RAPAT FINAL MENGENAI persiapan acara peluncuran produk kolaborasi antara Frimora dan Eluxa akhirnya berakhir. Jam dinding menunjukkan pukul lima sore. Waktu rapat selesai lebih cepat.
Wilona dan para pegawai segera meninggalkan ruangan. Beberapa dari mereka masih ada yang bercakap-cakap. Namun, saat itu Wilona tak lagi memiliki keperluan lain. Pemaparan yang didengar dalam rapat sudah cukup memberi gambaran atas berlangsungnya acara minggu depan. Dia sudah mempercayakan kelancaran acara itu pada penanggung jawab produk kolaborasi ini. Tak perlu ada pengawasan tambahan untuk sekarang.
Mengirimkan pesan pada Pak Budi, Wilona kembali ke kantor dan mengemasi barang-barang pribadinya. Dia beranjak dari kantor dan hendak turun ke lobi ketika berpapasan dengan Diandra di ruang rekreasi.
"Mbak Dian," sapa Wilona dengan spontan. "Abis kunjungan pabrik, nggak pulang sekalian?" Wilona bertanya selagi menatap laptop sang rekan kerja.
Diandra lantas menoleh. Dia meletakkan laptop dari pangkuan ke atas meja. Kemudian, dia merenggangkan tubuh selagi membalas ucapan Wilona.
"Masih ada yang perlu dikerjain di sini. Tanggung kalau ditinggal," timpal Diandra seadanya. "Kamu abis ikut rapatnya Nadya? Gimana tadi? Udah aman?"
Wilona sontak mengangguk.
"Semua persiapan udah matang. Nadya sama timnya juga udah koordinasi langsung sama Grand Metro. Peluncuran produk kita nanti digabung sama peluncuran produk unggulan yang lain. Kalau nggak salah semacam produk lifestyle, alat rumah tangga. Skalanya agak besar karena sekalian ada acara charity. Tapi, Nadya udah memastikan kalau fokus utamanya tetap ke peluncuran produk flagship baru, punya kita dan satu perusahaan tadi. It's all good."
"Dari Eluxa gimana, mereka ada komentar aneh lagi?"
Wilona tersenyum samar ketika mendengar nada lelah rekan kerjanya. Selama dia berkendala datang, Diandralah yang menggantikannya mengurus satu proyek kolaborasi ini. Dia sepertinya sudah tahu betapa banyak permintaan spesial yang diinginkan partner perusahaan mereka. Saking spesialnya, terdapat banyak perubahan rencana yang membuat waktu peluncuran produk tertunda begitu lama.
"Untungnya nggak ada. Mungkin karena mereka udah mau merampungkan kolaborasi ini juga," jelas Wilona. "Waktu rapat tadi, yang datang langsung ke sini cuma perwakilan mereka. Ayesha belum bisa hadir secara langsung karena masih ada acara di Paris. Dia baru pulang lusa, meski tadi sempat ikut rapat di awal-awal via daring."
"Dia oke-oke aja waktu dengar pemaparan kita?"
Wilona mengangguk.
Saat itu, Diandra mengembuskan napas lega. Dia mengambil gelas dan menyesap coffee latte dari sana.
"Syukurlah. Aku kayaknya nggak mau kerja bareng dia lagi," komentar Diandra. "Selama ini semua proyek kita bareng Eluxa nggak ada yang bermasalah. Tapi, nggak tau kenapa satu produk ini susah banget dapat kesepakatan. Kalau mau jujur-jujuran, aku ngerasa kalau Ayesha sengaja mempersulit kita. Dia kayak nggak rela ngerjain produk kolaborasi ini. Padahal dia juga yang ikut rugi kalau produk ini gagal."
"Dia itu perfeksionis, bahkan jauh lebih perfeksionis dari aku. Jadi, pantas aja dia banyak permintaan," balas Wilona, memberi alasan rasional yang bisa menetralkan bias negatif Diandra pada rekan bisnis mereka. "Meski berkali-kali revisi, akhirnya kita sampai ke titik ini. Aku yakin, dia juga bakal memikirkan keberhasilan produk. Nggak ada perusahaan yang mau rugi setelah meluncurkan produk baru."
Diandra masih tampak skeptis. Namun, dia menyetujui ucapan Wilona. Dia harap, rekan bisnis mereka tetap profesional dalam mengelola kolaborasi ini.
Wilona berniat untuk bercakap-cakap sedikit lebih lama sambil menunggu jemputan. Hanya saja, saat itu Pak Budi sudah memberitahukan kedatangannya. Wilona pun segera berpamitan pada Diandra. Dia bergegas keluar gedung dan langsung memasuki mobil yang sudah menunggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Glasses [END]
RomanceBook 4 Indonesian Bachelor Series ** Luka dan sakit di masa lalu membuat Wilona pesimis dengan sebuah pernikahan. Baginya yang sempat gagal dan sedang dalam masa pemulihan, pernikahan tidak lagi sakral. Pernikahan bukan lagi benang yang akan memper...
![Broken Glasses [END]](https://img.wattpad.com/cover/361048098-64-k868825.jpg)