga sudah memberi uang pelicin yang tidak sedikit bagi pihak-pihak yang mau membantunya.

Wilona sangat tidak puas dengan hasil tersebut. Dia masih ingat rasa geramnya ketika melihat berita pemenjaraan sang pria. Rasa geram itu baru memudar ketika Nares mencoba menenangkannya. Sang suami meyakinkan Wilona bahwa lima tahun penjara sudah cukup untuk membuat sosok itu menderita. Wilona sempat bertanya kenapa. Namun, Nares tak pernah menjelaskan, bahkan sampai sekarang—sampai tiga tahun berlalu dan dia pada akhirnya mendengar berita terbaru mengenai keadaan Jonathan Candrakusuma.

Pertanyaan Wilona pada akhirnya terjawab. Dia mulai mengerti mengapa waktu lima tahun sudah terbilang cukup untuk membuat Jonathan sengsara.

Layar televisi masih menampilkan berita mengenai Jonathan Candrakusuma yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Dalam berita itu, disebutkan bahwa dia mendapatkan penganiayaan beruntun di penjara. Selama dua tahun masa hukuman, dia mendapat perundungan ringan hingga berat. Pihak lapas sudah sempat memisahkan sel milik Jonathan dari penghuni lain, tetapi perundungan masih berlanjut. Pagi ini, mereka menemukannya sudah tak sadarkan diri dengan keadaan perut yang terluka parah.

CCTV yang berada di dalam dan di sekitar area lapas memperlihatkan Jonathan yang sempat menyelundup ke dalam dapur yang seharusnya tak bisa dikunjungi para tahanan. Namun, dia berhasil masuk dan keluar dengan membawa pisau.

Rekaman CCTV lain memperlihatkan dia yang mencoba menyerang seorang tahanan lain menggunakan pisau itu, tetapi sosok yang diserang berhasil membela diri. Pisau yang digunakan Jonathan berbalik mengenai dirinya sendiri. Setelah insiden itu, dia ditinggalkan begitu saja dalam keadaan pingsan dan terluka. Kejadian itu berlangsung saat dini hari. Tubuh Jonathan baru ditemukan pagi harinya ketika petugas kebersihan sedang berkeliling untuk memulai pekerjaan.

Keadaan Jonathan pagi itu sudah sangat parah. Wajahnya hampir membiru, jejak darah membasahi pakaian dan lantai. Pihak kepolisian belum dapat memastikan kondisinya ketika mereka melarikannya ke rumah sakit. Satu hal yang pasti, denyut nadinya melemah. Petugas medis perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keselamatan pria ini. Kata mereka, Jonathan telah kehilangan banyak darah dan memiliki kemungkinan kecil untuk selamat.

Wilona tidak berniat menonton berita ketika dia menghampiri ruang tengah. Saat itu, dia hanya ingin mematikan televisi. Hanya saja, dia tak sengaja melihat liputan yang sedang terputar. Rasa penasaran membuatnya tinggal. Dan seperti yang diduga, isi berita membuatnya mematung, kehilangan kata-kata. Pandangannya hanya terpatri pada layar. Telapak tangannya mengepal, menggenggam remot dengan erat.

Rasa dingin merambati tulang belakangnya. Desak emosi asing seperti mencekiknya.

Dia bahkan sama sekali tidak tersentak ketika Nares datang. Pria itu baru selesai mandi. Rambutnya masih lembap. Aroma sabun menguar di udara.

Broken Glasses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang